Program Studi Kimia - Fakultas MIPA - Universitas Islam Indonesia - Konsentrasi Analisis Industri dan Lingkungan - Konsentrasi Kewirausahaan Kimia - Konsentrasi Minyak Atsiri

You are here: HOME arrow ARTIKEL arrow Kimia Anorganik
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Mengubah Polusi Panas Menjadi Energi Listrik Print E-mail
Written by Cecep Sa'bana Rahmatillah   
Wednesday, 25 March 2015
Kata Kunci: konversi, listrik, nanokristal, polusi panas
 Peneliti dari Northwestern University telah menemukan suatu material yang dapat memanfaatkan polusi panas yang dihasilkan dari mesin kalor untuk menghasilkan listrik. Para peneliti tersebut menempatkan nanokristal garam batu (stronsium tellurida, SrTe) ke dalam timbal tellurida (PbTe). Material ini telah terbukti dapat mengkonversi kalor yang dihasilkan sistem pembuangan kendaraan (knalpot), mesin-mesin dan alat-alat industri yang menghasilkan kalor, hingga cahaya matahari dengan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding penemuan-penemuan serupa sebelumnya.
Paduan material ini menunjukkan karakteristik termoelektrik yang cukup tinggi dan dapat mengubah 14% dari polusi kalor menjadi listrik, tanpa perlu sistem turbin maupun generator. Kimiawan, fisikawan, dan ilmuwan material dari Northwestern University berkolaborasi untuk mengembangkan material dengan kemampuan luar biasa ini. Hasil studi mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Chemistry.
“Hal ini telah diketahui selama 100 tahun belakangan, bahwa semikonduktor memiliki karakteristik dapat mengubah panas menjadi listrik secara langsung,” jelas Mercouri Kanatzidis, seorang Professor Kimia di The Weinberg College of Arts and Sciences. “Untuk membuat proses ini menjadi suatu proses yang efisien, yang dibutuhkan hanyalah material yang tepat. Dan kami telah menemukan resep atau sistem untuk membuat material dengan karakter tersebut.”
Read more...
 
Elemen 117 Telah Tercipta Bahan kimiawi Nuklir Print E-mail
Tuesday, 06 March 2012
Kata Kunci: elemen, kaca, periodik, radioaktif
 TANDA YANG LANGKA Para ilmuwan menggunakan radioaktif 249Bk sebagai materi pembuka, terlihat melalui kaca terlindungi di ruangan, guna menghasilkan elemen 117.
Para ilmuwan melaporkan bahwa mereka telah menciptakan elemen 117 superberat yang khusus, suatu tolak ukur bagi bahan kimiawi nuklir yang sekarang ini melengkapi deret ke-tujuh dari tabel periodik.
Temuan ini, yang akan dipublikasikan pada isu mendatang pada Physical Review Letters, membantu mengklarifikasikan gambaran yang masih buram dari perilaku elemen yang sangat berat. Hal ini juga mendukung kasus terhadap keberadaan “pulau kestabilan,” dimana suatu kluster dari elemen superberat yang mempunyai umur paruh yang sangat panjang memberikan keterangan bagi para ilmuwan mengenai prospek yang menggoda dalam melakukan penelitian terhadap elemen kimiawi super berat.
Read more...
 
Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam? Print E-mail
Friday, 28 October 2011
Kata Kunci: besi, logam, tubuh
 Saya mendengar bahwa tubuh kita membutuhkan sedikit unsur logam. Akan tetapi, tubuh kita terutama terdiri dari senyawa organik. Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam?Bagaimana unsur logam bekerja dalam tubuh kita?
Jawaban:
Dr. Eiichiro Ochiai, seseorang yang sedang mempelajari kimia bioanorganik, bersedia menjawab pertanyaan di atas. Secara singkat, ia berbicara tentang istilah umum kebutuhan unsur logam dalam organisme dan menggambarkan kegunaan biologis unsur logam dengan salah satu unsur logam yang paling banyak digunakan, besi (Fe). Jadi cerita berikut ini diberi judul “Sebuah Kisah Tentang Besi” (© Eiichiro Ochiai).
Read more...
 
Mengapa kita menggunakan alloy sebagai pengganti logam murni dalam kehidupan sehari-hari? Print E-mail
Monday, 29 November 2010

Kata Kunci: alloy, logam
 Dr. Shimizu Mistuharu, yang sedang mempelajari alloy, bersedia menjawab pertanyaan di atas.
Logam murni tidak memiliki kekuatan (kecuali untuk titanium. Kita bisa membuat produk logam menggunakan titanium murni. Tetapi, kita biasanya menggunakan alloy titanium). Logam murni juga tidak memiliki kelebihan yang kita inginkan. Jadi kita tambahkan unsur logam lainnya untuk mengeluarkan kelebihan-kelebihan ini.
Sebagai contoh, badan pesawat terbang, yang terbuat dari alloy Al-Cu (duralumin), memiliki bentuk lurus untuk mengurangi ketahanan udara. Logamnya juga harus lunak agar bisa dibentuk seperti yang diinginkan (maka Al digunakan sebagai dasar campuran karena sifatnya yang lunak), namun bentuknya akan berubah jika sifat logamnya lunak. Jadi kita tambahkan Cu (dan sejumlah kecil Mg dan Zn).

Read more...
 
Tabel periodik baru dengan perpanjangan unsur Print E-mail
Thursday, 04 November 2010

Kata Kunci: tabel periodik
Tabel periodik baru yang diperpanjang dengan 54 elemen telah dipetakan oleh seorang ahli kimia di Finlandia.
Tabel periodik unsur diusulkan pada tahun 1869 oleh Dimitri Mendeleev. Mendeleev telah berhasil mengorganisir unsur-unsur dengan memprediksi keberadaannya bahkan sifat-sifat unsur itu belum dikenal termasuk galium (pertama kali diisolasi pada 1875).
Saat ini, Seorang kimiawan Finlandia, Pekka Pyykkö di University of Helsinki telah menggunakan model komputasi yang sangat akurat untuk memprediksi struktur elektronik unsur dan menambahkan posisi tabel periodik unsur sampai jumlah proton 172 – jauh melampaui batas elemen yang ilmuwan saat ini dapat disintesis.

Last Updated ( Thursday, 04 November 2010 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Results 1 - 9 of 20