• UII-gateway
  • UII-Mail
  • e-learning
  • Library
  • IT-Support (BSI)
  • web-support
  • Indonesia
  • Indonesia
Program Studi Kimia Fakultas MIPA UII
  • Home
  • Profil
    • Sambutan Pimpinan
    • Sejarah Singkat
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sasaran Mutu
    • Rencana Strategis
    • Pimpinan dan Manajemen
    • Daftar Ketua Prodi
    • Sertifikat Akreditasi
  • Staf
    • Dosen
    • Asisten/Tutor
    • Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP)
    • Tenaga Kependidikan
  • Fasilitas
    • Ruang Kelas
    • Laboratorium
      • Laboratorium Kimia Pendidikan
      • Laboratorium Kimia Penelitian
      • Laboratorium Research Excellencies
      • Laboratorium Penelitian dan Pengujian Minyak Atsiri
      • Laboratorium Kimia Terapan
      • Laboratorium Terpadu UII
      • Laboratorium Sharing Facility
    • Perpustakaan
    • Prasarana Penunjang
    • Sistem Informasi Manajemen (SIM)
  • Akademik
    • Kurikulum 2022
    • Capaian Pembelajaran/Learning Outcome
    • Struktur Matakuliah Per Semester
    • Daftar Matakuliah Pilihan
    • Yudisium Tutup Teori
    • Pendadaran Skripsi
    • Yudisium Akhir Studi
    • Satuan Kredit Partisipasi (SKP)
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
    • Program Fast-track
  • Student Mobility
    • Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK)
      • Struktur Organisasi
      • Program Kerja
    • Chemistry Student Competition Center (CSCC)
    • Prestasi Mahasiswa
    • Publikasi Hasil Penelitian Mahasiswa
    • Bantuan Pendanaan
  • Alumni
    • IKA Kimia UII
    • Studi Pelacakan Alumni
    • Hasil Pelacakan Alumni Program Studi Kimia
    • Profil Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Info Lowongan Kerja
  • PMB
    • Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Terkini
Chemistry UII
Berita Terkini

Ketentuan Kegiatan Kunjungan Industri Mahasiswa Baru 2016

Tata tertib dan aturan yang diterapkan pada kegiatan Kunjungan Industri Mahasiswa Program Studi Kimia 2016 sebagai berikut :
1)    Setiap mahasiswa dan mahasiswi wajib mengikuti kegiatan Kunjungan Industri berupa Kunjungan ke Pabrik Minyak Kayu Putih, Sindang Mule, Gunung Kidul, yang diadakan oleh Program Studi Kimia Universitas Islam Indonesia sebagai bagian dari Syarat Pengambilan mata kuliah PKL di Program Studi Kimia kimia.
2)    Izinhanya diberikan kepada mahasiswa dan mahasiswi dengan ketentuan :
       a.    Sakit (dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter)
       b.    Menunaikan ibadah di tanah suci (umroh)
       c.    Keluarga inti meninggal dunia

Khusus pelaksanaan kegiatan Kunjungan Industri mengikuti tata tertib sebagai berikut :
1)    Mahasiswa wajib berangkat dan pulang bersama rombongan (tidak diperkenankan membawa kendaraan sendiri). Pemberangkatan pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober  2016 dengan menggunakan bus yang sudah disediakan oleh Program Studi Kimia.
2)    Mahasiswa berkumpul di depan gedung Laboratorium Terpadu, kampus terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14.5  pukul 6.30 WIB, dilanjutkan cheking oleh panitia & berangkat tepat pukul 07.00 WIB. Bagi yang ketinggalan maka harus hadir ke lokasi sendiri.
3)    Mahasiswa wajib membawa (diberi keterangan nama pemilik):
       a.    Jas Almamater
       b.    Mamakai Sepatu
       c.    Memakai Kaos Seragam (bisa diambil mulai jam 13.00 WIB, Jum'at, 7 Oktober 2016)
       d.    Baju Ganti
       e.    Obat-obatan probadi
       f.    bawa sandal (bila diperlukan)
       g.    Jas Hujan (bila diperlukan)
4)    Ketentuan khusus :
a)    Mahasiswi
        i.    Mahasiswi wajib berpakaian muslimah rapi
        ii.   Menggunakan rok dan celana panjang (sebagai dalaman)

