Program Studi Kimia - Fakultas MIPA - Universitas Islam Indonesia - Konsentrasi Analisis Industri dan Lingkungan - Konsentrasi Kewirausahaan Kimia - Konsentrasi Minyak Atsiri

You are here: HOME arrow ARTIKEL arrow Kimia Anorganik arrow Tabel periodik baru dengan perpanjangan unsur
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Tabel periodik baru dengan perpanjangan unsur Print E-mail
Thursday, 04 November 2010

Kata Kunci: tabel periodik
Tabel periodik baru yang diperpanjang dengan 54 elemen telah dipetakan oleh seorang ahli kimia di Finlandia.
Tabel periodik unsur diusulkan pada tahun 1869 oleh Dimitri Mendeleev. Mendeleev telah berhasil mengorganisir unsur-unsur dengan memprediksi keberadaannya bahkan sifat-sifat unsur itu belum dikenal termasuk galium (pertama kali diisolasi pada 1875).
Saat ini, Seorang kimiawan Finlandia, Pekka Pyykkö di University of Helsinki telah menggunakan model komputasi yang sangat akurat untuk memprediksi struktur elektronik unsur dan menambahkan posisi tabel periodik unsur sampai jumlah proton 172 – jauh melampaui batas elemen yang ilmuwan saat ini dapat disintesis.

 

Tabel periodik yang diusulkan baru untuk elemen

54 tambahan elemen super berat yang diprediksi oleh Pyykkö mungkin ada di bawah kondisi ekstrim dengan masa hidup yang sangat singkat karena peluruhan radioaktif.  Namun, saat ini belum ada penelitian yang dapat mensintesis elemen super berat tersebut.
Seorang ahli dalam teori struktur elektronik, Peter Schwerdtfeger di Massey University di Auckland, Selandia Baru, berkomentar: “Kimia tidak dapat terpikirkan tanpa tabel periodik unsur. Pyykkö telah menggunakan perhitungan relativitas melampaui unsur yang dikenal ke wilayah yang tidak diketahui. ”
Namun ia menambahkan bahwa kerja di bidang ini telah menjadi subyek perdebatan antara ahli yang tidak setuju pada penempatan elemen-elemen tertentu. Untuk atom nuklir dengan muatan yang sangat tinggi, inti bisa menangkap elektron yang mengorbit dan memancarkan neutrino menyebabkan jumlah proton berkurang satu per satu.
Perdebatan hanya dapat diselesaikan setelah semua unsur yang diprediksi telah disintesis tetapi Pyykkö tidak mengharapkan hal ini terjadi dalam waktu dekat. “Sulit untuk mengatakan seberapa jauh penelitian akan menemukan elemen-elemen baru selama abad ini, mungkin dekat dengan 130, jika tidak lebih”, ia menyimpulkan.

A suggested periodic table up to Z 172, based on Dirac–Fock calculations on atoms and ions Pekka Pyykkö, Phys. Chem. Chem. Phys., 2010

 

 

Tabel periodik yang diusulkan baru untuk elemen

54 tambahan elemen super berat yang diprediksi oleh Pyykkö mungkin ada di bawah kondisi ekstrim dengan masa hidup yang sangat singkat karena peluruhan radioaktif.  Namun, saat ini belum ada penelitian yang dapat mensintesis elemen super berat tersebut.
Seorang ahli dalam teori struktur elektronik, Peter Schwerdtfeger di Massey University di Auckland, Selandia Baru, berkomentar: “Kimia tidak dapat terpikirkan tanpa tabel periodik unsur. Pyykkö telah menggunakan perhitungan relativitas melampaui unsur yang dikenal ke wilayah yang tidak diketahui. ”
Namun ia menambahkan bahwa kerja di bidang ini telah menjadi subyek perdebatan antara ahli yang tidak setuju pada penempatan elemen-elemen tertentu. Untuk atom nuklir dengan muatan yang sangat tinggi, inti bisa menangkap elektron yang mengorbit dan memancarkan neutrino menyebabkan jumlah proton berkurang satu per satu.
Perdebatan hanya dapat diselesaikan setelah semua unsur yang diprediksi telah disintesis tetapi Pyykkö tidak mengharapkan hal ini terjadi dalam waktu dekat. “Sulit untuk mengatakan seberapa jauh penelitian akan menemukan elemen-elemen baru selama abad ini, mungkin dekat dengan 130, jika tidak lebih”, ia menyimpulkan.

A suggested periodic table up to Z 172, based on Dirac–Fock calculations on atoms and ions Pekka Pyykkö, Phys. Chem. Chem. Phys., 2010

 

Last Updated ( Thursday, 04 November 2010 )
 
< Prev   Next >

Quisioner Layanan Lab.

Quisioner Kepuasan Layanan Lab.

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
 

Links

 

Testimoni Alumni

KHORIA OKTAVIANI - ANGKATAN 2002: "...walaupun apa yg saya lakukan adalah penggambaran secara makro (bukan bersifat teknis) namun diperlukan dasar2 pengetahuan kimia yg kuat untuk dapat memberikan analisis yang tepat... read more

DESY SETIONINGRUM - ANGKATAN 2004: "ilmu yang saya dapat dari kuliah sangat bermanfaat bagi saya pak karena saya bekerja dilaboratorium dan harus mengenal banyak bahan kimia dan yang berhubungan dengan kimia pak pokoke banyak bermanfaat... read more

THORIKUL HUDA - ANGKATAN 1999: "Saya merasa sangat bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah mentakdirkan saya untuk kuliah di Prodi Ilmu Kimia FMIPA UII. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama menjalani perkuliahan, sehingga sampai saat ini saya masih bisa mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh dosen-dosennya... read more

AHMAD HANAFI - ANGKATAN 2002: "UII adalah pilihan terbaik bagi saya".. terutama dalam hal pelayanan, UII adalah nomer "satu"... read more

CECEP SA’BANA RAHMATILLAH - ANGKATAN 2001: "Kuliah di Ilmu Kimia Luar Biasa, Keren... Bagaimana ndak keren?!! selain staf dosennya masih muda2 jadi enak ketika bergaul and curhat... read more 

KHOIRUL HIMMI SETIAWAN - ANGKATAN 2002: "Pengalaman semasa kuliah di Kimia UII sungguh pengalaman yang luar biasa pak, betul-betul luar biasa.. Hal yang paling penting adalah "rasa kedekatan dan kepedulian yang sangat besar" dari Dosen kepada mahasiswa... read more

Artikel

Journal IJMSC

Who's Online

We have 1 guest online

Selamat Datang di Prodi Kimia FMIPA UII

Program Studi Kimia FMIPA-UII adalah salah satu Prodi di Lingkungan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta yang sedang terus mengembangkan diri menuju program studi dengan kualitas pengajaran dan riset yang tinggi berwawasan pada Kearipan Lokal (Local Geneus).

Dr. Is Fatimah
Ketua Program Studi

Dr. Dwiarso Rubiyanto, M.Si.
Sekretaris Program Studi

READ MORE...