About Ilmu Kimia
Monday, 07 April 2008

A BETTER LIFE THROUGH CHEMISTRY
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Program Studi Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  Universitas Islam Indonesia (FMIPA-UII) adalah program studi yang didirikan pada tanggal 20 Juni 1996 berdasarkan Keputusan Dirjen DIKTI No.96/DIKTI/Kep./1996.

Program Studi Ilmu Kimia memiliki perhatian dan pemikiran yang besar terhadap perkembangan lingkungan di mana program studi ini berdiri, tumbuh dan berkembang  serta lingkungan disekitarnya. Potensi daerah dirasakan selama ini jauh dari perhatian pengembangan dan penerapan keilmuan perguruan tinggi. Sumber daya alam dan manusia di daerah di mana UII berada, atau masing-masing civitas akademika UII berasal, memiliki keragaman dan kelebihan potensial yang perlu dioptimalkan. 
Keinginan untuk berkiprah dengan teknologi tinggi yang dikembangkan di proyek industri mercusuar telah menjauhkan perguruan tinggi dari teknologi aplikatif yang diinginkan untuk pengembangan potensi daerah, sehingga potensi yang ada selama ini hanya berkembang dengan cara tradisional. Salah satu upaya nyata Program Studi Ilmu Kimia untuk mewujudkan hal itu adalah dengan melakukan kegiatan ilmiah yang melibatkan masyarakat luas dalam bentuk workshop dan pelatihan tentang potensi, budidaya, produksi dan perdagangan minyak atsiri yang merupakan potensi daerah yang belum disentuh. Kegiatan yang secara rutin dilakukan tiap tahun ini cukup menarik minat masyarakat, baik petani, pedagang, usahawan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda.
Program Studi Ilmu Kimia merupakan satu-satunya program studi yang berada dalam pengelolaan Jurusan/program studi Kimia. Ketersediaan sumber daya di bidang kimia sebagai staf akademik yang dapat mengelola Program Studi Ilmu Kimia dan tersedianya fasilitas laboratorium serta ketersediaan ruang dan fasilitas perkuliahan merupakan faktor-faktor internal yang mendukung berdirinya program studi ini. Di samping itu, terjalinnya kerja sama yang erat antara UII dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), pemanfaatan laboratorium penelitian dan analisis milik pemerintah, seperti BATAN, BP POM, BTKL, BPPTK, dan Balai Kulit DIY sehingga pemanfaatan sumber daya di bidang kimia untuk membantu pelaksanaan proses pembelajaran dapat dimungkinkan.
Melalui program SEMI-QUE V tahun 2003 yang pernah diperolehnya, prodi ilmu kimia telah berhasil memperbaiki manajemen internal dan mutu akademik, sehingga berdampak terhadap kualitas proses pembelajaran.

Program Studi Ilmu Kimia memiliki perhatian dan pemikiran yang besar terhadap perkembangan lingkungan di mana program studi ini berdiri, tumbuh dan berkembang  serta lingkungan disekitarnya. Potensi daerah dirasakan selama ini jauh dari perhatian pengembangan dan penerapan keilmuan perguruan tinggi. Sumber daya alam dan manusia di daerah di mana UII berada, atau masing-masing civitas akademika UII berasal, memiliki keragaman dan kelebihan potensial yang perlu dioptimalkan. 
Keinginan untuk berkiprah dengan teknologi tinggi yang dikembangkan di proyek industri mercusuar telah menjauhkan perguruan tinggi dari teknologi aplikatif yang diinginkan untuk pengembangan potensi daerah, sehingga potensi yang ada selama ini hanya berkembang dengan cara tradisional. Salah satu upaya nyata Program Studi Ilmu Kimia untuk mewujudkan hal itu adalah dengan melakukan kegiatan ilmiah yang melibatkan masyarakat luas dalam bentuk workshop dan pelatihan tentang potensi, budidaya, produksi dan perdagangan minyak atsiri yang merupakan potensi daerah yang belum disentuh. Kegiatan yang secara rutin dilakukan tiap tahun ini cukup menarik minat masyarakat, baik petani, pedagang, usahawan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda.
Program Studi Ilmu Kimia merupakan satu-satunya program studi yang berada dalam pengelolaan Jurusan/program studi Kimia. Ketersediaan sumber daya di bidang kimia sebagai staf akademik yang dapat mengelola Program Studi Ilmu Kimia dan tersedianya fasilitas laboratorium serta ketersediaan ruang dan fasilitas perkuliahan merupakan faktor-faktor internal yang mendukung berdirinya program studi ini. Di samping itu, terjalinnya kerja sama yang erat antara UII dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), pemanfaatan laboratorium penelitian dan analisis milik pemerintah, seperti BATAN, BP POM, BTKL, BPPTK, dan Balai Kulit DIY sehingga pemanfaatan sumber daya di bidang kimia untuk membantu pelaksanaan proses pembelajaran dapat dimungkinkan.
Melalui program SEMI-QUE V tahun 2003 yang pernah diperolehnya, prodi ilmu kimia telah berhasil memperbaiki manajemen internal dan mutu akademik, sehingga berdampak terhadap kualitas proses pembelajaran.

Last Updated ( Sunday, 18 July 2010 )