Prodi Kimia FMIPA berkontribusi menambah jumlah guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi total sebanyak 14 orang menyusul diangkatnya dua Profesor/Guru Besar baru atas nama Prof. Riyanto, S.Pd.,M.Si.,Ph.D. Guru Besar di bidang Ilmu Kimia.Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang pengangkatan keduanya sebagai Profesor/Guru Besar diserahkan langsung oleh Koordinator Kopertis Wilayah V Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES.,DEA., kepada Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. di hadapan Ketua Yayasan Badan Wakaf UII Dr. Ir. Luthfi Hasan, MS. Dan segenap Dekan dan Kaprodi di lingkungan UII pada Rabu pagi 31 Agustus 2016 di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII.
Dalam sambutannya Bambang menyampaikan selamat kepada kedua Guru Besar baru UII tersebut dan apresiasi kepada UII secara institusi yang telah berhasil menambah jumlah Guru Besarnya. Ia juga menyampaikan bahwa proses penilaian Guru Besar di tingkat Kopertis saat ini dilakukan oleh tiga orang reviewer guna meminimalisir faktor like and dislike, sehingga menurutnya hasil yang didapatkan oleh Ni'matul Huda dan Riyanto adalah hasil yang objektif.

Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. yang menerima SK Menristekdikti tersebut menyampaikan rasa bangganya kepada dua Profesor/Guru Besar UII tersebut. Ia menyatakan bahwa Prof. Riyanto, S.Pd.,M.Si.,Ph.D. adalah Profesor pertama di Program Studi Ilmu Kimia UII.
Dr. Harsoyo mengatakan dengan diterimanya SK Guru Besar ini maka akan semakin memperkuat peran dan posisi UII menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin ketat. Ia juga optimis Ia juga optimis jumlah Guru Besar UII dalam waktu dekat akan kembali bertambah mengingat saat ini banyak dosen UII yang sudah bergelar Doktor. Oleh karena itu, Ia berharap kedua Guru Besar baru dapat mendorong dosen-dosen lain agar mengikuti jejak mereka meraih gelar akademik tertinggi tersebut.
“Penghargaan sebagai Guru Besar adalah pengakuan atas kualitas yang dimiliki sehingga secara otomatis semakin besar pula amanah dan tanggung jawab yang diemban. Sehingga ke depan produktifitas dan kualitas dari kedua Guru Besar baru UII dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.” Ujar Dr. Harsoyo.










Salah satu unsur penting dalam peningkatkan keberadaan suatu produk ataupun jasa di mata masyarakat pengguna adalah dilakukannya upaya pengenalan dan sosialisasi melalui berbagai ragam model promosi. Media promosi dapat dilakukan dengan menggunakan selebaran informasi, atau media masa baik cetak maupun elektronika. Selain media promosi tersebut, dewasa ini promosi suatu usaha baik jasa maupun produk telah dilakukan melalui jaringan internet. Hal ini disebabkan bahwa 
Pengabdian kepada masyarakat bagi perguruan tinggi merupakan suatu kewajiban sejajar dengan pendidikan/pengajaran dan penelitian. Dalam istilah lain dikatakan sebagai tri dharma perguruan tinggi yang mencakup aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebuah perguruan tinggi yang baik harus mensinkronkan ketiga aspek tersebut. Dasar pemikiran ini dilandasi oleh keinginan yang besar agar sebuah perguruan tingggi tidak hanya memproduksi manusia ber-ilmu dan berpikir secara konseptual tetapi tidak memiliki kepekaan sosial atau kepedulian lingkungan ditengah-tengah kehidupannya. Karenanya konsep menara gading bagi perguruan tinggi hasus dihilangkan. Hal ini dilandasi oleh konsep bahwa manusia itu di samping sebagai yang memiliki kemampuan intelektual/akademik juga sekaligus sebagai makhluk sosial dan karenanya secara niscaya ia harus memperhatikan lingkungan kehidupannya. Manusia harus ramah dengan lingkungan dan peduli terhadap sesama. 







