Program Studi Kimia - Fakultas MIPA - Universitas Islam Indonesia - Konsentrasi Analisis Industri dan Lingkungan - Konsentrasi Kewirausahaan Kimia - Konsentrasi Minyak Atsiri

You are here: HOME
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Ilmi Kimia UII Berkiprah di Olimpide Kimia Tingkat Kopertis V Yogyakarta Print E-mail
Thursday, 23 April 2009
Hari Selasa, 21 April 2009 dan Rabu, 22 April 2009 sebanyak 79 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta di Yogyakarta mengikuti Olimpiade Kimia Tingkat KopertisV Yogyakarta, tak terkecuali mahasiswa UII. digawangi oleh mahasiswa Ilmu Kimia, D3 Kimia Analis, Farmasi, Teknik Kimia dan Teknik Lingkungan sebanyak 36 Mahasiswa UII berpartisipasi dalam kegiatan ini
Olimpiade Kimia yang pertama kali dilaksanakan di wilayah Kopertis V Yogyakarta dilaksanakan selama dua hari. di hari pertama peserta mengikuti ujian soal tertulis dalm bidang Kimia Fisika, Kimia Anorganik dan Kimia Organik sedangkan di hari keduanya peserta mengikuti ujian soal tertulis di bidang Kimia Analitik. kemudian untuk penentuan Juara dilakukan ujian praktik, sebanyak lima besar dari peserta mengikuti ujian parkatik pemasangan alat berupa Alat Titrasi, Sokletasi, Destilasi dan Refluks.
Kegiatan Olimpiade ini juga melibatkan Dosen dan Staff perguruan tinggi swasta, adalah UII san ISTA Akprint yang terlibat sebagai juri dan panitia Fasilitator dan Moderator. UII mengirimkan SDM terbaiknya dari Jurusan Ilmu Kimia dan D3 Kimia Analis untuk dapat berkontribusi dan mensukseskan kegiatan Olimpiade Kimia tersebut.
Mereka adalah :
1. Prof. Dr. Hardjono Sastrohamodjojo (Pjs. Kaprodi Ilmu Kimia) sebagai Juri dan Pembuat Soal
2. Riyanto, M.Si., Ph.D. sebagai Juri Dan Pembuat Soal
3. Tatang Shabur Julianto, M.Si. sebagai Juri dan Pembuat Soal
4. Thorikul Huda, S.Si. sebagai Pembuat Soal dan Fasilitator
4. Cecep Sa'bana Rahmatillah, S.Si. sebagai Fasilitaor dan Moderator
Last Updated ( Tuesday, 05 May 2009 )
Read more...
 
Manfaat baru botol plastik bekas Print E-mail
Monday, 06 April 2009

Kata Kunci: botol plastik, daur ulang, nanoteknologi, tabung-nano

Botol-botol plastik sampah bisa diurai untuk membuat bola-bola karbon yang sangat kuat, yang bisa digunakan dalam pelumas.
Vilas Pol dari Bar-Ilan University, Ramat-Gan, Israel, dan rekan-rekannya menghasilkan mikrosfer karbon yang kuat dari PET (polietilen tereftalat) sampah. Mereka memanaskannya botol cola bekas pakai pada suhu 700oC selama tiga jam dalam sebuah reaktor tertutup. Plastik kemudian didekomposisi dibawah tekanan yang terbentuk sendiri untuk menghasilkan bola karbon yang keras dengan diameter antara dua sampai 10 mikrometer. “Salah satu pisau mata berlian kami patah dan yang lainnya rusak pada saat kami mencoba memotong melintang bola karbon ini,” kata Pol.

 

“Kekuatan material-material ini sangat menarik,” kata Neil Coville, koordinator grup Carbon Nanotubes and Strong Composites di University of the Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan. “Hasil ini sangat mengesankan dan kita harus mempertimbangkan penggunaan material ini di masa mendatang”.
“Proses ini sangat menarik,” kata Philippe Serp, seorang ahli di bidang nano-struktur karbon di National Center for Scientific Research, Toulouse, Perancis, “Karena proses ini tidak memerlukan katalis.” Proses yang bisa ditingkatkan menjadi skala industri ini juga tidak memerlukan pelarut dan lebih baik dari metode-metode sekarang yang memiliki kekurangan seperti hasil yang rendah dan pemisahan bola-bola karbon yang tidak maksimal jelaga karbon.
Bola-bola karbon digunakan dalam penyimpanan energi dan piranti-nano. Mikrosfer yang dibuat Pol ini bisa tahan pada tekanan yang sangat tinggi, sehingga dapat digunakan dalam pelumas. Mengurangi suhu reaksi dibawah 700oC akan memberikan partikel-partikel karbon yang lebih besar yang bisa digunakan dalam piranti seperti printer, toner, dan teknologi filtrasi.
“Tantangan yang dihadapi komunitas sains sekarang ini untuk mencari solusi yang inovatif untuk degradasi polimer-polimer limbah telah memotivasi kami,” papar rekan Pol, Aharon Gedanken. “Proses yang kami gunakan ini menunjukkan sebuah cara untuk merubah limbah polimer PET menjadi produk-produk yang bernilai industri.