b)    Mahasiswa
        i.    Mahasiswa Wajib Berpakaian Sopan

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-10-06 12:25:512017-09-04 03:53:41Ketentuan Kegiatan Kunjungan Industri Mahasiswa Baru 2016
Chemistry UII
Berita Terkini

Kuliah Tamu Geokimia bersama Prof. Dr. Hans Ruppert

 
Hari Jum’at, 30 September 2016 lalu Prodi Kimia kembali mengadakan acara yang  berjudul International Guest Lecture dengan tema Selected Aspects of Environmental Geochemistry. Acara ini berlangsung sejak pukul 14.00-16.00 WIB dengan diikuti oleh mahasiswa kimia dari angkatan 2013-2016 yang berjumlah kurang lebih 100 orang dan bertempat di ruang Auditorium Lt.4 Gedung Baru MIPA. Narasumber/pembicara yang sekaligus menjadi dosen tamu dalam acara ini adalah Prof. Dr. Hans Ruppert, Environmental Geoscientist in Dept. of Sedimentologi & Environmental Geology and Director of The Interdisciplinary Centre for Sustainable Development, University of Göttingen). Beliau merupakan seorang geoscientist yang ahli di bidang sedimen danau dan lumpur, sejarah lingkungan dan polusi saat ini di pegunungan Harz (Jerman), penggunaan area terkontaminasi, polusi atmosfer dan lain-lain. Dalam materinya ini, Prof. Hans banyak menjelaskan peranan kimia dalam dunia geologi.
Rangkaian acara kali ini dibuka oleh MC, Dhina Fitriastuti, M.Sc., dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Cecep Sa’bana R., S.Si., dan diikuti dengan sambutan oleh Kaprodi Kimia, Dr. Is Fatimah. Dalam sambutannya, Dr. Is Fatimah menyatakan rasa terimakasihnya atas kehadiran Prof. Hans Ruppert dan diharapkan materi kali ini menambah wawasan mahasiswa kimia mengenai peranan kimia dalam bidang geologi lingkungan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pembicara yang secara menarik menyampaian beberapa materi terkait hubungan antara air, tanah, udara dan makhluk hidup, emisi karbon dioksida, perubahan musim, sejarah pegunungan Harz, serta beberapa kasus kontaminasi logam berat.
 
