• UII-gateway
  • UII-Mail
  • e-learning
  • Library
  • IT-Support (BSI)
  • web-support
  • Indonesia
  • Indonesia
Program Studi Kimia Fakultas MIPA UII
  • Home
  • Profil
    • Sambutan Pimpinan
    • Sejarah Singkat
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sasaran Mutu
    • Rencana Strategis
    • Pimpinan dan Manajemen
    • Daftar Ketua Prodi
    • Sertifikat Akreditasi
  • Staf
    • Dosen
    • Asisten/Tutor
    • Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP)
    • Tenaga Kependidikan
  • Fasilitas
    • Ruang Kelas
    • Laboratorium
      • Laboratorium Kimia Pendidikan
      • Laboratorium Kimia Penelitian
      • Laboratorium Research Excellencies
      • Laboratorium Penelitian dan Pengujian Minyak Atsiri
      • Laboratorium Kimia Terapan
      • Laboratorium Terpadu UII
      • Laboratorium Sharing Facility
    • Perpustakaan
    • Prasarana Penunjang
    • Sistem Informasi Manajemen (SIM)
  • Akademik
    • Kurikulum 2022
    • Capaian Pembelajaran/Learning Outcome
    • Struktur Matakuliah Per Semester
    • Daftar Matakuliah Pilihan
    • Yudisium Tutup Teori
    • Pendadaran Skripsi
    • Yudisium Akhir Studi
    • Satuan Kredit Partisipasi (SKP)
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
    • Program Fast-track
  • Student Mobility
    • Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK)
      • Struktur Organisasi
      • Program Kerja
    • Chemistry Student Competition Center (CSCC)
    • Prestasi Mahasiswa
    • Publikasi Hasil Penelitian Mahasiswa
    • Bantuan Pendanaan
  • Alumni
    • IKA Kimia UII
    • Studi Pelacakan Alumni
    • Hasil Pelacakan Alumni Program Studi Kimia
    • Profil Alumni
    • Testimoni Alumni
    • Info Lowongan Kerja
  • PMB
    • Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Terkini
Chemistry UII
Berita Terkini

Pengumuman Jadwal Kegiatan Praktikum Di Lab. Ilmu Kimia

Seluruh kegiatan Praktikum Semester Ganjil 2010/2011 di Laboratorium Ilmu Kimia FMIPA UII Akan  dimulai pada hari Senin, 29 November 2010.   Jadwal pelaksanaan Praktikum disesuaikan dengan urutan praktikum pada Kalender Praktikum sebelumnya.

Pelaksanaan Praktikum: 29 November – 21 Desember 2010
Pelaksanaan Inhal: 20 – 23 Desember 2010
Pendaftaran inhal: 13 – 17 Desember 2010*
Review: 27 – 31 Desember 2010
Responsi: 17 – 21 Januari 2011

Koorlab Ilmu Kimia
Kalab. Pendidikan Kimia
Kalab. Penelitian Kimia

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-11-25 13:57:142017-09-04 04:02:50Pengumuman Jadwal Kegiatan Praktikum Di Lab. Ilmu Kimia
Chemistry UII
Berita Terkini

Ion karbenium telah terungkap

Kata Kunci: hidrokarbon, ion karbenium, Mekanisme Reaksi, petrokimia
 Suatu pandangan yang penting kedalam mekanisme reaksi hidrokarbon telah diungkapkan oleh para ilmuwan yang sedang Penelitian di Perancis.
Transformasi terkatalisis dari hidrokarbon sangatlah penting pada industi petrokimia akan tetapi kelambanan mereka haruslah diatasi dengan dikerjakan dibawah tekanan dan suhu yang tinggi. Jean Sommer dan para koleganya pada University of Strasbourg telah menunjukkan keberadaan beberapa ion karbenium pada transformasi hidrokarbon pada katalis mineral zeolite. Beberapa ion tersebut pada umumnya diterima sebagai intermediate reaksi namun formasi mereka sepenuhnya belumlah dimengerti.
Sommer menggunakan suatu kombinasi pengukuran NMR dan melabeli bahan pertama guna mendeteksi keberadaan beberapa ion karbenium. Dia menjelaskan bahwa: ‘Kita menunjukkan keberadaan beberapa intermediate tersebut pada zeolite meski pada  suhu ruangan, suatu titk kontroversial pada katalis asam padat.’

