Dalam menjalankan fungsi operasionalnya, Program Studi Kimia telah berusaha mengikuti sistem manajemen mutu yang dicanangkan universitas. Termasuk penyusunan kurikulum baru Program Studi Kimia pada tahun 2012 yang merupakan implementasi dari sistem manajemen mutu universitas. Namun seiring perkembangan disiplin ilmu kimia modern serta penyesuaian terhadap kebutuhan pengguna, kurikulum tersebut berdasarkan standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dirasa masih belum sempurna dalam hal Struktur Kerangka Penyusunan dan implementasi kurikulum serta kontrol atau evaluasi pelaksanaannya.
Dengan diterbitkannya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai Peraturan Presiden no 8 tahun 2012, maka mendorong semua perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan di dalamnya. KKNI merupakan pernyataan kualitas SDM Indonesia, dimana tolok ukur kualifikasinya ditetapkan berdasarkan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang dimilikinya. Jenjang kualifikasi merupakan kesepakatan nasional, khususnya untuk pendidikan tinggi, yaitu lulusan setiap program studi paling rendah harus setara dengan deskripsi capaian pembelajaran tertentu menurut jenjangnya, misal, Sarjana setara jenjang 6 KKNI, Magister setara jenjang 8.
Kurikulum pendidikan tinggi merupakan program untuk menghasilkan lulusan, sehingga program tersebut seharusnya menjamin agar lulusannya memiliki kualitas yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI.  Konsep yang dikembangkan DIKTI (Ditjen Belmawa) selama ini dalam menyusun kurikulum dimulai dengan menetapkan profil lulusan yang kemudian dirumuskan kemampuan/kompetensinya. Dengan adanya KKNI rumusan “kompetensi” lulusan perlu dikaji terhadap deskripsi dan jenjang kualifikasi yang ditetapkan di dalam KKNI.
Dalam KKNI “kemampuan” dirumuskan ke dalam istilah “capaian pembelajaran”(terjemahan dari learning outcomes), dimana kompetensi tercakup di dalamnya atau merupakan bagian dari capaian pembelajaran. Penggunaan istilah kompetensi  yang digunakan DIKTI selama ini sebenarnya setara dengan capaian pembelajaran yang digunakan dalam KKNI, hanya karena didunia kerja penggunaan istilah kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang sifatnya lebih terbatas, terutama yang terkait dengan uji kompetensi dan sertifikat kompetensi, maka selanjutnya dalam kurikulum pernyataan “kemampuan lulusan” digunakan istilah capaian pembelajaran. Disamping hal tersebut, dalam kerangka kualifikasi  di banyak negara (internasional), untuk mendeskripsikan kemampuan setiap jenjang kualifikasi digunakan istilah “learning outcomes”.
Deskripsi capaian pembelajaran dalam KKNI, mengandung empat unsur, yaitu unsur sikap dan tatanilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab. Dengan telah terbitnya Standar Nasional  Pendidikan Tinggi (SN Dikti)  rumusan capaian pembelajaran tercakup dalam salah satu standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dalam SN Dikti capaian pembelajaran terdiri dari unsur  sikap , ketrampilan umum, ketrampilan khusus, dan pengetahuan. Unsur sikap dan ketrampilan umum telah dirumuskan secara rinci dan tercantum dalam lampiran  SN Dikti, sedangkan unsur ketrampilan khusus dan pengetahuan, harus dirumuskan oleh forum program studi sejenis yang merupakan ciri lulusan prodi tersebut. Rumusan capaian pembelajaran setiap jenis program studi ditetapkan oleh dirjen DIKTI setelah melalui kajian tim pakar yang ditunjuk. Berdasarkan rumusan ‘capaian pembelajaran’ tersebut kurikulum suatu program studi disusun.
Secara garis besar kurikulum, sebagai sebuah rancangan, terdiri dari empat unsur, yakni capaian pembelajaran, bahan kajian yang harus dikuasai, strategi pembelajaran untuk mencapai, dan sistem penilaian ketercapaiannya. Berikut diuraikan suatu alternatif tahapan penyusunan kurikulum di pendidikan tinggi yang disusun oleh Tim yang dibentuk oleh DIKTI melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA).

1.    Penyusunan rancangan kurikulum dapat dibagi dalam 3 tahap:
1.1    Tahap perumusan capaian pembelajaran
    Bagi prodi yang telah beroperasi, tahap ini merupakan tahap evaluasi kurikulum lama, yakni mengaji seberapa jauh capaian pembelajaran telah terbukti dimiliki oleh lulusan, dan dapat beradaptasi terhadap perkembangan kehidupan. Informasi untuk pengkajian ini bisa didapatkan melalui penelusuran lulusan, masukan pemangku kepentingan, asosiasi profesi/keilmuan, dan perkembangan keilmuan/keahlian. Dalam tahap ini akan dihasilkan rumusan capaian pembelajaran baru. Pada program studi baru, maka tahap pertama ini akan dimulai dengan analisis SWOT, penetapan visi keimuan prodi, melalui kebijakan universitas dalam pengembangan prodi, disamping juga melakukan analisis kebutuhan, serta mempertimbangkan masukan pemangku kepentingan, asosiasi profesi/keilmuan. Semua tahap ini rumusan capaian pembelajaran yang dihasilkan harus memenuhi ketentuan yang tercantum dalam SNPT dan KKNI.
Penyusunan Capaian Pembelajaran lulusan program studi dilakukan melalui tahapan berikut :
a.    Penetapan profil lulusan yaitu menetapkan peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan program studi. Profil dapat ditetapkan berdasarkan hasil kajian terhadap kebutuhan pasar kerja yang dibutuhkan pemerintah dan dunia usaha maupun industri, serta kebutuhan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seyogyanya profil program studi disusun oleh kelompok prodi sejenis, sehingga terjadi kesepakatan yang dapat diterima dan dijadikan rujukan secara nasional. Untuk dapat menjalankan peran-peran yang dinyatakan dalam profil tersebut diperlukan “kemampuan” yang harus dimiliki.
b.    Perumusan kemampuan yang diturunkan dari profil dapat melibatkan pemangku kepentingan juga akan memberikan kontribusi untuk memperoleh konvergensi dan konektivitas antara institusi pendidikan dengan pemangku kepentingan yang nantinya akan menggunakan hasil didiknya. Hal ini menjamin mutu kemampuan lulusan. Perumusan kemampuan lulusan harus mencakup empat unsur untuk menjadikannya sebagai capaian pembelajaran (CP), yakni unsur sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus seperti yang dinyatakan dalam SN DIKTI.
c.    Penentuan sejumlah kemampuan (CP) wajib merujuk kepada jenjang kualifikasi KKNI, terutama yang berkaitan dengan unsur kemampuan kerja, sedangkan yang mencakup sikap dan keterampilan umum dapat mengacu pada rumusan yang telah ditetapkan dalam SN DIKTI sebagai standar minimal, yang memungkinkan ditambah sendiri untuk memberi ciri lulusan perguruan tingginya.
Sebagai rujukan dalam penyusunan dan penetapan CP dapat menggunakan rujukan dari Prodi yang kredibel/Kolokium keilmuan/Badan Akreditasi/Asosiasi Profesi, baik dari dalam maupun luar negeri. Rujukan lain dapat juga digunakan rumusan kompetensi dari Lembaga sertifikasi/hasil penelusuran alumni/usulan dari pengguna lulusan, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

