Ndherek Mangayubagyo, Alhamdulillah… Prof. Riyanto, Ph.D. Terpilih Menjadi Dekan FMIPA UII Periode 2018-2022

Welcome RSC

Prodi Kimia FMIPA UII Berkomitmen Tingkatkan Kapasitas Dosen dalam Delivery Knowledge

Kualifikasi dan kompetensi merupakan komponen yang harus dimiliki oleh personel penyelenggara perguruan tinggi dalam hal ini ada dosen dan staff akademik. Dosen UII pada khususnya adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan dakwah islamiyah. Dosen dapat diibaratkan sebagai mesin penggerak bagi segala hal yang terkait dengan aktivitas akademis. Peningkatan kapasitas dosen sangat diperlukan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dan membutuhkan kemampuan adaptif  untuk  mengikuti perubahan-perubahannya. Dalam merespon peningkatan jumlah mahasiswa, PS. Kimia telah melakukan rekruitmen dosen secara intensif sejak 2015. Dalam pemenuhan rasio dosen: mahasiswa, PS. Kimia telah merekrut 13 dosen baru sehingga saat ini komposisi dosen terdiri dari 8 dosen senior menurut kepangkatan dan jenjang akademik, serta 12 dosen pemula.

Pengalaman dan kapasitas dalam kegiatan belajar-mengajar merupakan salah satu hal sangat penting mengingat jenjang dan kepangkatan akademik dosen pemula yang lebih dominan. Sebagai upaya dalam merespon kebutuhan pelaksanaan Kurikulum 2017 serta metode belajar yang adaptif dan efektif, pengayaan ketrampilan dosen dalam hal pedagogik sangat diperlukan. Oleh karena itu direncanakan suatu aktivitas Lokakarya Pedagogik.

Saat ini Program Studi Kimia FMIPA UII sedang menunggu proses Reakreditasi dari BAN-PT dan akreditasi dari RSC (Royal Society of Chemistry). Pada saat pengajuan reakreditas BAN-PT dan akreditasi RSC, Program Studi Kimia FMIPA UII telah melakukan perubahan kurikulum yang sebelumnya menggunakan kurikulum 2012 yang sesuai dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan saat ini menggunakan kurikulum 2017 yang telah disesuakan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan RSC. Ciri khas kurikulum baru tahun 2017 telah tertuang dalam penjelasan evaluasi diri mengenai dokumen kurikulum. Oleh karena Perangkat kurikulum baru 2017 merupakan kurikulum penyempurnaan dengan banyak aspek yang belum tertuang pada kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2012, maka beberapa aspek pendukung pelaksanaan kurikulum yang mumpuni sangat dibutuhkan salah satunya adalah peningkatan kapasitas dosen yang memegang peran central harus memiliki kompetensi pedagogik yang disesuaikan dengan kurikulum saai ini.

Berdasarkan hasil evaluasi diri mengenai Nilai Kinerja Mengajar Dosen (NKMD) pada tahun 2017, dapat dilihat bahwa dosen membutuhkan adanya pelatihan dalam hal mengajar. Oleh karena itu, pada usulan ini Prodi Kimia mengusulkan perlunya lokakarya Pedagogik bagi dosen Program Studi Kimia FMIPA UII. Luaran dari aktivitas ini diharapkan penilaian mahasiswa terhadap kinerja mengajar dosen dapat meningkat yang tercermin dari Nilai Kinerja Mengajar Dosen (NKMD) pada tahun 2018.

Lokakarya tersebut dilaksanakan di The Rich Jogja Hotel, pada 28 April 2018, menghadirkan pembicara yang luar biasa, yaitu: Drs. Jaslin, M.App.Sc., Ph.D dari UNY dan Dr. Drs. Hujair AH. Sanaky, M.Ag. pakar Pendidikan dari UII.

Demi Meningkatkan Publikasi Dosen Prodi Kimia Menggelar Lokakarya Penulisan Publikasi Ilmiah

Publikasi karya ilmiah dosen merupakan salah tolak ukur efektivitas pelaksanaan kegiatan penelitian suatu program studi dan sekaligus mendukung pembaruan materi pembelajaran. Sesuai dengan hasil evaluasi diri dan aktivitas B.2, berdasarkan distribusi luaran dan publikasi penelitian dosen PS.Kimia yang belum merata, upaya peningkatan kapasitas dosen dalam publikasi ilmiah masih sangat diperlukan. Selain dominannya dosen jenjang kualifikasi akademik pemula, induksi terhadap budaya tata kelola penelitian yang mengarah pada kuantitas dan kualitas luaran penelitian masih sangat diperlukan. Aspek-aspek publikasi ilmiah meliputi pemahaman mengenai klasifikasi jurnal, etika ilmiah, tahap-tahap penulisan ilmiah, penyiapan manuskrip yang berkualitas dan target luaran publikasi menjadi kata-kata kunci dalam peningkatan kapasitas ini.