Dalam penjelasannya, Prof. Hans menyatakan bahwa seluruh kompartemen di bumi seperti atmosfer, pedosfer, hidrosfer, litosfer dan biosfer sangat berkaitan erat dan saling berhubungan satu sama lain melalui aliran perubahan energy, momentum, dan material. Sebagai contoh, aliran emisi gas CO2 di dunia yang berasal dari aktivitas manusia dimana +91% berasal dari kegiatan industry dan 9% berasal dari penebangan dan pembakaran hutan, dari semua yang dilepas tersebut, sekitar 29% diserap oleh tumbuhan, 26% diserap kembali oleh berbagai organism di laut dan 44%-nya terlepas bebas ke atmosfer bumi. Emisi CO2 yang terbebas di atmosfer ini terkait erat dengan fenomena perubahan musim di dunia (yang menimbulkan dampak fisik seperti banjir, kekeringan yang berkepanjangan, gelombang panas, melelehnya es di kutub dan lainnya) yang terjadi saat ini. Di mana fenomena tersebut nantinya juga akan berpengaruh pada juga kehidupan manusia seperti menimbulkan adanya penurunan hasil pertanian, kelaparan, malnutrisi, menurunnya pendapatan di sector pertanian dan perikanan yang meningkatkan angka kemiskinan, kelangkaan air dan lain-lain. Contoh lainnya yang menunjukkan hubungan antara berbagai kompartemen di bumi adalah terjadinya kebakaran hutan di Indonesia, baik yang diakibatkan oleh adanya lahan gambut maupun aktivitas negative manusia yang secara sengaja membakar hutan guna membuka lahan. Pengaruh kebakaran hutan ini sangat jelas terlihat di mana masyarakat harus dihadapkan dengan munculnya asap yang banyak mengandung zat-zat volatile yang bersifat toksik bagi manusia seperti fenantrena, pirena, benzoapiren dll.
Prof. Hans juga menjelaskan bahwa ilmu kimia sangat berperan dalam bidang geologi, misalnya berbagai analisis senyawa kimia sangat berperan dalam penentuan usia suatu sedimen dan batuan serta hasil analisis tersebut merupakan dasar bagi para geologist untuk membuat model area yang terkontaminasi misalnya oleh logam berat. Beberapa yang dicontohkan oleh Prof. Hans adalah penentuan usia sedimen dan model kontaminasi logam berat Pb (timbal), Cd (kadmium), Cu, dll di area Pegunungan Harz, Jerman, kontaminasi arsen di Bangladesh dan di dunia, serta kontaminasi merkuri. Seperti yang telah diketahui bahwa logam-logam berat tersebut ada yang berasal dari aktivitas kehidupan manusia dan ada pula yang berasal dari aktivitas vulkanik, misalnya kontaminasi arsen di Bangladesh. Aktivitas manusia yang dimaksud misalnya adalah kontaminasi logam Pb dan Cd di Pegunungan Harz, dulunya berasal dari suatu industry peleburan bijih sulfida polimetal pada abad pertengaha yang mengemisikan beberapa logam berat ke lingkungan sekitarnya melalui evaporasi selama proses peleburan berlangsung.
Setelah dianalisis dari tahun ke tahun, para ilmuwan menemukan bahwa untuk menurunkan konsentrasi Cd saja sebesar 1 mg/kg diperlukan waktu hampir 700 tahun, sehingga beberapa logam berat tersebut terdeposisi dalam waktu yang sangat lama di tanah bahkan ada yang mencemari air tanah. Namun sebagai dampak buruknya lagi, saat terjadi banjir di Pegunungan Harz, kontaminasi logam berat tersebut meluas mengikuti aliran banjir hingga mencemari area yang lebih luas. Akibatnya, tanah pertanian di area tersebut berpotensi tercemar oleh logam berat yang dapat mengancam kesehatan manusia, sebab logam-logam tersebut dapat memasuki rantai makanan (melalui tanaman pertanian di lahan tersebut). Para ahli geologi lingkungan kemudian memetakan area kontaminasi tersebut guna menghindari penggunaan lahan yang terkontaminasi untuk tanaman konsumsi, sebagai alternatifnya, lahan-lahan tersebut dapat digunakan untuk tanaman-tanaman sumber energy atau untuk tujuan teknis lainnya. Hal yang serupa juga berlaku untuk kasus pencemaran arsen dan merkuri, ilmu kimia dan ilmu geologi dapat secara bersama-sama dapat digunakan untuk memodelkan pola cemaran logam berbahaya tersebut, mengetahui nasib dan sifat cemaran tersebut di alam, serta menggunakannya untuk menyelamatkan kehidupan makhluk hidup di dunia. Dari beberapa kasus tersebut dapat dikatakan secara sederhana, bahwa aktivitas manusia dalam kompartemen biosfer akan berpengaruh pada kompartemen lain seperti atmosfer, litosfer, hidrosfer, pedosfer dan akhirnya akan berdampak juga pada biosfer kembali, demikian pula sebaliknya.
Selama pemaparan materi, mahasiswa terlihat sangat antusias, terbukti pada saat sesi diskusi tiba, banyak mahasiswa mengemukakan pertanyaan kepada Prof. Hans. Misalnya, mengapa pH air laut menjadi lebih asam akibat perubahan musim yang terjadi di dunia, bagaimana solusi yang baik untuk menyelesaikan permasalahan lahan gambut di Indonesia yang selama musim kemarau tiba dapat menyebabkan kebakaran hutan, apa dampak negative logam Cd bagi manusia serta apakah ada manfaat senyawa arsenic dalam tubuh manusia. Prof. Hans pun dapat menjawab semua keingin tauan mahasiswa tersebut secara menarik, dan pada akhir penutupan acara, panitia penyelenggara acara kuliah tamu dari Prodi Kimia menyerahkan token apresiasi pada beliau serta melakukan foto bersama dengan mahasiswa.