1.2    Tahap pembentukan dan penyusunan mata kuliah
    Pada tahap ini rumusan pengetahuan yang harus dikuasai (diajarkan) dari suatu program studi diurai menjadi bahan kajian dan ditetapkan tingkat penguasan, keluasan, dan kedalamannya. Penetapan ini perlu melibatkan kelompok/bidang/lab. yang ada di program studi, dengan mengacu pada rumpun, cabang, dan ranting keilmuan yang terkait dengan prodi. Untuk membungkus bahan kajian menjadi mata kuliah, harus dimulai dengan membuat matrik antara rumusan sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus dengan bahan kajian, untuk menjamin keterkaitan keduanya. Penetapan besaran sks sebuah mata kuliah didasarkan pada perkiraan waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk dapat memiliki “ kemampuan” yang dibebankan pada mata kuliah tersebut.
a.    Pemilihan bahan kajian
    Pada kurikulum lama (yang berbasis isi), bahan kajian biasanya sudah dituliskan dalam rincian materi ajar (silabus) di setiap mata kuliah. Dalam proses evaluasi kurikulum, materi ajar bisa diperbaharui atau dikembangkan sesuai perkembangan IPTEKS, dan dapat diklasifikasi ke dalam kelompok bidang kajian atau di klasifikasi menurut inti keilmuan (prodi), IPTEKS penunjangnya, IPTEKS pelengkap, yang diunggulkan, ciri PT dan sebagainya sesuai cabang ilmu dan keahlian yang dibangun dan dipelajari pada prodi. Penggambaran/pemetaan bidang keilmuan/keahlian prodi ini dapat mengacu pada nomenklatur rumpun ilmu, dan dengan menetapkan tingkat pemahaman, kedalaman, dan keluasan dari setiap bidang kajian akan menunjukkan kekhususan prodi. Bidang kajian yang khusus ini dapat dijadikan bahan kajian minimal yang harus dikuasai oleh setiap lulusan prodi dan disepakati oleh forum prodi sejenis sebagai “rumusan pengetahuan” dari unsur capaian pembelajaran lulusan prodi.
b.    Pembuatan matriks untuk memetakan keterkaitan mata kuliah dengan CP.
    Baris dari matriks diisi dengan unsur sikap dan ketrampilan umum (yang telah ditetapkan dalam SN Dikti sesuai jenjang prodi) , dan ketrampilan khusus yang disusun oleh forum prodi sejenis; sedangkan “rumusan pengetahuan” dapat diisikan pada jalur vertikal dari matriks, yang dalam kurikulum lama yang berbasis isi, kolom vertikal ini dapat diisi dengan mata kuliah yang sudah ada saat ini. Dengan matriks dapat dipetakan kaitan antara sikap dan ketrampilan/ kemampuan dengan pengetahuan/mata kuliah, sehingga bisa dipetakan ada tidaknya keterkaitan tersebut. Dengan menandai (contreng) adanya keterkaitan, maka bisa dievaluasi apakah mata kuliah (atau konsep kurikulum) sudah sesuai dengan CP. Bila terdapat mata kuliah yang tidak terkait dengan rumusan sikap dan ketrampilan, maka mata kuliah tersebut bisa dihapus.
c.    Pembentukan mata kuliah
    Matriks dapat  digunakan untuk mengembangkan kurikulum baru dengan menyusun mata kuliah dalam bungkus yang berbeda.  Secara umum ada dua cara  dalam membentuk mata kuliah, yakni  yang parsial  yang hanya berisi satu bahan kajian,  dan  yang intergrasi yang berisi berbagai bahan kajian.  Pertimbangan pembentukan mata kuliah (parsial/ terintergrasi) didasarkan pada  pertimbangan efektivitas penguasaan bahan kajian bagi mahasiswa. Pendekatan terintergrasi dimaksudkan selain secara keilmuan terintergrasi, juga bila dibelajarkan secara intergratif hasil akan lebih baik. Konsep ini yang dikembangkan menjadi bentuk blok.
d.    Penetapan besarnya sks mata kuliah.
    Besarnya sks suatu mata kuliah dimaknai sebagai waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk dapat memiliki kemampuan yang dirumuskan dalam sebuah mata kuliah tersebut. Unsur penentu perkiraan besaran  sks  adalah:
–    tingkat kemampuan yang harus dicapai;  (lihat standar kompetensi lulusan  untuk setiap jenis prodi dalam SN Dikti)
–    kedalaman dan keluasan bahan kajian yang harus dikuasai; (lihat standar Isi dalam SN Dikti)
metode/strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai kemampuan tersebut. (standar Proses  dalam  SN Dikti)
Pengembangan kurikulum suatu program studi merupakan hak prodi tersebut dan dijamin oleh UUPT.
Pengertian kurikulum selain diartikan sebagai sebuah rencana untuk mendapatkan capaian pembelajaran lulusan yang diwujudkan dalam  dokumen yang berupa sekumpulan mata kuliah beserta kelengkapannya (curricullum plan), juga diartikan sebagai kegiatan pembelajaran yang nyata dilakukan (actual curricullum).
Dengan demikian maka suatu program studi dapat menyusun sendiri rencana kurikulumnya dan strategi pelaksanaannya sesuai konsep kurikulum dan sumberdaya yang dimilikinya, dengan catatan, kompetensi lulusannya minimal sesuai dengan jenjang kualifikasi yang ditetapkan dalam KKNI dan SN Dikti.
Pembentukan sebuah mata kuiah dalam kurikulum dapat dilakukan dengan cara  menyusun sebuah matriks yang menggambarkan kaitan antara capaian pembelajaran (yang telah dirumuskan terlebih dahulu) dengan serangkaian bidang kajian (sesuai peta/rumpun keilmuan program studi). Dari matriks ini dapat dibuat dua bentuk mata kuliah yaitu mata kuliah yang teritergrasi dan mata kuliah yang parsial.
–    Mk yang parsial adalah mata kuliah yang dibentuk untuk memenuhi satu atau lebih capaian pembelajaran dengan menguasai serangkaian bahan kajian yang berasal dari satu bidang kajian/ranting IPTEKS tertentu. (contoh: mata kuliah deferensial-intergral,  mk. motor bakar, mk.gambar teknik, mk. manajemen pemasaran).
–    Mk yang terintergrasi adalah mata kuliah yang dibentuk untuk memenuhi satu atau lebih capaian pembelajaran dengan menguasai serangkaian bahan kajian yang berasal dari beberapa bidang kajian/ranting IPTEKS yang sesuai dengan rumpun/peta keilmuan program studinya. (contoh : mata kuliah desain arsitektur, desain produk industri, desain seni, bahasa dan budaya)

