Pada Selasa, 13 Oktober 2026/1 Jumadil Awal 1448, Prodi S1 Kimia (Teknologi Parfum dan Kosmetik) FMIPA UII mengadakan kegiatan Workshop Tugas Akhir untuk mahasiswa Kimia Angkatan 2023 di Ruang Sidang Utama, Gedung FMIPA, Kampus Terpadu UII, Jln. Kaliurang KM 14,5, Sleman, DI Yogyakarta.

Kegiatan Workshop Tugas Akhir ini bertujuan untuk membekali mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan penelitian tugas akhir dan memasuki laboratorium, agar kegiatan penelitian berjalan lancar serta lulus tepat waktu. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kaprodi S1 Kimia FMIPA UII, Bapak Gani Purwiandono, S.Si., M.Sc., Ph.D. “Workshop ini merupakan upaya Prodi untuk memastikan bahwa mahasiswa siap untuk melaksanakan kegiatan tugas akhir dan untuk memastikan ketepatan masa studi mahasiswa,” ucap Gani Purwiandono, S.Si., M.Sc., Ph.D.  Hal ini juga selaras dengan capaian Prodi S1 Kimia FMIPA UII, di mana pada tahun 2026 mendapatkan penghargaan dari UII atas Capaian Prodi dengan Lama Studi Sesuai Standar.

Selanjutnya, Workshop diisi dengan pemaparan materi mengenai Teknik Penulisan dan Presentasi Tugas Akhir oleh Wiyogo Prio Wicaksono, S.Si., M.Si., Ph.D. (Sekprodi S1 Kimia FMIPA UII), Interpretasi dan Olah Data Rumpun Bidang Kimia Organik oleh Nurcahyo Iman Prakoso, S.Si., M.Sc., Ph.D (Dosen Rumpun Bidang  Kimia Organik/Wadek Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FMIPA UII), Interpretasi dan Olah Data Rumpun Bidang Kimia Anorganik oleh Dr. Maisari Utami, S.Si. (Kalab Riset Kimia FMIPA UII), serta pemaparan Peraturan, Alur dan Manajemen di Laboratorium oleh Mai Anugrahwati, S.Si., M.Sc. (Kalab Pengajaran Kimia FMIPA UII).

Pada Kamis, 17 September 2026/5 Rabiul Akhir 1448, bertempat di Auditorium Laboratorium Riset Kimia, Kampus Terpadu UII, Jln. Kaliurang KM 14,5, Sleman, Yogyakarta, Prodi S1 Kimia FMIPA UII, diwakili oleh Gani Purwiandono, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Wiyogo Prio Wicaksono, S.Si., M.Si., PhD., selaku Ketua dan sekretaris Prodi S1 Kimia FMIPA UII berpartisipasi pada Kegiatan “Focus Group Discussion Bioproduk untuk Kosmetik dan Farmasi Berbasis Biomassa” yang diselenggarakan oleh Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Kosmetik Berbasis Biomaasa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia bekerjasama dengan Center of Essentional Oil Studies/Pusat Studi Minyak Atsiri Universitas Islam Indonesia (CEOS UII).

Diskusi diawali dengan pemaparan oleh Prof. Dr. Akbar Hanif Dawam A., M.T., selaku Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN. Turut hadir pula Dr. Ir. Enih Rosamah, M.Sc., selaku Ketua PKR Kosmetik Berbasis Biomassa. Dari UII, hadir sebagai pembicara Dr. Noor Fitri, S.Si., M.Si., selaku Direktur  CEOS UII. Dr. Noor Fitri juga merupakan salah satu dosen dan peneliti aktif di Prodi S1 Kimia FMIPA UII yang pada tahun ini berhasil memperoleh Hibah Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup  dari BRIN untuk pengembangan nanokosmetik. Ia juga merupakan pemegang paten (No. S00202207127 ) untuk inovasi emulsi nano minyak atsiri kulit jeruk nipis sebagai obat jerawat.

Gani Purwiandono, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyambut antusias FGD ini dan menyampaikan peluang kolaborasi antara Prodi S1 Kimia FMIPA UII dan PKR Kosmetik Berbasis Biomassa BRIN, baik dalam bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan dukungan staf pengajar dan fasilitas laboratorium yang mumpuni, serta kemitraan yang terus diperluas, Prodi S1 Kimia FMIPA UII siap mengimplementasikan Kurikulum 2026.

Dosen Program Studi Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) Imam Sahroni, S.Si., M.Sc. berserta tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Kimia UII memberikan pelatihan “Mengubah Limbah Minyak Jelantah menjadi Produk Serba Guna” di Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah membantu warga desa Umbulmartani, khususnya karang taruna kelompok pemuda-pemudi untuk mengolah limbah cair minyak jelantah menjadi produk serba guna yang bermanfaat bagi warganya. Tim PKM memberikan pelatihan kepada pemuda-pemudi di Desa Umbulmartani bagaimana cara 1) membersihkan minyak jelantah, 2) cara menyimpan dan mengolahnya, 3) cara mengubah minyak jelantah menjadi produk serba guna seperti sabun, lilin aromaterapi, dan energi baru terbarukan, yaitu biodiesel dan solketal.

Kelompok karang taruna secara aktif mengikuti pelatihan dan melakukan praktik langsung menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan oleh Tim PKM Universitas Islam Indonesia. Peserta sangat antusias dalam mengikuti program, sehingga satu per satu peserta melakukan praktik langsung dengan bantuan arahan oleh mahasiswa.

Tim PKM berharap ke depan kelompok karang taruna pemuda pemudi desa Umbulmartani dapat melakukan pengolahan minyak jelantah secara mandiri dan kegiatan dapat berlangsung terus-menerus untuk kebermanfaatan bersama.