Kualifikasi dan kompetensi merupakan komponen yang harus dimiliki oleh personel penyelenggara perguruan tinggi dalam hal ini ada dosen dan staff akademik. Dosen UII pada khususnya adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan dakwah islamiyah. Dosen dapat diibaratkan sebagai mesin penggerak bagi segala hal yang terkait dengan aktivitas akademis. Pentingnya keberadaan dosen berprestasi bagi sebuah program studi membuat tidak sedikit perguruan tinggi menjadi unggul karena kualitas dan kapasitas para dosen yang bekerja di dalamnya. Tugas penyebaran ilmu pengetahuan dapat diwejahwantahkan dalam bentuk banyak publikasi ilmiah baik nasional dan internasional, intensitas penelitian yang tinggi yang selanjutnya dapat diaplikasikan dalam menjawab permasalahan yang terjadi di masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan bahan ajar.

Selain dominannya dosen jenjang kualifikasi akademik pemula, induksi terhadap budaya tata kelola penelitian yang mengarah pada kuantitas dan kualitas luaran penelitian masih sangat diperlukan. Kegiatan inisiasi ini akan dilaksanakan melalui kegiatan Lokakarya Penulisan Publikasi Ilmiah yang komprehensif. Lokakarya akan dilaksanakan dengan pendampingan langsung terhadap draft publikasi setiap dosen guna memastikan adanya peningkatan kualitas luaran.

Lokakarya Penulisan Publikasi Karya Ilmiah Dosen dilaksanakan di The Rich Jogja Hotel, pada Sabtu, 28 April 2018. dengan menghadirkan dua pembicara hebat, yaitu: Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr.rer.nat. Terry Mart.

Prodi Kimia Selenggarakan Lokakarya Penyusunan Standar Kerangka Tugas Akhir (Skripsi) Mahasiswa bagi Dosen

Pada Kurikulum Kimia 2017 mahasiswa PS. Kimia mengharuskan untuk dapat menyelesaian skripsi maksimal 1 semester (6 bulan) agar masa studi mahasiswa tepat waktu. Namun pada periode tahun 2013-2017 lama studi mahasiswa mengalami penurunan yaitu 4 tahun 7 bulan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya motivasi mahasiswa, peralatan dan bahan pendukung penelitian di laboratorium, sulitnya menemukan referensi bacaan buku dan jurnal,serta aktivitas Dosen Pembimbing Skripsi yang padat, sehingga kurang mampu memberikan perhatian pada mahasiswa. Sedangkan faktor lain misalnya pengambilan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bersamaan dengan pengambilan Skripsi, namun faktor ini jarang terjadi.

Salah satu langkah yang akan diupayakan oleh PS. Kimia adalah melibatkan dosen pemula dalam monitoring dan pembimbingan skripsi. Namun demikian, diperlukan pemaham bersama terhadap beban dan prosedur pelaksanaan skripsi. Di sisi lain, tidak semua dosen memiliki persepsi yang sama terhadap beban skripsi mahasiswa.

Kendala-kendala di atas oleh PS. Kimia perlu dilakukan sebuah perbaikan salah satunya dengan melakukan persamaan persepsi pada setiap dosen dalam proses bimbingan agar dapat mempercepat waktu masa studi. Persamaan persepsi dibuat dalam bentuk kerangka standar kelulusan pada setiap dosen.

Proses pembimbingan dosen dalam hal ini adalah salah satu faktor klasik yang sangat berpengaruh terhadap proses penyelesaian Tugas Akhir (TA). Mahasiswa yang terkendala pada pembimbingan sering mengalami keterlambatan dalam penyusunan tugas akhir dan berpengaruh pada masa studi. Oleh karena itu diperlukan persamaan persepsi dan standar kerangka kelulusan pada setiap dosen. Kerangka standar ini digunakan untuk memantau proses penyelesaian TA mahasiswa seperti mengontrol waktu penyelesaian penelitian, kendala dalam proses penelitian dan penyelesaian dalam proses penulisan.dengan demikian, mahasiswa mendapatkan akomodasi dan motivasi dalam penyelesaian TA sehingga masa studi dapat lebih cepat.