Pertimbangan pemilihan kedua bentuk mata kuliah tersebut adalah :
–    Yang parsial, lebih menekankan pada penguasaan bahan kajian/materi ajar. (content based)
–    Yang teritergrasi, lebih menekankan pemenuhan capaian pembelajaran (competence based), dimana bahan kajian dilihat sebagai sarana untuk mencapai suatu kemampuan tertentu, atau bahan kajian dipelajari dalam konteks tertentu.  Penguasaan sejumlah bahan kajian dianggap lebih baik hasilnya atau sesuai dengan capaian pembelajaran bila dipelajari secara terintergrasi. Konsep inilah yang melahirkan sistem blok /blok mata kuliah.
Implikasinya : kurikulum  dapat berbentuk  sistem blok sepenuhnya atau parsial sepenuhnya  atau    kombinasi keduanya  (semi blok/ terintergrasi), seperti dalam tabel berikut ini:
Tabel 1. Inplikasi Sistem Penyusunan Mata Kuliah
 
1.3    Penyusunan kerangka kurikulum
    Tahap ini adalah menyusun mata kuliah ke dalam semester. Pola susunan mata kuliah perlu memperhatikan hal  berikut :
a.    beban sks rata-rata di setiap semester yakni 18-20 sks.
b.    ketepatan letak mata kuliah  yang disesuaikan dengan keruntutan tingkat kemampuan dan integrasi antar mata kuliah.
c.    Strategi pembelajaran yang direncanakan dalam usaha memenuhi capaian pembelajaran lulusan.
    Susunan mata kuliah yang dilengkapi dengan uraian capaian pembelajaran dan rencana pembelajaran setiap mata kuiah, merupakan dokumen kurikulum. Karena kurikulum juga memiliki arti pembelajaran maka proses pelaksanaan dan cara penilaian atau asssement merupakan satu kesatuan pengertian kurikulum.
 
2.    Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Lokakarya Evaluasi Kurikulum Berbasis KKNI ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 April 2015 bertempat di Ruang Sidang 2 Lantai 3, Gedung Laboratorium Terpadu, Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia. Dimulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.
Hadir sebagai pembicara pada Lokakarya tersebut dua pembicara yang kompeten. Pembicara pertama Bapak Ir. Endrotomo, M.Arch. dari ITS, Surabaya, beliau juga sebagai Tim Belmawa DIKTI 2014. Bapak Endrotomo menyampaikan refresing Konsep KKNI  dan langkah-langkah penyusunan Kurikulum berdasarkan KKNI dan SNPT DIKTI. Pembicara kedua Prof. Mudasir, M.Eng., Ph.D. dari UGM, Yogyakarta, beliau menyampaikan Proses penyusunan kurikukulum Jurusan Kimia FMIPA UGM.

Pengumuman
Daftar Mahasiswa Disarankan Mengikuti Tutorial Matakuliah Kimia Organik Fisik Kelas A dan B

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB

Nama-Nama Mahasiswa yang Mengambil Matakuliah Kimia Organik Fisik Kelas A  dan B Berikut Disarankan Ikut Tutorial.

Kelas A Klik di Sini
Kelas B Klik di Sini

Pengumuman
Daftar Mahasiswa Wajib Mengikuti Tutorial Matakuliah Kimia Anorganik
   

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB

Nama-Nama Mahasiswa yang Mengambil Matakuliah Kimia Anorganik Berikut Wajib Ikut Tutorial, Yang Tidak Tercantum Dalam Daftar Ini hanya Disarankan Ikut Tutorial.

DAFTAR MAHASISWA Klik di Sini

Pengumuman
Daftar Mahasiswa Wajib Mengikuti Tutorial Matakuliah Kimia Organik   

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB

Nama-Nama Mahasiswa yang Mengambil Matakuliah Kimia Organik 1 Berikut Wajib Ikut Tutorial, Yang Tidak Tercantum Dalam Daftar Ini hanya Disarankan Ikut Tutorial.

