Terlindungi: Ceramic membrane based on TiO2-modified kaolinite as a low cost material for water filtration

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya:

, ,

Mahasiswa UII Berhasil Mengembangkan Nano Shark Kao (Nano Spray Inhaler dari limbah kulit kakao) sebagai Inovasi Pengobatan Bronkitis Kronik masa depan

Dalam dekade ini ketergantungan manusia akibat rokok semakin meningkat. Menurut data WHO, jumlah perokok di dunia mencapai 1,2 miliar dan 800 juta di antaranya berada di negara berkembang. Pada tahun 2009, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India . Tingginya konsumsi rokok tersebut menyebabkan rokok menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah kanker dan kecelakaan. Solusi untuk mengatasi hal ini yakni dengan mengembangkan metode alternatife pengobatan terbarukan untuk mengobati penyakit akibat dari rokok. Salah satu metode pengobatan alternative yang  mutakhir dan mudah dikembangkan yaitu nano herbal. Tentu penggunaan bahan herbal disini sangat cocok digunakan di Indonesia, selain bahan baku yang melimpah kelebihan lain dari bahan herbal ini adalah sangat aman digunakan oleh manusia serta ramah lingkungan.

Namun siapa sangka jika nano herbal dapat diciptakan dari kulit kakao yang dikenal masyarakat sebagai salah satu limbah berbahaya. Sebagaimana hasil penelitian sekelompok mahasiswa UII yang berhasil menciptakan Nano Shark Kao (Nano Spray Inhaler dari limbah kulit kakao). Oleh tim tersebut, limbah kulit kakao dimodifikasi dengan menggunakan metode SNEDDS sehingga menjadi salah satu obat mutakhir untuk mengobati penyakit bronkitis kronik. Cara pemakaian obatnya pun sangatlah mudah dan efisien yaitu dengan cara inhaler. Penelitian yang telah digarap oleh tim UII ini berhasil menemukan inovasi terbarukan di dunia medis berbahan dasar limbah kulit kakao berbentuk nano spray. Salah seorang penggagas ide tersebut, Ratih Lestari mahasiswa Kimia UII angkatan 2015 mengatakan temuan tersebut memakan waktu tiga bulan. Melibatkan mahasiswa dari jurusan yang sama, yakni Aditya Sewanggara angkatan 2015;& dan Kartika Puspitasari dari Farmasi angkatan 2016. “Kami berangkat dari keprihatinan tentang tingginya kematian akibat rokok di berbagai belahan dunia terutama Indonesia dan permasalahan lingkungan dalam hal ini kami mengangkat limbah kulit kakao yang hingga saat ini masih menjadi sebuah musuh utama bagi lingkungan karena pengolahan limbah tersebut yang masih belum optimal, terutama di daerah- daerah penghasil coklat seperti di DIY ini” terang Ratih. Aditya menyebutkan inovasi dalam pembuatan nano herbal dari limbah kulit kakao ini berupa kombinasi dari metode SNEDDS dengan metode spray inhaler.

 

Adanya pembuatan nano herbal dari limbah kulit kakao ini diharapkan dapat menurunkan resiko kematian akibat rokok di Indonesia yang renewable serta ramah lingkungan. Keunggulan dari Nano Shark Kao ini selain ramah lingkungan dibandingkan yang lainnya, dan renewable. Bahan yang digunakan untuk pembuatan Nano Shark Kao sendiri berasal dari dalam negeri sehingga lebih murah, serta proses pembuatannya yang sangat mudah , dan cepat hanya membutuhkan waktu Diharapkan dengan adanya Nano Shark Kao, angka kematian akibat rokok dapat ditekan, selain itu Nano Shark Kao dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh limbah kulit kakao. Penelitian ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga diharapkan kedepannya Nano Shark Kao memiliki kualitas yang lebih baik dan stabil, serta siap untuk dipasarkan.
Pembuatan Nano Shark Kao tidak lepas dari peran dikti yang telah memberikan suntikan dana Rp 8 juta melalui program kreatifitas mahasiswa (PKM) bidang Penelitian dan atas bimbingan dari bapak Dr. Yandi Syukri, S.Si., M.Si., Apt.