Ditulis oleh Masdin Mursaha pada 31-03-2009
Disadur dari: http://rsc.org/chemistryworld

Last Updated ( Monday, 06 April 2009 )
Read more...
 
Tips Mendapatkan Referensi dan Jurnal Secara Efektif Print E-mail
Tuesday, 31 March 2009

Kata Kunci: jurnal, referensi, skripsi, tema penelitian, tesis, tips

Mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir maupun skripsi tentunya akan menghadapi suatu masa mencari dan mendapatkan referensi untuk menunjang penelitiannya. Banyak email yang masuk ke redaksi maupun milis kimia_indonesia yang menyatakan kesulitan dalam mencari referensi maupun jurnal dari berbagai bidang jurusan dan tema penelitian, sementara deadline penelitian sudah semakin dekat. Melalui artikel ini, penulis mencoba membagikan tips, berdasarkan pengalaman penulis yang juga mahasiswa tingkat akhir, untuk mendapatkan referensi maupun jurnal secara efektif.

Dalam pembuatan tugas akhir, kita memilih satu tema yang menjadi dasar dari penelitian kita tersebut. Dari tema itu, kita menentukan tujuan dan sasaran penelitian. Kemudian kita membuat suatu rencana atau rancangan bagaimana penelitian itu harus dikerjakan. Setelah proses ini berjalan dengan baik, barulah kita memulai penelitian.
Penelitian yang kita kerjakan tentunya perlu mendapat dukungan kuat dari referensi-referensi yang telah ada. Misalnya, apabila kita ingin mengetahui suatu sifat logam perak, kita tidak perlu melakukan penelitian tersebut dari awal melainkan cukup mencari referensi yang mencantumkan sifat dari logam perak tersebut. Setiap bulannya, berpuluh-ribu hasil penelitian dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah, proceeding seminar-seminar, maupun sebagai skripsi, tesis atau disertasi di seluruh penjuru dunia. Besar kemungkinannya bahwa informasi yang Anda butuhkan tercantum dalam karya-karya ilmiah ini.
Berikut ini penulis berikan tips untuk mendapatkan referensi dan jurnal secara efektif :
1. Tanyakan ke dosen pembimbing atau kakak kelas Anda tentang referensi yang dapat menunjang penelitian Anda.
Bila tema penelitian Anda diberikan oleh dosen pembimbing, tema itu biasanya merupakan salah satu tema yang berkaitan erat dengan tempat penelitian yang Anda tempati. Ada kemungkinan dosen pembimbing atau kakak kelas Anda pernah meneliti hal yang serupa dengan penelitian yang sedang Anda kerjakan. Cobalah tanyakan kepada mereka bagaimana caranya mendapatkan referensi-referensi tersebut (syukur kalau mereka juga memiliki kopi/salinannya) dan berusahalah untuk membaca makalah atau skripsi-skripsi yang pernah mereka kerjakan untuk memperdalam pengertian Anda mengenai penelitian yang sedang Anda kerjakan.

2. Tanyakan melalui milis atau forum diskusi yang berhubungan erat dengan tema penelitian Anda tentang referensi yang dapat menunjang penelitian Anda.
Milis seperti kimia_indonesia, teknik-kimia, teknik-industri, dan sebagainya merupakan salah satu sarana yang tepat untuk menanyakan apakah di antara anggotanya ada yang pernah atau sedang melakukan penelitian yang sama dengan penelitian yang Anda tekuni. Beruntung jika ada orang lain yang juga menekuni bidang penelitian yang sama. Anda bisa berdiskusi maupun bertukar informasi mengenai bagaimana mendapatkan referensi maupun jurnal-jurnal tersebut.