DAFTAR MAHASISWA Klik di Sini

Kata Kunci: sangkar protein, vaksin. drug delivery
 Perkembangan dunia medis dan pengobatan saat ini sangat pesat. Hal ini juga dikarenakan perkembangan berbagai ilmu terkait yang juga meningkat pesat. Baru-baru ini, ahli biokimia dari UCLA berhasil merancang protein terspesialisasi yang dapat mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk suatu sangkar molekuler yang sangat kecil, ratusan kali lebih kecil dari ukuran sel normal. Kreasi struktur miniatur ini dapat menjadi suatu langkah besar dalam mengembangkan metode penghantaran obat dan bahkan desain vaksin artifisial.
Desain sangkar molekuler ini menggunakan pemodelan komputer dimana dua molekul protein yang berbeda dilihat kemungkinannya untuk dapat menyatu membentuk sangkar tiga dimensi yang sempurna. Pemodelan ini sekilas serupa dengan memasang potongan puzzle. Apabila dua molekul protein acak disatukan, maka kemungkinannya membentuk jaringan yang stabil akan sedikit dan akan terbentuk lebih banyak jaringan yang irreguler. Untuk menentukan geometrinya diperlukan pengetahuan mengenai sisi rigid dari protein agar dapat membentuk jaringan stabil.
Sangkar protein ini dapat didesain memiliki rongga sehingga dapat diisi dengan molekul obat. Sangkar ini diharapkan dapat dimanfaatkan pada teknologi penghantaran obat yang menuju target sel yang spesifik seperti sel tumor atau kanker. Sangkar ini juga dapat didesain agar memiliki pori-pori yang cukup agar senyawa obat dapat keluar saat mendekati sel target.
Fungsi lain sangkar protein yang tak kalah hebat adalah sebagai vaksin artifisial. Vaksin biasanya diperoleh dari partikel virus/virion yang telah dilemahkan (attenuated vaccine). Virion yang telah dilemahkan ini kemudian diinjeksikan ke dalam pembuluh darah sehingga tubuh dapat membentuk imunitas terhadap partikel virus tersebut. Meski efektif, kelemahan metode ini adalah sulitnya melemahkan virus karena tingkat bahayanya sehingga sangat berisiko untuk digunakan pada manusia. Untuk itu saat ini telah dicari solusi lainnya untuk melawan virus yaitu dengan menggunakan vaksin buatan/artifisial.
Vaksin artifisial merupakan vaksin yang bukan berasal dari partikel virus/virion tetapi berasal dari molekul lain dengan struktur yang serupa. Sangkar protein ini dapat dimanfaatkan sebagai vaksin artifisial dengan struktur yang menyerupai partikel virus yang asli. Sangkar protein ini dapat mengelabui sistem imunitas tubuh sehingga menganggapnya sebagai partikel virus yang sedang menyerang sel tubuh. Tentu metode ini tidak selalu berhasil, tetapi struktur sangkar protein yang kecil dan menyerupai struktur virus dapat menghasilkan respon imunitas yang bahkan dapat melebihi respon terhadap vaksin konvensional.
Untuk penggunaannya pada penghantaran obat, sangkar protein sebaiknya berasal dari protein manusia atau protein yang menyerupai struktur protein pada manusia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penghantaran obat karena sistem imun tidak menganggapnya sebagai protein asing yang harus dihancurkan.
Desain molekul protein dengan struktur dan geometri yang diinginkan dapat terlebih dahulu menggunakan pemodelan komputer, yang berarti membutuhkan pengetahuan bioinformatika terutama mengenai sekuens asam amino dan folding protein. Realisasi metode ini membutuhkan penelitian lebih lanjut di bidang biologi struktural, bioinformatika, dan teknik biomedis. Tentu kita berharap metode ini segera terealisasikan agar berbagai permasalahan di bidang medis dapat teratasi, terutama permasalahan drug delivery dan vaksin.
 

Salmahaminati, S.Si., M.Sc.

Pangkat/golongan:
Non Jabatan Akademik/IIIb

Tempat dan tanggal lahir:
Cimanggis Bogor, 3 April 1989

Alamat kantor:

Program Studi Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia
Gedung Laboratorium Terpadu Lt.1 Sayap Kanan
Kampus Terpadu UII
Jl. Kaliurang Km 14,5 Sleman Jogjakarta 55584
Kotak Pos 75
Telephone: +62 (274) 896439/895920 ext. 3010/3012
Facsimile: +62 (274) 896439 ext 3020

Data Diri:
Tempat, Tanggal Lahir    : Cimanggis Bogor, 3 April 1989
Jenis Kelamin        : Perempuan
Status Perkawinan    : Belum kawin
Jumlah Anak        : –
Golongan Darah        : O
Fakultas        : MIPA    
Alamat Rumah        : Lobeser Barat RT 002 RW 006
HP            : 081804297186
Telp            : (0358)772576
E-mail            : [email protected]
    
Riwayat Pendidikan:

Jenjang S1
Perguruan Tinggi     : Universitas Gadjah Mada
Fakultas          : MIPA
Jurusan           : KIMIA
Program Studi          : S1
Lulus (Tgl/Bln/Th)      : 2011
Bidang Keahlian      : Kimia Fisika
Judul Tugas Akhir     :

Jenjang S2
Perguruan Tinggi     : University of Groningen, Belanda
Fakultas           : Art and Science
Jurusan           : Chemistry
Program Studi          : S2
Lulus (Tgl/Bln/Th)      : 2014
Bidang Keahlian      : Kimia Teori dan Pemodelan Molekul
Judul Tugas Akhir     :

Jenjang S3
Perguruan Tinggi     :
Fakultas           :
Jurusan           :
Program Studi          :
Lulus (Tgl/Bln/Th)      :
Bidang Keahlian      :
Judul Tugas Akhir     :

KURSUS DAN PELATIHAN:
1. Setir/Mengemudi Mobil, Peserta, Pendidikan Mengemudi Mobil dan Sepeda motor, Yogyakarta, 2014
2. Dutch Course (Level 1), Peserta, The Language Cetre of the University of Groningen, Groningen, n2012
3. Academic Writing, Peserta, CILACS UII, Yogyakarta, 2012
4. English Conversation    Peserta    Villa Colledge,    Yogyakarta, 2009
5. Basic English Course    Peserta    CILACS UII, Yogyakarta, 2010
6. Management Accustomed Research Laboratory B    Peserta    Universitas Gadjah Mada    Yogyakarta, 2010
7. Management Accustomed Research Laboratory A    Peserta    Universitas Gadjah Mada    Yogyakarta, 2008
8. Microsoft Office XP (Word, Power Point, Excel), Peseta, Yashinta Training Center, Kertosono, 2006