,

Berbahan Minyak Kedelai, Lilin Aromaterapi Ini Mampu Beri Efek Relaksasi

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu daerah yang pertumbuhan ekonominya banyak ditentukan dari berbagai industri kerajinan (craft). Salah satunya yaitu kerajinan rakyat berupa lilin. Lilin tidak sekedar sebagai alat penerangan, tetapi seiring perkembangan zaman, lilin sudah digunakan sebagai gaya hidup, seperti dekorasi, relaksasi, dan koleksi. Peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh 5 mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai upaya menyumbangkan inovasi demi memajukan perekonomian lokal DIY.

Lima mahasiswa Program Studi Kimia UII tersebut yaitu Devina Ayu (Ilmu Kimia 2015), Amri Yahya (Ilmu Kimia 2014), Muhammad Alfan Auliya (Ilmu Kimia 2014), Aulia Agustia Yuniar (Ilmu Kimia 2014) dan Nur Arif Hidayati (Ilmu Kimia 2015) berhasil menggarap inovasi lilin yang bernama LENTERA “Modern Aromatheraphy Candle from Essential Oil” bersama dengan dosen pembimbingnya yakni Nurcahyo Imam Prakoso, M.Sc. selama 7 bulan.

“Inovasi Lentera bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan diversifikasi produk essential oil sebagai komoditas asli dalam negeri. Selain itu efek farmakoterapi yang dihasilkan produk lilin aromaterapi diharapkan dapat memberikan alternatif pengobatan permasalahan kecemasan bagi masyarakat khususnya di daerah perkotaan.” Jelas Devina selaku ketua kelompok.

Lilin Lentera dibuat dari bahan baku yang berbeda dengan lilin yang berada di pasaran. Lilin aromaterapi tersebut diproduksi dengan menggunakan minyak kedelai sebagai bahan bakunya. “Produk dibuat dari minyak kedelai karena mampu menghasilkan lilin dengan kualitas lebih unggul dibandingkan dengan lilin-lilin yang ada di pasaran” Lanjutnya.

Menurut Devina, pembakaran dari lilin Lentera menghasilkan gas yang lebih ramah lingkungan serta proses pembakaran lebih lama dibandingkan dengan produk lilin dari parafin. Hal ini karena terbuat dari minyak nabati dan mampu mengikat essential oil secara efektif sehingga mampu memberikan efek farmakologi secara optimal.

Devina dan kawan-kawan yakin lilin Lentera tidak hanya dapat membantu perekonomian warga Jogja tetapi juga bagi kalangan mahasiswa yang ingin belajar menjadi seorang pengusaha muda. “Bentuk lilin yang selama ini ada di masyarakat hanya berbentuk tabung memanjang berwarna putih. Sedangkan Lentera berupa wadah yang menghasilkan tampilan unik, bernilai dekoratif, serta inovatif karena wadah yang dipakai ini memiliki nilai tambah berupa unsur estetika yang mampu menghadirkan media terapi yang kekinian, sehingga dapat disesuaikan untuk semua kalangan” Ujar Devina.

Penggunaan strategi yang tak biasa pun menambah keyakinan 5 mahasiswa tersebut bahwa inovasinya mampu bersaing secara global. “Strategi marketing yang kami tawarkan pun bersifat lebih kekinian dan mutakhir, dengan menggunakan BMC (Bussiness Model Canvas) yang diterapkan pada usaha kami menambah nilai penjualan yang mampu bersaing secara global”, pungkasnya. (NIQ/ESP)

, ,

Tiga Mahasiswa UII Ciptakan Alat Pendeteksi Formalin Pada Makanan Berteknologi Elektrokimia Terintegrasi Smartphone

Tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) dibawah bimbingan Wiyogo Prio  Wicaksono, S.Si., M.Si. berhasil menemukan solusi tepat untuk mendeteksi berbagai jenis makanan yang diduga mengandung formalin yang beredar di masyarakat dengan sebuah alat deteksi formalin yang mudah digunakan. Inovasi baru dari Tim UII ini dinamakan “SmartFor-PD” yang diketuai oleh Muhammad Fahmi Khoirudin, mahasiswa Program Studi Kimia UII angkatan 2015.