Download Materi di sini

 
 
 
 
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-10-06 01:35:562017-09-04 03:53:41Kuliah Tamu Geokimia bersama Prof. Dr. Hans Ruppert
Chemistry UII
Berita Terkini

Violla Bestari, dkk Tawarkan Solusi Pengolahan Limbah Laboratorium Kampus

 Laboratorium di kampus sebagai pusat penelitian bagi mahasiswa maupun dosen seringkali dalam aktifitasnya menghasilkan limbah yang masuk dalam kriteria B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Bahkan tidak jarang, limbah logam-logam berat seperti timbal dan tembaga yang membahayakan kesehatan. Tanpa adanya pengelolaan yang memadai, limbah laboratorium yang dibuang ke saluran pembuangan berpotensi dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Hal ini apabila dibiarkan terus menerus dapat membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya yang tinggal di lingkungan laboratorium.
Menghadapi tantangan ini, sekelompok mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UII berupaya mengembangkan solusi yang efektif dan efisien untuk mengolah limbah laboratorium kampus sehingga tidak terlalu mencemari lingkungan. Solusi yang mereka tawarkan ini dinilai cukup efektif untuk diterapkan di laboratorium kampus-kampus lainnya.
Sebagaimana disampaikan oleh Violla Bestari Ayu S, salah seorang mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UII yang terlibat dalam proyek penelitian ini. Bersama empat orang rekannya, yakni Apri Rahmani MH, Andhika Ghia P, Agung Prayudia M, dan Dian Nurmala Sari, ia serius mengembangkan metode pengolahan limbah laboratorium yang tepat guna. “Pengolahan limbah yang selama ini diterapkan pada laboratorium menggunakan reaktor karbon aktif relatif yang hasilnya masih belum sempurna sehingga diperlukan teknologi baru yang lebih efektif dan efisien. Reaktor karbon perlu diganti secara periodik”, terangnya.
Pencariannya tentang metode pengolahan limbah, menghantarkannya untuk mendalami tentang metode gabungan proses nanobubble-electrocoagulation (E-CONAN) untuk mengolah limbah. Pengolahan limbah dengan metode tersebut dilakukan dengan menggunakan 4 model reaktor reaktor yang berbeda, yaitu reaktor nanobubble dan elektrokoagulasi serta reaktor E-CONAN sistem horizontal dan vertical.
“Nanobubble atau gelembung gas kecil dalam cairan saat ini seringkali dimanfaatkan dalam proses penjernihan air karena dapat meningkatkan kandungan oksigen di air sehingga sangat bermanfaat dalam proses pengolahan air limbah dan meningkatkan kualitas produk air”, jelasnya.
Sedangkan elektrokoagulasi adalah proses pengaliran muatan listrik ke dalam air limbah selama beberapa waktu. Proses ini digunakan untuk mehilangkan kandungan organik dan logam berat pada limbah. Diharapkan dengan menggabungkan proses nanobubble-elektrocoagulasi (E-CONAN) dapat meningkatkan efisiensi dan menjadi solusi dalam pengolahan limbah laboratorium.
Ketika diujicobakan di laboratorium terpadu UII, metode ini dinilai cukup sukses dalam menurunkan kadar kandungan limbah sesuai dengan target yang diharapkan. “Setelah kami uji coba, terdapat penurunan yang signifikan dari kadar logam timbal dan tembaga dalam air limbah. Air limbah menjadi lebih jernih dengan sedikit gumpalan. Selain itu kadar BOD dan COD juga menurun, namun kandungan oksigen dalam air justru meningkat”, pungkasnya.
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-10-04 10:35:472017-09-04 03:53:41Violla Bestari, dkk Tawarkan Solusi Pengolahan Limbah Laboratorium Kampus
Chemistry UII
Berita Terkini

