Tatang Shabur Julianto, S.Si., M.Si.

Email: [email protected]

NIK: 016120102

Pangkat/golongan:
Lektor / III/c

Tempat dan tanggal lahir:
Pamekasan, 17 Juli 1976

Alamat Rumah:

Griya Taman Asri H/306, Donoharjo, Ngaglik
Sleman, Sleman
Daerah Istimewa Jogjakarta Indonesia
Tlp : 0274-867574
HP : 081578704050

Riwayat Pendidikan:

S1:  Universitas Diponegoro Semarang   (S.Si.)         Bidang : Kimia Bahan Alam/Biokimia

S2:  Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (M.Si.)    Bidang : Kimia Organik Sintesis

Mata Kuliah:
– Biokimia (S1);
– Bioteknologi (S1);
– Fitokimia (S1);
– Kimia Hasil Alam (S1);
– Mirobiologi Industri (S1);
– Praktikum Kimia Organik (S1);
– Praktikum Biokimia (S1);

Bidang Keahlian:

Kimia Organik. Sintesis Kimia Organik, Kimia Bahan Alam.

Topik Riset
  • Pengembangan Obat Bahan Alam Tumbuhan dan Sintesis Organik
  • Modifikasi dan Diversifikasi Pangan
  • Pengembangan Pestisida Alamiah

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan jenis tumbuhan yang diperkirakan mencapai sekitar 25.000 jenis atau lebih dari 10 % dari jenis flora dunia. Ditambah dengan jumlah jenis lumut dan gangang yang berjumlah ± 35.000 jenis dimana 40 % diantaranya merupakan jenis yang endemik atau hanya terdapat di Indonesia saja. Dengan tingginya kekayaan alam yang dimiliki Indonesia itu yang dilihat dari keanekaragaman tumbuhan yang ada, memungkinkan untuk ditemukannya beraneka jenis senyawa kimia, walaupun beberapa senyawa kimia itu telah banyak ditemukan tetapi berdasarkan sejarah penemuan dan pengembangan telah membuktikan bahwa peluang untuk terjadinya temuan-temuan baru adalah sangat besar.  Berdasarkan hal itu, sebagai negara yang termasuk negara mega biodiversity maka riset kimia bahan alam telah menjadi ujung tombak penelitian para ahli kimia Indonesia.
Senyawa-senyawa metabolit sekunder dalam bahan alam, meskipun tidak sangat penting bagi eksistensi suatu individu, tetapi sering berperan bagi kelangsungan hidup suatu spesies dalam perjuangan menghadapi spesies-spesies lain. Sebagai contoh pada tumbuhan, senyawa metabolit sekunder biasa digunakan sebagai senjata penangkal serangan hama dan penyakit. Sedangkan pada hewan, senyawa metabolit sekunder seperti feromon digunakan sebagai zat penarik sex. Sejauh ini telah diketahui bahwa tumbuhan memproduksi senyawa metabolit sekunder lebih banyak dibandingkan hewan. Metabolit ini dapat diisolasi dan dimodifikasi baik melalui sintesis organik maupun biokonversi menggunakan bantuan mikroorganisme. Hasil identifikasi struktur kimia dan modifikasi tersebut dapat dikembangkan sebagai usaha untuk menemukan obat baru dan jenis varian makanan yang bernilai gizi lebih tinggi.

Roadmap

Target Penelitian

Penelitian untuk 3 tahun ke depan difokuskan pada pengembangan obat antimalaria baik melalui sintesis organik total maupun isolasi bahan alam.

Saat ini peneliti sedang mengembangkan metode sintesis baru senyawa antimalaria Artemisinin menggunakan 3-carene (salah satu senyawa utama dalam minyak terpentin) dengan tahapan yang pendek. Artemisinin merupakan senyawa antimalaria yang pada saat ini direkomendasikan oleh World Health Organisation (WHO). Saat ini senyawa penting ini diisolasi dari tanaman Artemisia annua yang hanya tumbuh di daerah sub tropis seperti China, Amerika Serikat, Vietnam dan sebagainya. Metode isolasi dan ekstraksi memerlukan biaya yang cukup mahal, selain itu rendemen yang diperoleh sangat sedikit. Hal tersebut menyebabkan harga artemisinin menjadi mahal. Ironisnya, tanaman ini sulit tumbuh di Indonesia yang notabene merupakan salah satu negara endemik malaria di dunia. Oleh karenanya Indonesia harus melakukan impor senyawa tersebut. Singkatnya jalur sintesis memberikan keuntungan dan peluang bagi industri untuk dapat memproduksi Artemisinin secara massal.