Melibatkan mahasiwa dari Program Studi Kimia angkatan 2015 lainnya yaitu Rico Nurillahi dan mahasiswa Teknik Elektro yaitu Muhammad Andaru Dwi Diva angkatan 2016. Fahmi mengatakan penelitian ini berawal dari observasi terhadap banyaknya kasus temuan berbagai makanan yang mengandung formalin di berbagai pasar-pasar tradisional. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa formalin merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet bahan non pangan yang bersifat beracun dan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Menurut anggota lainnya yaitu Muhammad Andaru mengatakan bahwa penemuan ini dapat menjadi solusi alternatif untuk masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli berbagai jenis makanan yang diduga mengandung formalin di pasaran, karena alat ini didesign dengan mengintegrasikan teknologi elektrokimia dengan smartphone sehingga lebih mudah untuk dilakukan oleh siapa pun. Penelitian dan pembuatan alat ini telah dilakukan oleh Tim UII selama kurang lebih 2 bulan dan penelitian ini tidak akan berjalan lancar tanpa peran dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan dana melalui program PKM-KC.

,

Memanfaatkan Sisa Abu Vulkanik Gunung Merapi, Tiga Mahasiswa Kimia Uii Kembangkan Metode Pengolahan Limbah Batik Yang Bernilai Ekonomis Dan Ramah Lingkungan

Tiga mahasiswa Kimia Universitas Islam Indonesia, yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian dibawah bimbingan Dr. Is Fatimah berhasil menemukan solusi tepat dalam pengolahan limbah batik cair dengan memanfaatkan sisa abu vulkanik gunung merapi. Inovasi baru dari Tim UII  ini diketuai oleh Rico Nurillahi mahasiswa kimia UII angkatan 2015. Melibatkan mahasiwa dari jurusan yang sama yaitu Dwi Nur Halimah angkatan 2015 dan Gusti Dwi Apriliani angkatan 2016. Rico mengatakan penelitian ini berawal dari suatu observasi terhadap sumber air yang tercemar oleh limbah hasil industry batik disalah satu daerah di Yogyakarta. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa batik telah dinobatkan sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sejak tahun 2009 sehingga sejalan dengan hal tersebut selain kita harus menjaga budaya tersebut tentu kita juga harus sadar dengan dampak yang ditimbulkan dari produksi batik tersebut. Penemuan ini dapat menjadi solusi alternative untuk mengelola air limbah batik cair dengan bahan dasar  abu vulkanik hasil letusan Gunung Merapi dan bantuan katalis TiO2 menggunakan metode fotokatalisis. Abu vulkanik merupakan bahan material vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan gunung berapi yang ternyata banyak mendandung silica (SiO2) yang dapat digunakan sebaagai cetakan pori atau pengeman material TiO2 yang dapat meningkatkan volume permukaan pori sehingga proses fotokatalisis menjadi lebih efektif Metode ini tidak beracun, memiliki efektifitas yang tinggi,dapat mengadsorpsi zat warna pada limbah batik dan  yang terpenting metode  meupakan metode yang ekonomis dan ramah lingkungan karena memanfaatkan hasil alam yang sudah tidak terpakai.” Semoga dengan inovasi ini para pengrajin batik dapat terus produktif memproduksi kain batik tanpa perlu khawatir terhadap limbah yang dihasilkan sehingga industri batik tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga dapat  terus bersahabat dengan lingkungan”,terang Halimah. Penelitian ini telah dilakukan oleh Tim UII selama kurang lebih 2 bulan dan penelitian ini tidak akan berjalan lancar tanpa peran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan dana melalui Progam Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian.

,

Dhina Fitriastuti, M.Sc.: Keajaiban Air dan Mukjizat di dalamnya

Air merupakan senyawa yang penting bagi semua mahluk hidup. Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di bumi dengan tiga wujud yakni padat (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air memiliki sifat kristal dalam wujud padatnya. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau dalam keadaan normal. Zat ini merupakan pelarut penting dengan kemampuan melarutkan banyak zat kimia lainnya. Di balik semua itu ternyata ada rahasia besar terkandung dalam air.