KEGIATAN/PERTEMUAN ILMIAH (SEMINAR, LOKAKARYA, KONFERENSI dsb):
1. Konferensi 9th Congress on Electronic Structure Principles and Applications, Penyaji Poster, Universidad Extremadura    Badajoz, Spain    2-4 July 2014
2. Seminar Theoretical Chemistry and Computational Modelling (TCCM) Workshop, Peserta, Universidad Extremadura    Badajoz, Spain    1 July 2014
3. Spring School Theoretical Chemistry and Computational Modelling (TCCM) School Computational Biochemistry, Peserta, University of Barcelona and Barcelona Super computing Center (BSC), Barcelona, Spain, February 2014
4. Winter School CECAM TCCM School on Large Systems, Peserta, University of Tolouse, Tolouse, France, January 2014
5. Summer School, 8th International Intensive Course of Theoretical Chemistry and Computational Modelling, Peserta, Autonomous University of Madrid (UAM), Madrid, Spain, September 2013
6. Spring School, TCCM School on Theoretical Solid State, Peserta, University of Zaragoza, Zaragoza, Spain, April 2013
7. Career Preparation Training, Peserta    Universitas Gadjah Mada    Yogyakarta, Indonesia    Agusus 2011
8. Seminar The Role of Molecular Activationin the Generation of New Indole Reactivity, Peserta    Universitas Gadjah Mada    Yogyakarta, Indonesia    April, 2010
9. Seminar Entrepreneurship for Natural Welfare    Peserta    Universitas Gadjah Mada    Yogyakarta, Indonesia    April 2010
10. Seminar Preparing for your Soecity: Making Your Own Carrer!    Peserta    Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia    Maret 2010
11. Seminar Training Orgaization Workshop, Peserta, Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta, Indonesia, Maret 2009
12. Seminar Basic leadership, Peserta, Universitas Gadjah Mada,    Yogyakarta, Indonesia    Maret 2008

PENGHARGAAN/PRESTASI:
1. Penerima beasiswa Erasmus Mundus “Catagory A” Mater Program    Eropean Union    Belanda    2012-2014
2. Penerima Hibah PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) 2011dengan judul “JARBAG” (Jogja Recycled Bag) Sebagai Cinderamata Khas dan Upaya Mengurangi Sampah Plastik serta Kertas di Kota Pariwisata Yogyakarta.     Diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)    Yogyakarta    2011
3. Juara II Olimpiade Sains dan Teknologi Mahasiswa Tingkat Nasional bidang studi Kimia Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta    Diselenggarakan oleh Dinas Dikpora DIY    Yogyakarta    2010
4. Olimpiade Sains dan Teknologi Mahasiswa Tingkat Propinsi bidang studi Kimia Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta    Diselenggarakan oleh Dinas Dikpora DIY    Yogyakarta    2010
5. Penerima Hibah PKM-AI (Pekan Kreativitas Mahasiswa-Artikel Ilmiah) 2010 dengan Judul “Analisis Spektra Transisi Elektronik Senyawa Etil Para Metoksi Sinamat (EPMS) dari Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L) Sebagai Bahan Tabir Surya pada Industri Kosmetik“.  Diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)    Yogyakarta    2010
6. Penerima Hibah Program KKN-PPM UGM 2010 dengan tema “Pendistribusian dan Penjernihan Air” di desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY.     Diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gadjah Mada.    Yogyakarta    Juli-Agustus 2010
7. Peserta Olimpiade Nasional Bidang Kimia (ON MIPA-PT 2010), Diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan FMIPA UNY    Olmpiade Nasional ON-MIPA dan Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)     Yogyakarta    2010
8. Penerima Beasiswa Van Deventer-Mass Stiching (VDMS) Scholarship 2009, On Place Bachelor Program, funded by Van Deventer-Maas (Netherland)    Van der Mass Stiching (VDMS)    Yogyakarta    2009-2011
9. Penerima hibah PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) 2011dengan judul “Pengolahan Citra Digital dan Pengklasifikasian Buah-Buahan”     Diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)    Yogyakarta    2008
10. Penerima beasiswa BOP (Bantuan Operasional Pendidikan)    Yayasan Amal Abadi Beasiwa Orbit (YAAB-ORBIT)    Kertosono,
Yogyakarta    2006-2008
11. Peserta Medical Science Application Competition Se-Jawa-Bali-Lombok 2006.     Diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga    Kediri    2006
12. Olimpiade Sains SMA Mata Pelajaran Kimia Tingkat Provinsi 2006.     Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur    Surabaya    2006
13. Juara V Pra Olimpiade Kimia Tingkat Kab. Nganjuk Tahun 2006    Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur    Nganjuk    2006
14. Juara II Olimpiade Kimia Tingkat Kota Kertosono, SMA Negeri I Kertosono    Diselenggarakan oleh  SMA N I Kertosono    Kertosono    2006
15. Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja “SENSASI” (Scientific Essay Competition) Tingkat SMA    Diselenggarakan oleh  Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Daerah Pemerintah Kabupaten Nganjuk.    Nganjuk    2006

PENGALAMAN PENELITIAN:
1. Photophyscs and Photochemistry of Sunlight Absorbing Amino Acids: A CASSCF/CASPT2 Study, Individual dan Kelompok    Penulis dan Peneliti    University of Groningen    The Netherlands    Groningen    2014
2. Study of Proton Transfer and Hydrogen Bond System in Photoactive Yellow Protein, Individual, Penulis dan Peneliti    University of Groningen    The Netherlands    Groningen    2014
3. MARTINI Course-Grained Modelling of Lipids, Individual, Penulis, University of Groningen    The Netherlands    Groningen    2013
4. Harmonics Ocillator using GROMACS    Individual    Penulis    University of Groningen    The Netherlands    Groningen    2013
5. Synthesis of Polypropylene and -1- Propanol from Propanoic Acid    Individual    Penulis dan Peneliti    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    2011
6. Synthesis Chitosan by MAOS (Microwave Assisted Oganic Synthesis) Method    Individual    Penulis dan Peneliti    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    2010
7. Semiempirical Study on Electronical transition Spectra of Ethyl p-methoxycinnamate (EPMS) for Sunscreen Component in Industry    Kelompok     Penulis dan Peneliti    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    2010
8. Pattern Recognition Based on Digital Image Processing For Classifying Fruit (Case Study in Apple Quality Control)    Kelompok, Penulis    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    2008