3. Telitilah referensi yang ada pada setiap karya-karya ilmiah atau jurnal yang Anda baca.
Jika Anda mengamati dengan cermat karya-karya ilmiah (artikel, skripsi) maupun jurnal, pada bagian akhir dari tulisan tertera sumber-sumber referensi. Dari sini Anda dapat menelusuri referensi yang dipakai oleh pengarang tulisan tersebut dalam pembuatan karyanya. Dengan penelusuran balik ini, Anda akan menemukan sumber-sumber informasi yang lebih detail dan akurat.

4. Carilah topik artikel atau jurnal yang Anda kehendaki dengan mesin pencari
Berkat teknologi internet, kita dapat dengan mudah mencari topik jurnal melalui mesin pencari jurnal. Salah satunya adalah Scirus (http://www.scirus.com) . Bisa juga dengan mengunjungi situs yang disediakan penerbit-penerbit jurnal yang terkenal seperti ScienceDirect (http://www.sciencedirect.com) , Kluwer Online (http://www.kluweronline.com) , Wiley InterScience (http://www3.interscience.wiley.com) atau ACS Publications (http://pubs.acs.org/index.html) . Kita cukup memasukkan tema penelitian (lebih spesifik lebih baik) pada kolom searching, maka mesin tersebut akan mencarikan artikel-artikel dan jurnal-jurnal yang sesuai dengan tema penelitian yang kita kerjakan.
Anda pasti terkejut melihat begitu banyaknya artikel yang memiliki kesamaan tema dengan yang Anda tekuni. Namun bukan berarti Anda harus baca atau miliki seluruh artikel tersebut. Pada setiap judul artikel terdapat abstraksi (abstract) yang berisi penjelasan singkat dari isi artikel tersebut. Cukup dengan membaca abstraksi tersebut, Anda dapat mengetahui sebagian besar dari isi artikel tersebut dan menentukan apakah artikel tersebut Anda perlukan atau tidak.
Catatlah dengan lengkap judul artikel, pengarang, nama jurnal, nomor edisi, nomor halaman dan tahun penerbitan. Sebagai contoh :
New Nitrogen containing chiral diselenides,
Marcello Tiecco,
Tetrahedron : Asymmetry, Vol 11 Issue 23, pp. 4645-4650, 2000
Crystalline Inclusion Complexes as Media of Molecular Recognitions and Selective Reactions,
Fumio Toda,
Australian Journal of Chemistry, 54 , pp.573-582, 2001

5. Dapatkan jurnal yang Anda inginkan
Setelah mengetahui jurnal-jurnal yang Anda inginkan, Anda mungkin dihadapkan dengan kendala mendapatkan jurnal-jurnal tersebut. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengunjungi perpustakaan universitas atau institusi lembaga penelitian dan mencari apakah jurnal tersebut terdapat di sana atau tidak. Sayangnya, akibat dari mahalnya jurnal dan jumlahnya yang sangat banyak, perpustakaan atau institusi di tanah air sering kekurangan dana bagi pengadaan sumber-sumber referensi. Sebaliknya, rekan-rekan yang mengenyam pendidikan di luar negeri seperti Amerika, Jepang, Eropa, Australia jarang menghadapi kendala tersebut karena hampir seluruh universitas yang ada menyediakan dana yang cukup besar bagi pengadaan jurnal-jurnal maupun akses ke beberapa jurnal online.
Kalau Anda tidak memiliki akses ke jurnal-jurnal yang Anda inginkan, Anda dapat meminta kesediaan rekan-rekan yang belajar di luar negeri untuk membantu Anda dalam pengaksesan jurnal-jurnal tersebut. Melalui milis kimia_indonesia Anda bisa meminta tolong kepada rekan-rekan sesama anggota milis yang memiliki akses jurnal tersebut. Tentunya untuk memudahkan mendapatkan jurnal-jurnal yang Anda inginkan, Anda sebelumnya harus mencari dan menentukan sendiri jurnal-jurnal yang Anda inginkan (ikuti langkah 1 sampai 4 di atas) misalnya melalui mesin pencari.
Mengapa hal ini perlu dilakukan? Karena rekan-rekan yang Anda mintai tolong juga disibukkan dengan penelitian mereka dan memiliki keterbatasan waktu dalam membantu mencarikan jurnal-jurnal tersebut. Tuliskan dengan lengkap nama jurnal, nomor edisi, nomor halaman dan tahun penerbitan untuk mempermudah rekan-rekan yang membantu Anda dalam mendapatkan jurnal yang dimaksud. Jurnal-jurnal terbitan tahun 1998 ke atas rata-rata dapat diakses online dalam bentuk PDF atau HTML sehingga memudahkan pencarian. Karena kapasitas jurnal biasanya besar, jurnal-jurnal yang didapat akan di-upload ke direktori files pada milis dan Anda dapat men-download nya dari sana.