Air sangat erat kaitannya dengan kesadaran diri seseorang. Dalam riset yang terangkum dalam buku “The Hidden Message in Water”, peneliti dari jepang Dr. Mesaru Emoto yang juga merupakan seorang dosen populer menggambarkan kemampuan air dalam mengabsorbsi, menahan dan bahkan mentransmisikan kembali perasaan dan emosi manusia. Dengan menggunakan high-speed photography, kristal yang terbentuk dalam air yang dibekukan menunjukan perubahan saat pikiran terkonsentrasi dan spesifik diarahkan ke arahnya. musik gambar visual, kata-kata tertulis di atas kertas dan foto juga berdampak pada struktur kristal.

Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa air sanggup membawa pesan dan informasi positif. Kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa dalam proses penciptaan, di mana kata-kata dapar mempengaruhi situasi yang sedang terjadi. Ini disebabkan karena kata-kata yang diucapkan memiliki daya. Di dalam bukunya yang lain, yakni “The true Power of Water”, Dr. Masaru telah membuktian bahwa kata baik apapun yang diucapkan maupun yang tidak diucapkan akan mempengaruhi molekul air.

Dr. Masaru berteori bahwa karena air memilki kemampuan untuk menerima berbagai frekuensi, hal itu juga juga dapat mencerminkan alam semesta dengan cara yang sama. Dia menemukan bahwa air dari amata air yang terpapar dengan kata-kata yang penuh kasih menunjukan pola kepingan salju yang cemerlang, kompleks dan berwarna-warni, sementara air yang tercemar dan terpapar pikiran negatif membentuk pola asimetris yang tidak lengkap dan tidak beraturan.

Air sangat penting bagi semua mahluk hidup. Pada beberapa organisme, 90%berat tubuhnya berasal dari air. Dalam tubuh manusia dewasa, 60%-70% nya adalah air. Menurut Mitchell (1945), otak dan jantung terdiri dari 73% air, dan paru-paru sekitar 83% air. Kulit mengandung 64% air, otot dan ginjal 79% dan bahkan tilang mengandung 31% air. Bahkan sekitar 71% permukaan bumi tertutup oleh air dan lautan mengandung sekitar 96,5% dari seluruh air bumi.

Jauh sebelum penemuan tersebut, Alloh SWT. telah dengan jelas berfirman bahwa Alloh SWT. menjadikan sesuatu yang hidup berasal dari air.

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air, kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka mereka tidak juga beriman?” (QS. Al Anbiyaa: 30).

Kata-kata yang baik dalam Islam terangkum dalam kalimat dzikir yang banyak terdapat dalam Al Qur’an. Dzikir merupakan aktivitas ibadah dalam umat Islam untuk menginagt Alloh SWT. Ada begitu banyak kalimat dzikir yang disunnahkan untuk dilafadzkan setiap harinya. Dzikir ini menjadi kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia serta kesejahteraan di akhirat kelak. Karena begitu pentingnya berdzikir hingga amalan yang satu ini menjadi salah satu kewajiban yang tercantum dalam Al Qur’an. Alloh Azza Wajalla memerintahkan kaum mukminn untuk banyak berdzikir sebanyak-banyaknya kepada-Nya. Alloh SWt. berfirman:

” Wahai orang-orang  yang beriman, ingatlah kepada Alloh, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya”. (QS. Al Ahzab: 41).

Hati orang yang mencintai Alloh SWT. tidak akan tenang kecuali dengan dzikir kepada-Nya dan jiwa orang-orang yang rindu kepada-Nya tidak tenang kecuali ingin berjumpa dengan-Nya. Lalu ketikakita memperbanyak bacaan dzikir ataupun bacaan Al Qur’an, bagaimana bentuk molekul iar dalam tubuh kita yang bereaksi terhadapnya? Wallohu A’lam Bisshowab.

diterbitkan di Kolom Hasanah UII News edisi 179 Volume 16 Nomer 3 Maret 2018.

Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?

“Saya seorang pelajar yang berminat pada bidang kimia namun bingung menentukan pilihan untuk kuliah kimia MIPA atau teknik kimia. Mohon rekan-rekan milis dapat membantu saya menentukan pilihan”.

Demikian potongan sebuah mail yang muncul di milis kimia_indonesia. Rasanya, banyak pelajar SMU yang lain yang juga bingung tentang hal ini. Apa kamu salah satunya?
Mari kita bandingkan kedua jurusan ini dari dua sisi, yaitu ilmu yang dipelajari dan pekerjaan setelah lulus kuliah.

APA YANG DIPELAJARI?

Mari kita mulai dulu dengan definisi ilmu kimia dan teknik kimia.

Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat.
Teknik kimia (chemical engineering) adalah ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan pengetahuan ilmu kimia.

Dari definisi ini, ada tiga poin yang akan kita lihat.

”Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi”
Salah satu kegiatan dalam ilmu kimia adalah mencari zat atau reaksi baru. Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat,
struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada.
Perlu dicatat, walaupun teknik kimia tidak mencari sesuatu yang baru dari sisi kimia, namun ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi.

”Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri”
Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut.

A + B –> C + D

Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D.
Terhadap reaksi ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda.
Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom.
Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain.

”Poin 3: Target Skala: Kecil vs. Raksasa”
Ilmu kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industri.

PEKERJAAN SETELAH LULUS

Salah satu yang membuat kita bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah kita lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa? Kalau untuk teknik kimia?
Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.
Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya.
Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang “milik” orang teknik kimia, dan sebaliknya?
Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium.
Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang “normal”. Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil.
Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang “tidak sesuai” dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?
Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya.
Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang “tidak semestinya”. Simak cerita mereka.

“Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi.”
Ikhsan Guswenrivo

“Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi.
Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti “Perry’s Chemical Engineers Handbook” dan “Basic Thermodynamics”. Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya.
Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita
punya tim yang solid antara produksi dan lab.”
Miftahudin Maksum
PT. Universal Laboratory
Tj.Uncang Batam (*)

“Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)”
Paulin Wahjudi
University of Southern California
Department of Chemistry (*)

PENUTUP

Setelah membaca tulisan ini, moga-moga sekarang kamu sudah lebih mantap untuk menentukan pilihan jurusanmu.
Saat sudah masuk kuliah nanti, jangan lupa untuk tetap membuka mata dan pikiran terhadap perkembangan teknologi. Pada saat ini, banyak topik penelitian yang berupa penelitian antarbidang ilmu. Kita tidak cukup hanya mengerti kimia MIPA ataupun teknik kimia saja, tetapi juga belajar lagi entah tentang elektro, biologi, dan sebagainya.
Selamat memilih jurusan dan belajar!

Ditulis oleh Antonius Suryatenggara pada 23-03-2006
Catatan:
* Tulisan ini adalah rangkuman dari diskusi di milis kimia_indonesia bulan Februari-Maret 2005.
* Data afiliasi rekan-rekan di atas adalah berdasarkan data pada bulan Maret 2005.

Tips belajar untuk para Mahasiswa Kimia

Untuk mendapatkan nilai yang baik dalam bidang kimia sangat bergantung kepada tugas serta ujian. Bagi yang menyukai bidang olah raga atau musik, mungkin mengerti bagaimana cara memperoleh penampilan terbaik ketika bermain musik ataupun bertanding olahraga. Latihan secara berkala dan berulang-ulang diterapkan untuk memperoleh hasil yang baik dalam bermain musik ataupun dalam bertanding olahraga. Hal tersebut dapat diterapkan juga dalam belajar Ilmu Kimia.
Berikut adalah sedikit contoh mengenai bagaimana cara memperoleh performa yang baik dalam belajar kimia. Tetapi perlu diingat, setiap individu mungkin mempunyai cara yang sedikit berbeda. Sesuatu yang bisa diterapkan terhadap seorang individu, belum tentu bisa diterapkan terhadap individu lainnya. Yang perlu anda lakukan sebagai seorang pelajar adalah bagaimana menemukan cara untuk memaksimalkan performa belajar anda.