Beberapa intermediate ion karbenium pada zeolites telah terlihat menggunakan NMR
‘Beberapa ion karbenium umumnya muncul pada konsentrasi yang sangat rendah, dan selanjutnya sangat sulit untuk dideteksi dan diamati,’ Sommer melanjutkan. ‘Pekerjaan kami mengkonfirmasikan bahwa mereka merupakan intermediate yang perlu dalam memebrikan logika pada reaktifitas hidrokarbon.’
Pierre Esteves, seorang ahli pada carboacation kimiawi pada Federal University of Rio de Janeiro, Brazil, mengomentari bahwa, ‘penggunaan yang elegan dari NMR digabungkan dengan hidrokarbon terklabeli secara isotopis menunjukkan bahwa bukti yang kuat dari perilaku carbocations didalam beberapa katalis berpori tersebut, bahkan pada suhu ruangan sekalipun.’
Langkah berikutnya, menurut Sommer, adalah menemukan jika reaksi tersebut bertempat didalam lubang zeolite atau pada luaran permukaan katalis tersebut.

Michael Spencelayh

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-11-25 09:54:212017-09-04 04:02:51Ion karbenium telah terungkap
Chemistry UII
Berita Terkini

Kegiatan di Kampus Terpadu UII Sudah Kembali Aktif

 Lebih dari dua pekan kosong dari kegiatan, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) yang berada di Jalan Kaliurang Km. 14,5, secepatnya akan kembali diaktifkan. Hal ini terungkap dalam Rapat Pimpinan UII pada Jum’at (19/11) sore. Rapat yang dipimpin Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec itu memutuskan, sejak hari Senin (22/11) ini aktivitas di kampus terpadu itu akan kembali dimulai. Keputusan ini menyusul adanya informasi dari BPNB dan PVMBG yang menyatakan secara resmi penurunan aktivitas Gunung Merapi dan radius bahaya bagi beberapa daerah juga menyusul dipersempit, termasuk Kampus Terpadu UII yang saat ini sudah tidak lagi termasuk dalam zona bahaya.
“Kegiatan administrasi akan dimulai di Kampus Terpadu sejak senin ini”, kata Wakil Rektor III UII, Ir. Bachnas, M.Sc kepada Humas UII sesaat setelah rapat pimpinan selesai dilakukan. Untuk aktivitas perkuliahan sendiri, masih tetap akan berlangsung di gedung-gedung UII yang berada di sekitar kota Yogyakarta, seperti telah berjalan sejak Kamis lalu. “Rencananya, kegiatan perkuliahan akan kita lakukan Senin berikutnya”, Wakil Rektor III UII melanjutkan.

Menurut Ir. Bachnas, M.Sc, persiapan harus dilakukan untuk kembali beraktivitas di Kampus Terpadu. Hal ini dijadikan pertimbangan karena beberapa perlengkapan kantor telah dibawa ke Kampus UII di Jalan Cik Ditiro setelah perpindahan penyelenggaraan seluruh aktivitas kampus dipindah ke lokasi tersebut.
“Selain itu, dalam perjalanan nanti yang kita perkirakan selama satu minggu, kita juga akan terus aktif memantau perkembangan merapi, sampai kita benar-benar yakin untuk mengembalikan aktivitas perkuliahan bisa dilaksanakan di Kampus Terpadu”, Ir. Bachnas, M.Sc menambahkan.
Keputusan resmi, khususnya terkait dengan perpindahan kembali lokasi perkuliahan bagi mahasiswa UII, sebenarnya belum dikeluarkan oleh pihak kampus. Menurut Ir. Bachnas, M.Sc, kebijakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi dari aktivitas Gunung Merapi yang sewaktu-waktu kembali meningkat. “Jadi, keputusan resmi untuk mengembalikan aktivitas perkuliahan di Kampus Terpadu, akan kembali kita ambil dalam rapat resmi pimpinan UII”, katanya.
Sesaat setelah Rapim ini selesai, tampak beberapa staf administrasi di Kampus UII Cik Ditiro sudah mulai mengemasi perlengkapan-perlengkapan kantor yang rencananya akan kembali dipindah ke Kampus Terpadu.
 

