
PROGRAM STUDI KIMIA
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Prodi Kimia FMIPA UII telah terakreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan terakreditasi internasional dari Royal Society of Chemistry (RSC) dari Inggris dan Accreditation in Engineering Computer Sciences Natural Sciences Mathematics (ASIIN) dari Jerman. Selain itu Prodi Kimia FMIPA UII juga telah menerapkan konsep Outcome Based Education (OBE) dalam kegiatan perkuliahannya yang mengacu pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Kondisi akreditasi ini di satu sisi memberikan nilai lebih bagi status Prodi Kimia FMIPA UII, namun sekaligus juga menjadi tantangan untuk dapat meningkatkan peluang-peluang kemitraan dengan instansi atau institusi atau lembaga di luar kampus yang setara.
Beberapa tahapan evaluasi kurikulum baik berupa penajaman, peninjauan ulang serta pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPL-CPMK) telah dilakukan yang pada kesimpulannya menunjukkan bahwa CPL Prodi Kimia FMIPA UII yang berjumlah 31 dianggap terlalu banyak dan sulit diukur. Pada kondisi pandemi COVID-19 ini semakin terasa kesulitannya manakala pembelajaran dilakukan secara full daring (dalam jaringan; online) yang membutuhkan perhatian lebih pada bagaimana pengukuran CPL dapat dilakukan secara tepat dan objektif.
Sejak tahun 2020, Prodi Kimia FMIPA UII sudah melakukan upaya adaptif terhadap kebijakan MBKM dengan implementasi kurikulum melalui jalur Praktek Kerja Lapangan-plus (PKL-plus) dengan beberapa mitra seperti LIPI, BATAN, dan PT Aristek. Langkah tersebut dilanjutkan dengan membuka lagi peluang-peluang yang lebih banyak melalui pembelajaran di luar kampus sebagai bagian dari implementasi utuh dari tuntutan kurikulum MBKM seperti jalur Membangun Desa atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, jalur studi/proyek independen dan jalur skripsi atau riset, namun diperlukan upaya-upaya lebih di masa pandemi ini.
Pada penyusunan dokumen kurikulum 2022 ini, Prodi Kimia FMIPA UII mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku saat ini. Peraturan dan perundangan yang diacu dalam penyusunan dokumen kurikulum 2022 antara lain sebagai berikut :
- Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Rektor Nomor 11 Tahun 2017 tentang Capaian Pembelajaran Lulusan Universitas dan Mata Kuliah Wajib Universitas
- Peraturan Rektor Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman penyusunan kurikulum Universitas Islam Indonesia 2019;
- Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pembelajaran di Luar Program Studi di Lingkungan Universitas Islam Indonesia, serta
- Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi 2020 yang diterbitkan oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti.
Kualitas Dosen
Kualitas Dosen Tetap Prodi Kimia FMIPA UII sudah sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui UU Nomor 14 Tahun 2005. Seluruh dosen memiliki bidang keahlian yang sangat sesuai dengan bidang ilmu kimia. Dosen Prodi Kimia FMIPA UII terdiri 23 dosen dan 4 dosen telah bergelar Guru Besar yakni Prof. Riyanto, Ph.D., Prof. Rudy Syahputra, Ph.D, Prof. Allwar, Ph.D, dan Prof. Dr. Is Fatimah, M.Si. Berdasarkan hasil evaluasi sumber daya manusia, Prodi Kimia FMIPA UII telah memiliki sumber daya dosen yang baik untuk menunjang kegiatan akademik di lingkungannya. Namun, dikarenakan konsep kampus merdeka tergolong kebijakan baru, perlu diadakan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dosen dan kesiapan Prodi Kimia FMIPA UII terhadap kebijakan tersebut. Sehingga, proses pemutakhiran kurikulum ini dapat dipahami dan disepakati bersama yang nantinya dapat mendukung perjalanan kurikulum tersebut.
Aktivitas Penelitian
Aktivitas penelitian pada Prodi Kimia FMIPA UII secara struktural dilaksanakan di bawah tanggung jawab setiap kepala laboratorium yang bertanggung jawab pada proses pengembangan muatan keilmuan sesuai dengan bidang masing-masing. Di tingkat universitas dikendalikan oleh DP2M. Sampai saat ini belum terlihat dengan nyata adanya koordinasi pelaksanaan penelitian baik tingkat jurusan, fakultas, maupun universitas sehingga aktivitas penelitian masih belum optimal. Selama 2 tahun terakhir beberapa dosen mendapatkan hibah penelitian dari Dikti sehingga sumber pembiayaan tidak hanya dari individu atau dari lingkungan UII.
Di tingkat program studi, Prodi Kimia FMIPA UII telah menetapkan keunggulan riset (research excellencies) yang mengarah pada 3 topik unggulan, yakni:
- Pengembangan minyak atsiri.
- Material dan elektrokimia untuk energi dan lingkungan.
- Isolasi dan sintesis bahan alam non atsiri untuk kesehatan dan pangan.
Realisasi dari penetapan keunggulan riset dilaksanakan melalui pemberdayaan laboratorium grup penelitian. Berdasarkan skema tersebut, saat ini Prodi Kimia FMIPA UII memiliki satu laboratorium penelitian bersama dosen dan mahasiswa serta 5 laboratorium grup riset yang masing-masing dipimpin oleh dosen senior.