6. Hubungi langsung si penulis artikel
Dari hasil pencarian dengan mesin pencari jurnal, selain abstraksi Anda juga akan mendapati nama penulisnya, instansinya, dan kadang-kadang email address penulisnya. Dengan informasi ini, Anda bisa menghubungi mereka secara langsung. Kadang kala, para peneliti yang dihubungi langsung lewat email maupun surat biasa akan dengan senang hati memberikan kopi karya mereka. Namun perlu dicatat beberapa hal jika Anda ingin menempuh jalan ini.
  a. Bahasa yang biasanya digunakan adalah bahasa Inggris (karena bahasa internasional) yang baik dengan ejaan yang benar.   Contoh format sederhana yang dapat digunakan diberikan di bawah.
  b. Tuliskan tujuan Anda memperoleh artikel yang diinginkan
  c. Harap bersabar menanti jawaban, tapi juga jangan mudah putus asa jika tidak segera mendapat jawaban.
  d. Jangan lupa mengucapkan terima kasih setelah menerima artikel.

Contoh format sederhana untuk menghubungi penulis artikel:

Dear Dr. atau Prof. ………… (nama pengarang/peneliti)
My name is …………(nama lengkap Anda) and I am a chemistry student/chemical engineering student/researcher at ………… (tuliskan nama institusi atau universitas Anda).
Currently I am doing a research on ………… (tuliskan riset Anda). I would like to request from you a copy of your article titled "…………" (tuliskan judul artikel yang diinginkan). I need this article as an important reference for my research.
Thank you very much for your time and help.

Sincerely,

………… (tulis nama Anda)

Negara-negara seperti India, Turki, Belgia yang juga mengalami kendala dalam hal pengaksesan jurnal-jurnal ilmiah, ternyata mampu menghasilkan jurnal-jurnal yang bermutu tinggi dengan bantuan akses referensi dari rekan-rekan senegaranya di luar negeri. Kalau hal yang penulis uraikan di atas dapat terwujud, bukanlah suatu yang mustahil kalau bangsa kitapun mampu mewujudkan karya-karya tulisan bermutu

Ditulis oleh Soetrisno pada 19-01-2004

Read more...
 
Tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 Print E-mail
Tuesday, 31 March 2009

Kata Kunci: International Year of Chemistry, iupac, IYC 2011, Marie Curie, Tahun Internasional Kimia, UNESCO

Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry - IYC 2011 - Our Life , Our Future). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember 2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun 2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi wanita ke ilmu sains.

Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan ditentukan oleh berbagai reaksi kimia.  IUPAC dan UNESCO menyadari sudah saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi kehidupan manusia.
“Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB.
“Saya menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO, “Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia yang terus berkembang” tambahnya.
Dalam memperingati Tahun Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap sains.
Situs chem-is-try.org juga akan turut aktif menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011 dengan berusaha bekerjasama dengan beberapa instansi yang peduli dengan sains. Jika kamu punya ide atau masukan untuk menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011, silahkan tulis pada bagian komentar artikel ini. Kami tunggu ide dan masukannya.

Ditulis oleh Soetrisno pada 19-03-2009

Last Updated ( Tuesday, 31 March 2009 )
Read more...
 
Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana? Print E-mail
Friday, 20 March 2009

     Saya seorang pelajar yang berminat
     pada bidang kimia namun bingung
     menentukan pilihan untuk kuliah kimia
     MIPA atau teknik kimia.
     Mohon rekan-rekan milis dapat membantu
     saya menentukan pilihan.

Demikian potongan sebuah mail yang muncul di milis kimia_indonesia. Rasanya, banyak pelajar SMU yang lain yang juga bingung tentang hal ini. Apa kamu salah satunya?
Mari kita bandingkan kedua jurusan ini dari dua sisi, yaitu ilmu yang dipelajari dan pekerjaan setelah lulus kuliah.

APA YANG DIPELAJARI?

Mari kita mulai dulu dengan definisi ilmu kimia dan teknik kimia.

Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat.
Teknik kimia (chemical engineering) adalah ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan pengetahuan ilmu kimia.

Dari definisi ini, ada tiga poin yang akan kita lihat.

”Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi”
Salah satu kegiatan dalam ilmu kimia adalah mencari zat atau reaksi baru. Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat,
struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada.
Perlu dicatat, walaupun teknik kimia tidak mencari sesuatu yang baru dari sisi kimia, namun ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi.

”Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri”
Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut.