ORGANISASI PROFESI:

1. dGromist Belanda    Sie Bendahara dan Kemuslimahan    2013
2. Media Informasi Islam (MII)    Anggota    2009
3. Keluarga Mahasiswa Kimia (KMK)    Sie Entrepreneur team    2008
4. Lingkar Studi Sains (Lsis)    Anggota    2008

MINAT PENGEMBANGAN AKADEMIK:
1. Kimia Fisika
2. Kimia Kuantum / Komputasi
3. Kimia Organik Fisik

HASIL PENELITIAN/KARYA ILMIAH TIDAK DIPUBLIKASIKAN:
1. Study of Proton Transfer and Hydrogen Bond System in Photoactive Yellow Protein     An Essay of Colloquium    University of Groningen    The Netherlands    Groningen    Agustus 2014
2. MARTINI Course-Grained Modelling of Lipids    A Report Assignment    University of Groningen    The Netherlands    Groningen    September 2013
3. Harmonics Ocillator using GROMACS    A Report Assignment    University of Groningen    The Netherlands    Groningen    October 2013
4. Synthesis of Polypropylene and -1- Propanol from Propanoic Acid    Skripsi    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    Juli 2011
5. Synthesis Chitosan by MAOS (Microwave Assisted Oganic Synthesis) Method    Tugas Mandiri    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    Mei 2010
6. Semiempirical Study on Electronical transition Spectraof Ethyl p-methoxycinnamate (EPMS) for Sunscreen Component in Industry    PKM-AI    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    Februari 2010
7. Pattern Recognition Based on Digital Image Processing For Classifying Fruit (Case Study in Apple Quality Control)    PKM -P    Universitas Gadjah Mada    Indonesia    Yogyakarta    Agustus 2008

KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT:
1. KKN-PPM UGM 2010    Sie Kesehatan Masyarakat, Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta    1 Juli 2010 – 30 Agustus 2010
2. Halal-Bihalal dan Sertjab dGromist Belanda    Sie Bendahara    Groningen, The Netherlands    1 September 2012 – 30 September 2012

PUBLIKASI ILMIAH:
1. Photophyscs and Photochemistry of Sunlight Absorbing Amino Acids: A CASSCF/CASPT2 Study    ESPA 2014 (Book of Abstracts)
9th Congress on Electronic Structure Principles and Application    Quantum Chemistry And Molecular Modeling Group: Universidad Extremadura    –    2-4 July 2014, Badajoz

KEMAMPUAN BERBAHASA:
1. Bahasa Indonesia    Aktif    UKBI-TARA    589 (Unggul)
2. Bahasa Inggris    Aktif    CEPT    541
3. Bahasa Belanda    Pasif    Dutch Certificate    Level A2

Penulisan Buku:

Patent:

Nurcahyo Iman Prakoso, S.Si., M.Sc.

Pangkat/golongan:
Non Jabatan Akademik/IIIb

Tempat dan tanggal lahir:
Sleman, 5 November 1988

Alamat kantor:
Program Studi Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia
Gedung Laboratorium Terpadu Lt.1 Sayap Kanan
Kampus Terpadu UII
Jl. Kaliurang Km 14,5 Sleman Jogjakarta 55584
Kotak Pos 75
Telephone:+62 (274) 896439+62 (274) 896439/895920 ext. 3010/3012
Facsimile: +62 (274) 896439 ext 3020

DATA PRIBADI:
Jenis Kelamin        : Laki-laki
Status Perkawinan    : Menikah
Jumlah Anak        : –
Golongan Darah        : O
Alamat Rumah        : Pugeran RT 09 RW 65 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta 55282
HP            : 08995083325
Telp            : 0274-4333746
E-mail            : [email protected]
    
Riwayat Pendidikan:
Jenjang S1  
Perguruan Tinggi    : Universitas Gadjah Mada
Fakultas        : FMIPA
Jurusan            : KImia
Program Studi        : Kimia
Lulus (Tgl/Bln/Th): 2012
Bidang Keahlian     : Kimia Organik
Judul Tugas Akhir    :
 
Jenjang S2   
Perguruan Tinggi    : Universitas Gadjah Mada
Fakultas        : FMIPA
Jurusan         : Kimia
Program Studi         : Kimia
Lulus (Tgl/Bln/Th)    : 2014
Bidang Keahlian        : Kimia Organik
Judul Thesis        :
 
Jenjang S3  

Perguruan Tinggi    :
Fakultas        :
Jurusan         :
Program Studi        :
Lulus (Tgl/Bln/Th)    :
Bidang Keahlian     :
Judul Disertasi     :

KURSUS DAN PELATIHAN:
1. Pelatihan Instrumentasi (GC, GCMS, FT-IR, 1H-NMR, HPLC) Peserta    Jurusan Kimia UGM    Yogyakarta    2011
2. Pelatihan Manajemen Laboratorium Tipe B    Peserta    Jurusan Kimia UGM    Yogyakarta    2010
3. Pelatihan Manajemen Laboratorium Tipe A    Peserta    Jurusan Kimia UGM    Yogyakarta    2008

KEGIATAN/PERTEMUAN ILMIAH (SEMINAR, LOKAKARYA, KONFERENSI dsb)
1. PARE (Populations Activities Resources Environments) Program    Peserta    Hokkaido University    Jepang    2013-2014
2. The 11thHokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS 11)    Peserta dan Presenter    Hokkaido Indonesian Student Association    Jepang    2014

PENGHARGAAN/PRESTASI:
1.Juara 3 Comunity Entrepreneurship Chalenge Wave III- British Council Indonesia, Jakarta, Indonesia, 2012

