Tim Mahasiswa Kimia UII Sukses Raih Gold Medal di WICC 2017, Korea Selatan
Written by Cecep Sa'bana Rahmatillah   
Monday, 31 July 2017
 Mahasiswa Prodi Kimia UII kembali menorehkan prestasi di ajang internasional dalam bidang inovasi. Tim UII ini seluruhnya dari Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) UII yang terdiri dari Muhammad Alfan Auliya, Amri Yahya, dan Aulia Agustia Yuniar. Ketiganya berhasil meraih Gold Medal Award, Spesial Award from WIIPA, dan Special Honour of Invention from Canada dalam 6th World Invention Creativity Contest 2017. Acara ini diadakan pada tanggal 28-30 Juli 2017 di Seoul Trade Exhibition & Convention (SETEC) Hangnyoul, Gangnam, Seoul, Korea Selatan.
Acara yang sudah memasuki tahun ke enam ini diadakan oleh Korea University Invention Association (KUIA) yang bekerjasama dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA), MILSET Internasional dan MILSET Asia, AIA, Asian Caucus of Invention Assocations (ACIA), ACSIA, IRIS dan TISIAS-Kanada. Seluruh asosiasi ini tergabung dalam International Federation of Inventors Association (IFIA).
 
 
 Tim Studentpreneur UII mengembangkan inovasi produk lilin aromaterapi berbasis minyak atsiri. Lilin ini dikemas dengan bentuk menarik dengan formulasi minyak atsiri sebagai bahan utama. Wangi dari produk lilin tersebut diklaim dapat memberi ketenangan bagi orang-orang yang menghirupnya. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi terapi yang positif dan menyenangkan.
“Ini merupakan kecemasan kami untuk melihat masalah masyarakat perkotaan yang mudah mengalami stress. Inovasi ini merupakan sebuah penemuan dasar untuk memberikan relaksasi sehingga tingkat stress menurun.”Ungkap Alfan sebagai salah satu peserta tim
Inovasi yang dibawa oleh tim StudentPreneur ini dilatarbelakangi meningkatnya permasalahan kesehatan mental di masyarakat. Permasalahan masyarakat urban dengan tingkat stres dan depresi yang tinggi diharapkan dapat berkurang dengan rajin menghirup wangi lilin aromaterapi.
“Kami berharap untuk pengembangan produk ini ke depannya mendapatkan dukungan lebih untuk penelitian lanjutan sehingga pembuatan design maupun formula lebih kompleks untuk siap dipasarkan yang dapat dipakai oleh semua kalangan baik anak-anak, mahasiswa maupun lansia di Indonesia.” Tutupnya. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Nurcahyo Imam Prakoso M,Sc selaku dosen Prodi Ilmu Kimia.
Proses seleksi yang dilalui oleh tim UII tidak mudah karena terdapat beberapa tahapan. Mulai dari pengumpulan abstrak, deskripsi produk hingga dengan foto produk. Selain itu perwakilan dari UII juga harus bersaing dengan negara lain seperti dari Malaysia, Korea Selatan, Vietnam, USA, Taiwan, Iran, China, Philipina, dll.
Last Updated ( Monday, 07 August 2017 )