M. Alfan Auliya, dkk. sebagai Kontingen DIY Raih Juara III Lomba Kreativitas dan Keterampilan

 Kontingen DIY dari BKKBN Yogyakarta berhasil meraih juara III dalam perlombaan Kreativitas dan Keterampilan pada pelaksanaan Jambore Nasional Generasi Berencana (GENRE) yang digelar di Hotel Kusuma Agrowisata, kota Batu, Malang, pada 27-30 september 2016. Perwakilan dari DIY salah satunya adalah beberapa anggota PIKM Aushaf UII yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Kontingen DIY menampilkan drama musikal dengan judul "Mukidi get married" yang bertemakan Pendewasaan Usia Perkawinan.
Sekitar 600 lebih peserta dari 34 provinsi di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini. Pelaksanaan kegiatan diharapakan dapat menjadi wadah bertukar informasi pengelola PIK Remaja/Mahasiswa seluruh Indonesia.
Secara resmi Jambore GENRE dibuka oleh Ketua BKKBN Pusat, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.D. Selanjutnya  para peserta memperoleh berbagai materi antara lain yakni seminar motivasi, workshop IT, talkshow tentang remaja dan wawasan tentang kependudukan dan ketahanan remaja.
Pada malam penutupan Jambore GENRE, penghargaan juara III perlombaan Kreativitas dan Keterampilan diterima oleh salah satu anggota PIKM Aushaf UII, yang juga Mahasiswa Prodi Kimia UII, M. Alfan Auliya. Ia berharap dengan mengikuti kegiatan ini, seluruh pergerakan remaja berencana dapat lebih bersemangat memberikan solusi atas segala permasalahan yang timbul dikalangan remaja, khususnya oleh mahasiswa UII.
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-10-04 10:25:022017-09-04 03:53:41M. Alfan Auliya, dkk. sebagai Kontingen DIY Raih Juara III Lomba Kreativitas dan Keterampilan
Chemistry UII
Berita Terkini

Hadirilah…!!! Coaching Clinic PKM 5 Bidang FMIPA

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-10-01 03:15:102017-09-04 03:53:41Hadirilah…!!! Coaching Clinic PKM 5 Bidang FMIPA
Chemistry UII
Berita Terkini

STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY) ALUMNI PROGRAM STUDI KIMIA FMIPA-UII 2016