Tips berikut mudah-mudahan bisa membantu.
Tuliskan semua latihan soal, jangan hanya dibayangkan dalam alam pikiran saja.
Seorang pemain gitar yang mencoba memainkan permainan gitar seorang musisi profesional tidak bisa meniru hanya dengan melihat saja. Dia harus mencoba memainkan setiap nadanya hingga sempurna.Dalam bidang kimia, anda harus membiasakan diri mengerjakan soal-soal dengan menuliskan setiap detailnya. Kerjakan latihan soalnya diatas kertas, dan juga tuliskan setiap detail penjelasannya.
Apa yang anda fikirkan dalam alam pikiran mengenai jawaban suatu soal dengan apa yang dapat anda tuliskan diatas kertas mengenai jawaban tersebut belum tentu sama. Jangan hanya menulis suatu reaksi atau mekanisme ketika menjawab soal ujian saja – ini akan berahir buruk untuk nilai yang anda peroleh.

Lakukan latihan ini setiap hari.
Dapatkah anda bayangkan betapa bodohnya seorang atlet basket ketika dia hanya melakukan latihan sehari sebelum pertandingan saja, dan berlatih hingga larut malam sehingga mengorbankan waktu tidurnya. Bukan hanya kurang persiapan saja, tetapi atlet tersebut juga tentu saja akan mengalami kurang tidur, dan akibatnya pada saat pertandingan dia akan mengalami kelelahan bukan? Latihan pendek yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu yang panjang akan lebih bermanfaat daripada sistem kebut semalam (SKS). Ketika belajar tidak usah takut untuk beristirahat sejenak dan kemudian kembali belajar lagi.
Ingat, kualitas belajar anda sama pentingnya dengan kuantitas belajar anda. Temukan tempat dimana anda dapat bekerja dan belajar dengan tenang. Menjadi seorang mahasiswa merupakan suatu pekerjaan yang juga melibatkan kerja lembur (belum termasuk juga kegiatan ekstrakurikuler). Hal tersebut membutuhkan effort yang tinggi, tetapi hasil yang diperoleh akan sangat berharga sekali.

Berikan yang terbaik pada studi anda.
Bagi seorang atlet, kalimat “how you practice is how you will play the game” merupakan kalimat yang tidak asing.Ketika mengerjakan latihan soal, buatlah jawabannya secara rapi dan jelas. Pastikan semua tulisan dan gambar yang anda buat disertai penjelasannya dengan kalimat yang lengkap. Jawaban yang mendekati sempurna belumlah memberikan hasil, sama seperti “hampir memasukkan bola ke keranjang basket, belumlah memberikan point”. Bahkan, banyak nilai yang dikorbankan untuk jawaban yang tidak jelas.

Pikirkanlah selalu materi kuliah yang diberikan.
Menyenangi apa yang anda lakukan akan sangat membantu dalam mengingat hal tersebut. Buatlah korelasi antara materi yang anda pelajari dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketika anda mengocok botol yang berisi air soda, anda juga dapat berfikir mengenai tekanan gas dan sifat solubilitas gas yang terjadi.
Konsentrasi pada pekerjaan anda dan biarkanlah nilai ujian mengalir dengan sendirinya.
Bagi seorang atlit atau musisi, yang diperlukan untuk meraih performa terbaik adalah berkonsentrasi secara total. Membagi pikiran kepada skor pertandingan ataupun kepada apa yang sedang dipikirkan oleh para penonton akan membuyarkan konsentrasi anda. Ketika belajar di kelas ataupun sendiri dan juga ketika ujian, berikan konsentrasi penuh. Setelah segalanya selesai, anda akan memiliki banyak waktu untuk memikirkan tentang nilai.