PENGALAMAN PENELITIAN:
1. Study on Total Synthesis of Omaezallene Derivative (Synthesis of  7th Intermediate Compound)    Individual, Peneliti    Hokkaido University-    Jepang    Sapporo    2013-2014
2. Sintesis Metil Eugenol Berbasis Green Chemistry Sebagai Insect Attractant terhadap Lalat Buah B.Carambolae dengan Metode Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS)    Kelompok    Ketua    Jurusan Kimia FMIPA UGM    Indonesia    Yogyakarta    2012
3. Sintesis Metil Eugenol Berbasis Green Chemistry menggunakan Dimetil Karbonat    Individual    Peneliti    Jurusan Kimia FMIPA UGM    Indonesia    Yogyakarta    2011-2012
4. Pemanfaatan Ekstrak Etanol dan Ekstrak n-Heksana Daun Tembakau, Daun Selasih, Daun Sereh, dan Bawang Putih sebagai Insect Ovipositing Repellent pada Hama Lalat Buah.    Kelompok    Anggota    Jurusan Kimia FMIPA UGM    Indonesia    Yogyakarta    2010
5. Pengembangan dan Desain Obat Antimalaria Baru Turunan Senyawa (1)-N-Alkil-1,10-Fenantrolinium(Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas)    Kelompok, Anggota    Jurusan Kimia FMIPA UGM    Indonesia    Yogyakarta    2009

HASIL PENELITIAN/KARYA ILMIAH TIDAK DIPUBLIKASIKAN:
1. Sintesis Metil Eugenol Berbasis Green Chemistry Sebagai Insect Attractant terhadap Lalat Buah B.Carambolae dengan Metode Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS)    Hibah    Jurusan Kimia FMIPA UGM    Indonesia    Yogyakarta    2012
2. Pemanfaatan Ekstrak Etanol dan Ekstrak n-Heksana Daun Tembakau, Daun Selasih, Daun Sereh, dan Bawang Putih sebagai Insect Ovipositing Repellent pada Hama Lalat Buah.    Hibah    Jurusan Kimia FMIPA UGM    Indonesia    Yogyakarta    2010
3. Pengembangan dan Desain Obat Antimalaria Baru Turunan Senyawa (1)-N-Alkil-1,10-Fenantrolinium(Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas)    Hibah    Jurusan Kimia FMIPA UGM    Indonesia    Yogyakarta    2009

KEGIATAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT:
1. AGF-BC-CEC-Britishcouncil wave 3    Pendamping    KWT Sedya Mulya, Semin Gunung Kidul/Britishcouncil Indonesia    2012
2. AGF-BC-CEC-Britishcouncil wave 2    Pendamping    KWT Sedya Mulya, Semin Gunung Kidul/Britishcouncil Indonesia    2011
3. Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM    Peserta    Desa Kemejing Semin Gunung Kidul/UGM    2010

PUBLIKASI ILMIAH:
 1. Synthesis of Methyl Eugenol Based  Green Chemistry Using Dimethyl Carbonate    Prosiding Seminar/ISSN 2355-4398, PPI Hokkaido, XI, 8 Februari 2014

KEMAMPUAN BERBAHASA:
1. Inggris Aktif CEPT-Cilacs UII SCORE 534
2. Bahasa Indonesia            

Penulisan Buku :

Patent:
        

Gani Purwiandono, S.Si., M.Sc.

Pangkat/golongan:
Non Jabatan Akademik/III B

Tempat dan tanggal lahir:
Cilacap, 23 Mei 1988

Alamat kantor:
Program Studi Ilmu Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia
Gedung Laboratorium Terpadu Lt.1 Sayap Kanan
Kampus Terpadu UII
Jl. Kaliurang Km 14,5 Sleman Jogjakarta 55584
Kotak Pos 75
Telephone:+62 (274) 896439+62 (274) 896439/895920 ext. 3010/3012
Facsimile: +62 (274) 896439+62 (274) 896439 ext 3020

Data Diri:
Jenis kelamin    : Laki-laki
Agama            : Islam
Status             : Menikah
Mobile Phone    : 083869159277
Alamat       : Sagan GK V 1044, Yogyakarta, 55284
e-mail            : [email protected]

    
Riwayat Pendidikan:

Jenjang S1   
Perguruan Tinggi  : Universitas Gadjah Mada
Fakultas          : MIPA
Jurusan           : Kimia
Lulus(Tgl/Bln/Thn): 2011
Bidang Keahlian   : Kimia Fisika
Judul Tugas Akhir :

Jenjang S2
Perguruan Tinggi  : Universitas Gadjah Mada
Fakultas         : MIPA
Jurusan           : Kimia
Lulus(Tgl/Bln/Thn): 2014
Bidang Keahlian   : Kimia Fisika (Komputasi Kimia)
Judul Tugas Akhir :

Jenjang S3   
Perguruan Tinggi  :
Fakultas         :
Jurusan           :
Lulus(Tgl/Bln/Thn):
Bidang Keahlian   :
Judul Tugas Akhir :

Penghargaan:
Juara 1 sebagai tim dalam Ajang Kreativitas dan Apresiasi (AKSI) Universitas Gadjah Mada dengan judul penelitian “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Produksi Bioetanol dari Limbah Buah Salak” Pada Tahun 2009

Pengalaman Riset:
2008 Sintesis nanohibrid “Bioactive Osteokonductive” dengan modifikasi kitin dari cangkang udang dan TEOS sebagai bahan implan tulang keropos
2009 Sintesis lapis tipis Bio-Nanokomposit Kitosan sebagai bahan pembuatan kotak makanan
2011 Sintesis TiO2 berpori dengan kentang sebagai pencetak pori dan aktivitas fotokatalitiknya berdasar fotodegradasi metilen biru, Skripsi UGM
2014 Studi teoritis adsorpsi dan disosiasi NH3 pada permukaan Fe(111), Thesis UGM

Seminar dan Training:
2013    Training Pelatihan Komputer untuk Kimiawan diselenggarakan oleh Jurusan Kimia, Universitas Gadjah Mada
2010    Training Pelatihan Instrumen Analisis untuk Kimiawan diselenggarakan oleh Jurusan Kimia, Universitas Gadjah Mada
2009    Training Manajemen Laboratorium tipe B untuk tujuan Praktikum diselenggarakan oleh Jurusan Kimia, Universitas Gadjah Mada
2006    Training Manajemen Laboratorium tipe A untuk tujuan Praktikum diselenggarakan oleh Jurusan Kimia, Universitas Gadjah Mada

Pengalaman Organisasi:
2010 – 2014    DPD Wahdah Islamiyah Yogyakarta.
2009 – 2010    LDK JS UGM Yogyakarta, Koordinator Departemen.