Formulir Tracer Studi Alumni

Latar Balakang
 Keberhasilan sebuah institusi yang menghasilkan lulusannya adalah sejauh mana lulusannya dapat mengamalkan ilmu dalam bidangnya di masyarakat. Hal ini dengan salah satu tujuan pembelajaran agar anak didiknya dapat berguna serta bermanfaat dalam menyumbangkan keahliannya sesuai dengan bidangnya. Secara umum penyelenggaraan perguruan tinggi di Indonesia bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang secara professional dapat menerapkan dan mengembangkan bidang keahliannya serta mampu menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaan keahliannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kebudayaan nasional.
Untuk mampu manilai sejauh mana lulusan Prodi Kimia FMIPA-UII dapat bermanfaat bagi masyarakat, maka perlu dilakukan studi pelacakan (tracer study). Studi pelacakan mencakup antara lain di mana lulusan berada pada saat ini. Di bidang apa lulusan bekerja, sejauh mana lulusan dirasakan bermanfaat oleh para pengguna (stakeholder), apakah bekal/ kemampuan lulusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, apakah ada kekurangan selama lulusan mengabdikan ilmunya, berapa lama lulusan menunggu sampai memperoleh pekerjaan dan berapa pendapatan/gaji  awal bekerja.
Selain itu, studi pelacakan dapat digunakan sebagai umpan balik (feed back) bagi Prodi Kimia untuk mengevaluasi dan memperbaiki kurikulum, agar lulusan dapat mengantisifasi kebutuhan/tuntutan masyarakat. Tanpa mengenali apa kebutuhan masyarakat maka Prodi Ilmu Kimia telah gagal dalam meluluskan anak didiknya.
Studi pelacakan juga menjadi slah satu penilaian yang penting dalam penilaian akreditasi program studi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penilaian ini dapat menjadi benchmark bagi akuntabilitas, keredibilitas, maupun up date sebuah program studi.
Tujuan
1. Melacak keberadaan dan karir pekerjaan yang dilakukan oleh alumni.
2. Mendapatkan gambaran tentang bidang pekerjaan alaumni.
3. Mendapatkan masukan tentang relevansi kurikulum dengan tuntutan keahlian lulusan dalam bidang pekerjaan di masyarakat.
4. Mendapatkan bambaran tentang hubungan antara alumni dengan almamater.
5. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi lulusan dalam dunia kerja.
6. Mendapatkan gambaran mengenai karakteristik penerapan lulusan.
7. Mengetahui kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Manfaat
Mendapatkan umpan balik tentang sistem atau proses pembelajaran untuk menyesuaikan kurikulum dengan tuntutan keahlian di dunia kerja.
 
Sebagai kelengkapan Data Alumni Kimia dimohon untuk mengisi formulir berikut:
Formulir Tracer Studi Alumni
Kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya.
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-09-29 02:34:262017-09-04 03:53:41STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY) ALUMNI PROGRAM STUDI KIMIA FMIPA-UII 2016
Chemistry UII
Berita Terkini

Kuliah Tamu, MK Geokimia, Prof. Dr. Hans Ruppert dari University of Goettingen, Jerman

Pengumuman Kuliah Tamu "Enviromental Geochemistry" :
Hari/Tgl : Jumat 30 September 2016
Waktu : 14.00 – 16.00 WIB
Tempat : Auditorium Lt 4 FMIPA

Pembicara:


Bagi yang berminat silahkan mendaftar di Prodi Kimia, dibuka untuk 100 peserta. Untuk yang mengambil mata kuliah Gekimia "Wajib hadir". Demikian Terima kasih…!!!

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-09-29 01:15:162017-09-04 03:53:42Kuliah Tamu, MK Geokimia, Prof. Dr. Hans Ruppert dari University of Goettingen, Jerman
Chemistry UII
Berita Terkini

Chemistry day 2016: SADAMIKA 2016 bertajuk “Chem Night”

 
 
 
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-09-29 01:05:052017-09-04 03:53:42Chemistry day 2016: SADAMIKA 2016 bertajuk “Chem Night”
Chemistry UII
Berita Terkini