Struktur senyawa antimalaria Artemisinin

Selain artemisinin, peneliti juga sedang melakukan isolasi senyawa antimalaria yang terkandung di dalam tumbuhan Kayu Songga (Kayu Ular). Tumbuhan ini dipercaya oleh masyarakat tradisional dapat menyembuhkan malaria. Tumbuhan ini berasal dari provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Ekstrak Kayu Songga sebagai Antimalaria

Publikasi Ilmiah
  • Tatang Shabur Julianto, Restu Ayu Mumpuni, 2016, Chitosan and N-Alkyl Chitosan as Base Heterogeneous Catalyst in Transesterification of Used Cookong Oil, IOP, 10th Joint Conference on Chemistry, Surakarta
  • Tatang Shabur Julianto, Jumina, Mustofa, Hardjono S., Maryanti, 2015, Free Solvent Isomeization 3-carene to 2-carene in Isolimonene Production as Starting Material of Antimalaria Artemisinin, RSCE 2015, 24-25 September 2015, Bangkok
  • Tatang Shabur Julianto, Nurul Atikah, 2014, Penerapan Reverse Rotating Reactor Untuk Produksi Biodiesel Minyak Jelantah Menggunakan Katalis Heterogen Kitosan, EKSAKTA, Jurnal Ilmiah MIPA, 13 (1).
  • Rudy Syah Putra, Tatang Shabur Julianto, Puji Hartono, 2014, Pre-treatment of Used-Cooking Oil as Feed Stocks of Biodiesel Production by Using Activated Carbon and Clay Minerals, International Journal of Renewable Energy Development (IJRED), 3 (1)
  • Tatang S. J., 2008, Isolasi dan Identifikasi Senyawa Alkaloid Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.) dan Uji Aktivitasnya Sebagai Insektisida terhadap Ulat Grayak (Spodoptera litura (Fab.)), Jurnal    Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 10, No. 1 Februari 2008.
  • Tatang S. J., 2007, Optimasi Metode Isolasi Senyawa Isoflavon Daidzein dalam Tempe Kedelai,     Jurnal    Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 9, No. 2    Agustus 2007.
  • Tatang S. J., Jumina, Chairil Anwar, 2007, Synthesis of Antimalarial Compound (1)-N-3’,4’-dimethoxybenzyl-1,10-phenanthrolinium chloride from Vanillin,     Prosiding    Proceeding of The International Seminar on Natural Seciences and Applied Natural Sciences, FMIPA, Universitas Ahmad Dahlan, Jogjakarta,     Februar 2007.
  • Tatang S. J., Jumina, Chairil Anwar, 2007, Synthesis of Antimalarial Compound (1)-N-3’,4’-dimethoxybenzyl-1,10-phenanthrolinium bromide from Vanillin, Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 9, No. 1, Edisi Februari 2007    Jurnal    Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 9, No. 1     Februari 2007.
  • Tatang S. J., Chairil  Anwar, Dwi Yuni Astuti, 2006, Isolasi Minyak Mahkota Dewa dan Penentuan Komposisi Asam Lemaknya    Jurnal    Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 8, No. 2 Agustus 2006.
  • Tatang S. J., Is Fatimah, Bernita Ratih K., 2006, Perbandingan Kadar Fruktosa, Glukosa, dan Sukrosa pada Madu Bungan Randu Perkebunan (Ceiba pentandra L. Gaerto) dengan Madu Bunga Randu Pasaran menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC)    Jurnal    Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 8, No. 1     Februari 2006.
  • Reni B., dan Tatang S. J., 2005, Identifikasi Flavonoid Ekstrak Metanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl) menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Jurnal    Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 7, No.2    Agustus 2005.
  • Tatang S. J., dan Yuli R., 2003, Identifikasi Flavonoid Ekstrak Metanol Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl) menggunakan Spektrofotometer UV-Vis     Prosiding    Prosoding Seminar Nasional Farmasi, Universitas Islam Indonesia Jogjakarta    2003.
HaKI/Hak Kekayaan Intelektual (Buku/Paten)

Buku:

  • Tatang S Julianto, 2016, Minyak Atsiri Bunga Indonesia, ISBN 978-602-280-154-2 Penerbit Deepublish, Yogyakarta
  • Tatang S Julianto, 2013, Biokimia: Biomolekul dalam perspektif Al-Quran, ISBN 978-602-280-154-2 Penerbit Deepublish, Yogyakarta

Paten:

  • Tatang Shabur Julianto, 2016, Metode Penurunan Kandungan Asam Lemak Bebas Dalam Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel, Patent Pending
Keynote Speakers

Menjadi pembicara/instruktur dalam berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional, baik berupa Seminar, Simposium, Pelatihan, Workshop dan lain sebagainya.

Keanggotaan Profesional

1. Anggota Himpunan Kimia Indonesia (HKI)

2. Member of Royal Society of Chemistry (RSC)

Sertifikasi dan Penghargaan