A + B –> C + D

Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D.
Terhadap reaksi ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda.
Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom.
Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain.

”Poin 3: Target Skala: Kecil vs. Raksasa”
Ilmu kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industri.

PEKERJAAN SETELAH LULUS

Salah satu yang membuat kita bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah kita lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa? Kalau untuk teknik kimia?
Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.
Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya.
Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang "milik" orang teknik kimia, dan sebaliknya?
Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium.
Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang "normal". Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil.
Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang "tidak sesuai" dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?
Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya.
Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang "tidak semestinya". Simak cerita mereka.

"Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi."
Ikhsan Guswenrivo

"Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi.
Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti "Perry’s Chemical Engineers Handbook" dan "Basic Thermodynamics". Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya.
Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita
punya tim yang solid antara produksi dan lab."
Miftahudin Maksum
PT. Universal Laboratory
Tj.Uncang Batam (*)

"Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)"
Paulin Wahjudi
University of Southern California
Department of Chemistry (*)


PENUTUP

Setelah membaca tulisan ini, moga-moga sekarang kamu sudah lebih mantap untuk menentukan pilihan jurusanmu.
Saat sudah masuk kuliah nanti, jangan lupa untuk tetap membuka mata dan pikiran terhadap perkembangan teknologi. Pada saat ini, banyak topik penelitian yang berupa penelitian antarbidang ilmu. Kita tidak cukup hanya mengerti kimia MIPA ataupun teknik kimia saja, tetapi juga belajar lagi entah tentang elektro, biologi, dan sebagainya.
Selamat memilih jurusan dan belajar!

Ditulis oleh Antonius Suryatenggara pada 23-03-2006
Catatan:
* Tulisan ini adalah rangkuman dari diskusi di milis kimia_indonesia bulan Februari-Maret 2005.
* Data afiliasi rekan-rekan di atas adalah berdasarkan data pada bulan Maret 2005.

Last Updated ( Friday, 20 March 2009 )
Read more...
 
<< Start < Prev 51 52 53 54 55 56 57 58 59 Next > End >>

Results 561 - 570 of 582

Quisioner Layanan Lab.

Quisioner Kepuasan Layanan Lab.

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
 

Links

 

Testimoni Alumni

KHORIA OKTAVIANI - ANGKATAN 2002: "...walaupun apa yg saya lakukan adalah penggambaran secara makro (bukan bersifat teknis) namun diperlukan dasar2 pengetahuan kimia yg kuat untuk dapat memberikan analisis yang tepat... read more

DESY SETIONINGRUM - ANGKATAN 2004: "ilmu yang saya dapat dari kuliah sangat bermanfaat bagi saya pak karena saya bekerja dilaboratorium dan harus mengenal banyak bahan kimia dan yang berhubungan dengan kimia pak pokoke banyak bermanfaat... read more

THORIKUL HUDA - ANGKATAN 1999: "Saya merasa sangat bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah mentakdirkan saya untuk kuliah di Prodi Ilmu Kimia FMIPA UII. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama menjalani perkuliahan, sehingga sampai saat ini saya masih bisa mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh dosen-dosennya... read more

AHMAD HANAFI - ANGKATAN 2002: "UII adalah pilihan terbaik bagi saya".. terutama dalam hal pelayanan, UII adalah nomer "satu"... read more

CECEP SA’BANA RAHMATILLAH - ANGKATAN 2001: "Kuliah di Ilmu Kimia Luar Biasa, Keren... Bagaimana ndak keren?!! selain staf dosennya masih muda2 jadi enak ketika bergaul and curhat... read more 

KHOIRUL HIMMI SETIAWAN - ANGKATAN 2002: "Pengalaman semasa kuliah di Kimia UII sungguh pengalaman yang luar biasa pak, betul-betul luar biasa.. Hal yang paling penting adalah "rasa kedekatan dan kepedulian yang sangat besar" dari Dosen kepada mahasiswa... read more

Artikel

Journal IJMSC

Who's Online

We have 6 guests and 1 member online

Selamat Datang di Prodi Kimia FMIPA UII

Program Studi Kimia FMIPA-UII adalah salah satu Prodi di Lingkungan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta yang sedang terus mengembangkan diri menuju program studi dengan kualitas pengajaran dan riset yang tinggi berwawasan pada Kearipan Lokal (Local Geneus).

Dr. Is Fatimah
Ketua Program Studi

Dr. Dwiarso Rubiyanto, M.Si.
Sekretaris Program Studi

READ MORE...

Polls

Life Is Chemistry and There Is No Life Without Chemistry...