Chemistry Day 2016: Workshop Instrumentasi Kimia 2016

 Sebelum kegiatan workshop instrument ini dilaksanakan, panitia melaksanakan rapat-rapat koordinasi untuk merancang susunan acara yang akan berlangsung. Selanjutnya, panitia mengajukan beberapa permohonan ijin penggunaan beberapa instrument kimia di Laboratorium Terpadu UII serta penggunaan ruang Auditorium FMIPA Lantai 4 guna pelaksanaan penyampaian materi workshop kepada seluruh mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 137 orang.
Kegiatan  workshop instrumentasi Kimia untuk mahasiswa kimia ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 September 2016 sejak pukul 07.30-17.30 WIB.
Kegiatan ini dibuka oleh dekan FMIPA UII, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. yang dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Rudy Syah Putra, Ph.D.. yang menyampaikan materi mengenai spektroskopi. Beliau menyampaikan pengertian spektroskopi, radiasi elektromagnetik, jenis interaksi senyawa dengan radiasi sinar (absorbsi, fluoresensi, emisi, difraksi, dll), teori dasar, transisi elektron yang terjadi, proses emisi, spectra absorbsi molekul, pengenalan instrument spektrofotometer (sumber radiasi, monokromator, sel sampel) serta analisis kuantitatifnya. Instrumen kimia lain yang dijelaskan pada sesi ini adalah spektrometer infra merah dan spektroskopi serapan atom (atomic adsorption spectroscopy /AAS).
Pada sesi diskusi, terdapat beberapa mahasiswa yang mengajukan pertanyaan misalnya:
1.    Apakah jika senyawa sudah diuji dengan kromatografi, dapat dianalisis dengan spektrofotometer?
Jawab: spetro: lebih ke ranah analisis/penentuan, ranah gugus fungsi, ranah konsentrasi logam sedangkan kromatografi lebih ke ranah pemisahan. Jadi sebenarnya analisis suatu sneyawa tidak bisa jika hanya menggunakan 1 instrumen. Tidak dapat digeneralisir.
2.    Bagaimana cara kita tahu bahwa di suatu limbah terdapat gugus kromofor?
Jawaban: untuk mengetahuinya dapat dicek dengan UV.jika ada serapan maka ada kromofor. Atau ke hplc, gabungkan dengan MS.
3.    Apakah spectroskopi dapat mengukur radiasi dari bom atom?
Jawaban: Bisa dengan AAS: ambil material.tapi jangan sampai kita kena radiasi.bom atom reaksi peluruhan logam. Misal dari uranium peluruhan ke 2 nya jadi Pb kemudian Pb dapat dideteksi dengan AAS.
Sesi penyampaian materi di dalam kelas berakhir pada pukul 12.00 dan dilanjutkan dengan kegiatan ishoma. Selanjutnya pada pukul 13.00 mahasiswa mulai melaksanakan kegiatan perkenalan instrument-instrumen kimia yang meliputi GC, HPLC, AAS, CV, spektrofotometer, FTIR, dan automatic titrator. Disini sejumlah 176 mahasiswa dibagi menjadi 12 kelompok dan secara bergantian mengunjungi instrument-instrumen kimia dan mendapat penjelasan mengenai alat-alat tersebut dari pada asisten yang bertugas memberikan penjelasan.
Penyampaian materi oleh pembicara pertama berakhir pada pukul 14.00 dan kemudian dilanjutkan dengan pembicara kedua, Dr. Dwiarso Rubiyanto pada pukul 14.00, mengenai kromatografi. Dalam penyampaiannya, Dr. Dwiarso menjelaskan mengenai macam kromatografi, seperti kromatografi gas/ gas chromatography (GC) yakni kromatografi dengan fasa gerak cair, komponen alat kromatografi gas, macam-macam detector seperti Flame Ionization Detector (FID). Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai kromatografi gas dengan spectra massa, bagian-bagian alat kromatografi gas dengan spectra massa, spectra massa yang dihasilkan serta aplikasi dari kromatografi gas dengan spectra massa.
Selanjutnya, Dr. Dwiarso juga menjelaskan mengenai high performance liquid chromatography (HPLC), kromatografi dengan fase gerak berupa zat cair. Beliau juga menjelaskan mengenai peralatan HPLC (tempat fasa cair, pompa, injector, kolom fasa diam, detector, data system), penggunaanya, macam elusi, macam kolom, detector, serta perbedaan antara kromatografi gas dan hplc yakni pada fase gerak dan kegunaannya.
Materi yang disampaikan pada sesi ini sangat menarik terbukti dengan adanya beberapa mahasiswa yang mengajukan pertanyaan seperti:
1.    Apakah dengan kromatografi muatan senyawa akan berubah?
Jawaban: Dengan GC muatan senyawa tidak berubah namun jika dengan MS akan berubah.
2.    Apakah sampel padat dan gas dapat diuji dengan GC?
Jawaban: bisa. Syarat senyawa dapat diuji dengan GC adalah volatil
3.    Apakah hplc digunakan hanya untuk fasa cair atau bisa untuk yang fase padat dan gas?
Jawaban : Harus dilihat tipe sampelnya apakah padat cair gas. Jika mudah menguap dapat digunakan GC. Jika tidak mudah menguap dapat digunakan LC karena fasa geraknya cair, maka semua sampel harus dibuat cair sesuai dengan fasa geraknya.
4.    Salah satu fungsi GC adalah dapat menentukan bilangan oktan.apakah yang seperti pertamax bisa dilihat dengan itu?
Jawaban: Angka oktan dilihat dari kadar isooktana bisa dilihat konsentrasinya dengan gc ms melalui senyawa 2,2,4-trimethylpentane
Mahasiswa-mahasiswa yang bertanya pada sesi ini akan mendapat buku karangan dari Dr. Dwiarso Rubiyanto.
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-09-28 05:57:002017-09-04 03:53:42Chemistry Day 2016: Workshop Instrumentasi Kimia 2016
Chemistry UII
Berita Terkini