Persiapkan materi kuliah sebelum kuliah dimulai.
Sebelum masuk kelas, ada hal yang sangat penting untuk dipersiapkan, yaitu anda harus membaca materi yang akan disampaikan dosen. Kalau perlu bacalah materi itu berulang-ulang. Hal tersebut akan membantu anda untuk menangkap garis besar dari setiap bab dan akan sangat membantu anda ketika melakukan review. Jangan lupa untuk membaca pertanyaan yang diberikan juga. Dalam membaca materi kuliah mungkin akan terasa sulit. Perlu diingat bahwa buku Kimia bukanlah suatu novel yang dapat dibaca secara cepat, tetapi buku kimia harus dibaca secara perlahan, berulang-ulang, dan pada akhirnya anda akan terbiasa untuk membaca buku Kimia tersebut.
Hal terpenting yang anda peroleh dari kuliah adalah “Bagaimana anda menemukan cara untuk mendidik diri anda sendiri”. Hal tersebutlah yang akan anda lakukan ketika anda lupa akan suatu materi kuliah tertentu. Dengan membaca secara teknis suatu materi yang sulit dan berjuang untuk memahaminya, anda akan meningkatkan skil membaca dan juga anda akan belajar bagaimana cara belajar yang tepat bagi anda sendiri.

Aktiflah pada setiap kegiatan di kelas.
Jangan lupa harga yang anda bayar untuk berpartisipasi dalam suatu kelas. Dengan semakin mahalnya biaya SPP, anda harus ingat bahwa anda membayar untuk setiap kelas yang anda ikuti. Anda membayar sangat mahal jika hanya masuk ke kelas dalam kondisi tidak jelas. Anda harus terlibat dalam setiap kelas dengan memastikan bahwa anda mempunyai jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul (jawaban yang salah masih lebih baik daripada tidak menjawab sama sekali). Anda harus dapat menghubungkan materi yang diberikan pada saat kuliah dengan materi yang anda baca di buku, serta memikirkannya apakah hal tersebut konsisten atau menyimpang.

Lakukan review terhadap materi yang diberikan.
Ingatlah bahwa kemampuan membaca anda merupakan salah satu hal penting yang anda perlukan ketika anda lulus kuliah.

Tuliskan segala hal yang anda ketahui
Membaca dan mengerjakan soal merupakan hal yang penting dalam belajar kimia. Juga merupakan suatu hal yang penting untuk menuliskan diatas kertas mengenai materi apa yang telah anda ajarkan kepada orang lain (para asisten lab harus melakukan hal ini). Tuliskan apa yang menurut anda bagian terpenting dari materi tersebut dan berikan contoh, gambar dan analogi. Anda harus berlatih berhadapan dengan kertas kosong, sehingga anda akan terbiasa menuliskan jawaban ketika ujian.

Kerjakan/Jawab latihan soal tanpa melihat lagi materi bab sebelumnya.
Sebagian besar mahasiswa memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan soal dengan cara melihat materi bab yang bersangkutan, mengerjakan jawaban dengan menggunakan pendekatan yang ditulis di buku, dan kemudian menuliskan jawabannya. Dengan melakukan hal tersebut, para mahasiswa berfikir bahwa mereka telah selesai melakukan tugasnya dalam menjawab soal.
Menjawab soal dengan pola seperti diatas akan membuat mahasiswa menjadi baik dalam menemukan jawaban dalam buku dan mengenali kata kunci dengan cepat. Tetapi masalahnya adalah, soal-soal ujian terkadang juga mengharuskan anda untuk mengembangkan sendiri jawaban yang anda buat. Sekali lagi, anda harus terbiasa berlatih untuk belajar menyelesaikan masalah. Untuk dapat menjadi ahli di bidang kimia, seorang mahasiswa harus dapat mengembangkan jawaban tanpa bantuan siapapun. Skil seperti ini sangat diperlukan dalam sebuah ujian, sehingga anda harus melatihnya.

Biasakan berdiskusi.
Jika anda memiliki masalah, diskusikanlah dengan asisten ataupun dosen. Jika anda memiliki masalah dengan materi yang anda baca, carilah sumber textbook lain yang mungkin menyajikan hal yang sama dengan cara lain yang lebih mudah dimengerti.