Bahasa:
• English
• Indonesia

Keahlian:
• Operation Systems ( Windows, Windows XP)
• Spreadsheet Application (Microsoft Excel)
• Word Processor (Microsoft Word, Microsoft Power Point)
• Software Komputasi Kimia
• Analisis data Instrumen : XRD, BET-GSA, HPLC, FTIR, GC-MS, H-NMR

Penulisan Buku :

Patent:

 

Kata Kunci: Bahan Bakar Hidrogen, birnessite, elektrolisis air, energi alternatif, Hidrolisis, katalis mangan
 Usaha para ilmuwan dalam mencari energi alternatif pengganti bahan bakar fosil terus dilakukan, terutama sejak memasuki abad ke-21 ini. Hingga saat ini persentase penggunaan energi alternatif masih sangat sedikit dikarenakan efektivitas dan efisiensinya yang tergolong masih kecil. Hal seperti ini juga tampak pada penggunaan bahan bakar hidrogen. Meski beberapa perusahaan otomotif seperti Ford dan Honda telah merilis mobil berbahan bakar hidrogen, pada kenyataannya penggunaannya masih sedikit. Problema ini tak lepas dari mahalnya hidrogen cair karena biaya produksinya yang dapat dikatakan tidak murah.
Hidrogen memiliki banyak kelebihan, antara lain memiliki energi pembakaran yang besar per satuan massa hidrogen dan merupakan bahan bakar yang sangat bersih karena emisi pembakarannya berupa air (H2O). Baru-baru ini, tim peneliti dari School of Chemistry Monash University Australia telah menemukan inovasi baru dalam mengubah air menjadi hidrogen lewat proses elektrofotokatalisis yang terinspirasi dari cara tumbuhan mengubah air menjadi oksigen.
Para ilmuwan di dunia mengakui bahwa bagian tersulit dari mengubah air menjadi bahan bakar adalah mengonversi air menjadi hidrogen dan oksigen. Tim peneliti yang telah mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal Nature Chemistry ini berhasil membuat sistem sel konversi air menjadi hidrogen menggunakan katalis berbasis logam mangan (Mn). Katalis ini sendiri memiliki struktur molekul yang menyerupai mineral mangan birnessite [(Na0.3Ca0.1K0.1)(Mn4+,Mn3+)2O4 · 1.5 H2O].
Tim peneliti tersebut memanfaatkan tingkat oksidasi dari ion mangan, terutama mangan (II) dan mangan (IV) untuk mengoksidasi air menjadi oksigen dan hidrogen. Pemberian tegangan listrik akan mengubah mangan (II) pada birnessite teroksidasi menjadi mangan (IV). Selanjutnya pemaparan dengan cahaya matahari akan mengembalikan bentuk mangan (IV) menjadi mangan (II) sekaligus mengubah dua molekul air (H2O) menjadi satu molekul gas oksigen (O2), empat proton (H+), dan empat elektron. Selanjutnya keempat proton dan elektron tersebut bergabung menjadi dua molekul gas hidrogen (H2). Siklus katalis mangan berlangsung cepat dan voltase listrik yang dibutuhkan tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan elektrolisis langsung air menggunakan elektroda inert.
Inovasi ini terbukti menghasilkan gas hidrogen dari air secara lebih mudah dan murah. Penemuan ini diharapkan akan menginspirasi produsen bahan bakar hidrogen di dunia untuk mengaplikasikannya sehingga akan terwujud penggunaan bahan bakar hidrogen yang mengglobal.
 Bertempat di Ruang Audiovisual Lt.2 Perpustakaan Pusat Universitas Islam Indonesia, pada Hari Kamis, 2 April 2015, Program Studi Kimia melaksanakan Diseminasi Penelitian Dosen dan Mahasiswa. Kegiatan ini bagian dari program rutin Prodi Kimia yang pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2015, yang direncanakan setian 2 bulan sekali. Tujuan dari kegiatan ini, seperti disampaiakan Dr. Is Fatimah, Kaprodi Kimia, dalam sambutannya, yaitu untuk menumbuhkan suasana akademis (Academic Atmosphere) khususnya di lingkungan mahasiswa dan dosen dan seluruh civitas akademika Prodi Kimia pada umumnya. "Kegiatan ini juga akan melatih para mahasiswa tingkat akhir untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan peserta Diseminasi, dan itu akan menjadi pengalaman tersendiri bagi yang bersangkutan", tambahnya.
Pada periode Januari yang dilaksanakan pada bulan April ini, yang mempresentasikan hasil penelitiannya adalah Tim Penelitian pimpinan Bapak Riyanto, Ph.D. dengan mahasiswa nya adalah Dyah Yekti Indrajati dan Rina Andriani dan di sesi terakhir dipresentasikan Tim Penelitian pimpinan Ibu Dr. Noor Fitri, M.Si. dengan mahasiswanya adalah Mita Herliana dan Visia Qodrilah.

Lebih detail para mahasiswa mempresentasikan hasil penelitiannya sebagai berikut:
1. Tim Penelitian Riyanto, Ph.D.
    a. Dyah Yekti Indrajati dengan Judul: "UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI CENGKEH UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (LICHENES) PADA BENDA CAGAR BUDAYA BATU" .
    b. Rina Andriani dengan Judul : "UJI EFEKTIVITAS  MINYAK ATSIRI BIJI BALA (Myristica fragans houtt) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (Lichenes) PADA CAGAR BUDAYA BATU" .
2. Tim Penelitian Dr. Noor Fitri, M.Si.
    a. Mita Herliana dengan Judul: "EKSTRAKSI MINYAK DAUN NILAM MENGGUNAKAN METODE FERMENTASI-DESTILASI WATER BUBBLE" .
    b. Visia Qodrilah dengan Judul: “PENGARUH PENGERINGAN DAN FERMENTASI TERHADAP KUALITAS MINYAK NILAM MENGGUNAKAN TEKNIK DESTILASI WATER BUBBLE”.