Chemistry Day 2016: Workshop Minyak Atsiri 2016

 Sebelum kegiatan workshop Minyak Atsiri ini dilaksanakan, panitia melaksanakan rapat-rapat koordinasi untuk merancang susunan acara yang akan berlangsung. Selanjutnya, panitia mengajukan beberapa permohonan ijin penggunaan lab. Minyak Atsiri UII serta penggunaan ruang Auditorium FMIPA Lantai 4 guna pelaksanaan penyampaian materi workshop kepada seluruh mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 137 orang. Kegiatan  workshop instrument untuk mahasiswa kimia ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 september 2016 sejak pukul 07.30-17.00 WIB.
Kegiatan ini dibuka oleh dekan FMIPA UII, Drs. Allwar, M.sc., Ph.D., yang dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Dwiarso Rubiyanto pada pukul 10.00, mengenai Isolasi dan Analisis Minyak Atsiri. Dalam penyampaiannya, Dr. Dwiarso menjelaskan mengenai macam Minyak Atsiri. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai cara isolasi dan cara mendapatkan minyak atsiri. Selanjutnya pada materi ke-2 disampaikan materi Produk Turunan Minyak Atsiri, yang disampaikan oleh Bapak Nurcahyo Iman Prakoso, M.Sc.
 
Sesi penyampaian materi di dalam kelas berakhir pada pukul 12.00 dan dilanjutkan dengan kegiatan ishoma. Selanjutnya pada pukul 13.00 mahasiswa mulai melaksanakan kegiatan perkenalan Isolasi Minyak Atsiri, Jahe, Jeruk dan Kunyit, lalu mahasiswa juga dikenalkan pada hasil produk-produk hilir dari minyak atsiri seperti sabun, sampo, produk kosmetik dan lain-lain. Disini sejumlah 137 mahasiswa dibagi menjadi 6 kelompok dan secara bergantian mengunjungi lab. Minyak atsiri dan mendapat penjelasan mengenai hal tersebut dari pada instruktur yang bertugas memberikan penjelasan.
 
 
 
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2016-09-28 04:02:052017-09-04 03:53:42Chemistry Day 2016: Workshop Minyak Atsiri 2016
Page 31 of 84«‹2930313233›»
Search Search

Contact Us

Chemistry Study Program
Department of Chemistry FMIPA UII
Kampus Terpadu UII
Gedung Prof. Zanzawi Soejoeti, Ph.D.
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta Indonesia 55584
e-mail: [email protected]
phone: (0274) 895920 ext 3012
fax: (0274) 896439

© Copyright - Program Studi Kimia Fakultas MIPA UII
  • Sangkalan
  • Pengelolaan Situs Web
  • Universitas
  • FMIPA
  • Jurusan Kimia
  • Forlap DIKTI
  • Simbelmawa
Scroll to top Scroll to top Scroll to top