Ingatlah bahwa nilai bukanlah segalanya.
Ingatlah bahwa hal yang terpenting dalam kuliah adalah bagaimana anda mendidik diri sendiri. Banyak dari materi kuliah yang akan terlupakan, kecuali anda sering melakukan review terhadap materi tersebut.
Kemampuan untuk menangkap dan menganalisa informasi, menyimpulkan dan membuat keputusan, serta menyampaikannya kembali secara jelas adalah hal yang sangat penting. Materi kuliah merupakan media dimana kita dapat melatih kemampuan-kemampuan tersebut.
Materi kuliah merupakan hal yang sangat penting dan menarik, tetapi hal tersebut diatas juga merupakan suatu poin penting dalam liberalisasi pendidikan. Mempelajari suatu materi merupakan suatu hal yang sangat penting, tetapi tidak sepenting bagaimana proses belajar untuk mengetahui sesuatu.

Terakhir, jangan lupa bahwa anda sedang dilatih untuk menghadapi dunia nyata. Merupakan hal yang sangat penting untuk melatih hal yang berguna untuk menghadapi dunia nyata nanti, seperti tepat waktu, kerja konsisten, bersosialisasi, melakukan inisiatif, bekerja mandiri, bermotivasi, dewasa, dan bertanggungjawab.
Skil-skil tersebut sangat penting di dunia kerja, anda akan dievaluasi jauh lebih dalam tidak hanya dalam nilai akademik. Anda akan memperoleh lebih dari sekedar gelar dan transkrip nilai ketika anda lulus dari kuliah.

Apa Itu Kimia

Kimia merupakan ilmu tentang materi, sifatnya, strukturnya, perubahan/reaksinya serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Kimia secara khusus dibagi menjadi beberapa bidang utama, yaitu: kimia analisis, kimia organik, kimia anorganik, kimia fisik, dan biokimia.

Kimia mengkaji sifat zat, dan secara khusus mempelajari reaksi yang mentransformasi satu zat menjadi zat lain. Kimia menyediakan pedoman untuk menyesuaikan sifat-sifat zat yang ada agar dapat memenuhi beberapa kebutuhan atau penerapan khusus dan menciptakan bahan yang benar-benar baru yang dirancang sejak awal agar memiliki sifat tertentu yang diinginkan. Melalui semua keberhasilan itu, kimia telah memberi andil yang luar biasa dalam perbaikan produk pertanian, pengendalian penyebaran penyakit, peningkatan produksi energi, dan penurunan pencemaran lingkungan.

Bahan-bahan kimia sangat mempengaruhi kehidupan kita, maka ilmu kimia sudah pasti menjadi salah satu bidang paling berjaya yang amat penting hingga saat ini. Tanpa disadari, bahan kimia telah digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan bahan kimia akan terus meningkat dan manusia akan sentiasa memerlukan bahan baru. Dalam hal inilah, ilmu kimia memainkan peranan strategis dan krusial untuk pengembangan kualitas hidup manusia.

Seorang kimiawan harus memiliki beberapa spesifikasi seperti:

  1. Keterampilan dalam mensintesis dan mengkomunikasikan informasi secara tertulis maupun lisan.
  2. Ketrampilan problem solving: pengumpulan informasi, menganalisis, menafsirkan, mengorganisasikanya secara logis, hasilnya dapat diterima untuk pengembangan lebih lanjut.
  3. Kemampuan bekerja dalam lingkungan multidisiplin, multiras, dan segala multi lainnya: consensus building, listening, teamwork skill, role setting.
  4. Kemampuan sebagai pembelajar aktif yang independen: Goal setting dan kemauan untuk terus belajar, memiliki rasa ingin tahu yang besar, berani bertanya merupakan nilai positif.
  5. Ketrampilan berbahasa Inggris, mendengar, berbicara dan menulis merupakan kebutuhan dasar.

Semua pekerjaan harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian memiliki safety awareness: selalu penuh perhatian, tidak pernah memandang remeh.
Skills Needed by Chemical Industry
• Technical competence, breadth, depth
• Oral and written communication
• Clear goals and objectives
• Utilizing and managing ideas and information
• Taking initiative
• Working with others
• Thoroughness