Kualifikasi dan kompetensi kelulusan mahasiswa merupakan bagian yang harus selalu dilakukan per baikan, sesuai Kurikulum Kimia 2017 mahasiswa diharuskan dapat lulus maksimal dalam 1 semester (6 bulan). Dosen merupakan salah fasilitator yang mempengaruhi proses penyelesaian studi mahasiswa dengan melakukan pembimbingan yang rutin. Proses pembimbingan yang rutin selain dapat mendukung proses penyelesaian TA juga dosen dapat mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa selama proses penyusunan TA. Dengan adanya kerangka standar kelulusan ini dosen dapat mengkontrol proses penyelesaian TA pada setiapa mahasiswa bimbingannya.

Selain dosen pembimbing, peran staff akademik dalam suatu program studi juga tidak kalah penting sebagai instrumen pendukung aktivitas administrasi akademik. Staff  akademik merupakan jembatan penghubung antara mahasiswa dan dosen dalam menunjang kelancaran dalam urusan administrasi dan proses kelulusan mahasiswa. Kualitas staff akademik menentukan efesiensi proses akademik di suatu program studi. Oleh karena itu sangat diperlukan strategi yang dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas bagi dosen dan staff akademik melalui suatu aktivitas seperti Lokakarya penyusunan standar kerangka tugas akhir (skripsi) mahasiswa bagi dosen.

Lokakarya tersebut dilaksanakan di The Rich Jogja Hotel, pada Jum’at, 27 April 2018, hadir semua dosen termasuk Kaprodi dan Sekprodi Kimia FMIPA UII.

 

Studium Generale Elusidasi Struktur Senyawa Anorganik (ESSA)

Saat ini Program Studi (PS) Kimia telah melaksanaakan system pembelajaran dengan kurikulum baru yaitu kurikulum 2017. Kurikulum 2017 ini merupakan hasil penyempurnaan kurikulum 2012 yang telah disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta Royal Society of Chemistry (RSC) dan masukan dari para alumni, stakeholder dan organisasi profesi (Himpunan Kimiawan Indonesia/ HKI). Perubahan kurikulum pada intinya berkaitan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Kimia di mana secara umum akan berpengaruh pada kualitas alumni program studi. Guna mendukung terpenuhinya CPL dari setiap lulusan, berbagai upaya penyediaan sarana-prasarana, penjalinan kerjasama dengan institusi-institusi di dalam dan luar negeri, pengaktifan jejaring alumni serta perolehan dana hibah eksternal telah dilakukan oleh PS.Kimia. Oleh karena itu dengan adanya kurikulum baru tersebut ada beberapa matakuliah baru yang yang terselenggara yang berimbas pada matakuliah lama yang bobot satuan kredit semester (sks) nya berkurang sehingga akan berimbas pada konversi nilai matakuliah. Salah satu matakuliah baru yang diusung pada kurikulum 2017 tersebut adalah Elusidasi Struktur Senyawa Anorganik dengan bobot 2 sks. Matakuliah ini merupakan matakuliah wajib yang tujuannya untuk membekali mahasiswa semester V dalam menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir (Skripsi). Melalui matakuliah ini diharapkan mahasiswa dapat dan mampu menyelesaikan karakterisasi yang berhubungan dengan material hasil sintesis pada Tugas Akhir. Pentingnya pengetahuan tersebut perlu didukung dengan adanya workshop Elusidasi Struktur Material mengingat mahasiswa angkatan 2015 pada semester V yang belum mendapatkan matakuliah tersebut akibat adanya perubahan kurikulum saat ini.

Pelaksanaan Studium Generale tersebut terlaksana pada hari Senin, 23 April 2018 di Auditorium FTSP Lantai 3, dengan menghadirkan pembicara Drs. Roto, M.Eng., Ph.D. dari Jurusan Kimia FMIPA UGM dan Dr. Is Fatimah dari Program Studi Kimia FMIPA UII.

Materi Drs. Roto, M.Eng., Ph.D. download di sini

Materi Dr. Is Fatimah download di sini