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-11-22 11:00:092017-09-04 04:02:51Kegiatan di Kampus Terpadu UII Sudah Kembali Aktif
Chemistry UII
Berita Terkini

Tabel periodik baru dengan perpanjangan unsur

Kata Kunci: tabel periodik
Tabel periodik baru yang diperpanjang dengan 54 elemen telah dipetakan oleh seorang ahli kimia di Finlandia.
Tabel periodik unsur diusulkan pada tahun 1869 oleh Dimitri Mendeleev. Mendeleev telah berhasil mengorganisir unsur-unsur dengan memprediksi keberadaannya bahkan sifat-sifat unsur itu belum dikenal termasuk galium (pertama kali diisolasi pada 1875).
Saat ini, Seorang kimiawan Finlandia, Pekka Pyykkö di University of Helsinki telah menggunakan model komputasi yang sangat akurat untuk memprediksi struktur elektronik unsur dan menambahkan posisi tabel periodik unsur sampai jumlah proton 172 – jauh melampaui batas elemen yang ilmuwan saat ini dapat disintesis.

 

Tabel periodik yang diusulkan baru untuk elemen

54 tambahan elemen super berat yang diprediksi oleh Pyykkö mungkin ada di bawah kondisi ekstrim dengan masa hidup yang sangat singkat karena peluruhan radioaktif.  Namun, saat ini belum ada penelitian yang dapat mensintesis elemen super berat tersebut.
Seorang ahli dalam teori struktur elektronik, Peter Schwerdtfeger di Massey University di Auckland, Selandia Baru, berkomentar: “Kimia tidak dapat terpikirkan tanpa tabel periodik unsur. Pyykkö telah menggunakan perhitungan relativitas melampaui unsur yang dikenal ke wilayah yang tidak diketahui. ”
Namun ia menambahkan bahwa kerja di bidang ini telah menjadi subyek perdebatan antara ahli yang tidak setuju pada penempatan elemen-elemen tertentu. Untuk atom nuklir dengan muatan yang sangat tinggi, inti bisa menangkap elektron yang mengorbit dan memancarkan neutrino menyebabkan jumlah proton berkurang satu per satu.
Perdebatan hanya dapat diselesaikan setelah semua unsur yang diprediksi telah disintesis tetapi Pyykkö tidak mengharapkan hal ini terjadi dalam waktu dekat. “Sulit untuk mengatakan seberapa jauh penelitian akan menemukan elemen-elemen baru selama abad ini, mungkin dekat dengan 130, jika tidak lebih”, ia menyimpulkan.

A suggested periodic table up to Z 172, based on Dirac–Fock calculations on atoms and ions Pekka Pyykkö, Phys. Chem. Chem. Phys., 2010

 

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-11-04 09:00:412017-09-04 04:03:14Tabel periodik baru dengan perpanjangan unsur
Chemistry UII
Berita Terkini

Dipercaya Masyarakat, UII Buka Rekening Bantuan Bencana Merapi

 Universitas Islam Indonesia (UII) akhirnya membuka rekening penghimpunan bantuan dari masyarakat untuk korban Gunung Merapi. Sejak Selasa (2/11) kemarin, rekening bantuan UII ini sudah dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan finansial bagi masyarakat.
Pembuatan rekening ini, merupakan wujud dari kepercayaan masyarakat kepada UII untuk menyalurkan bantuan korban Merapi. “Sebelumnya, kita tidak sampai berfikir untuk membuka rekening. Tapi atas banyak masukan dari masyarakat, termasuk dari para alumni UII, maka akhirnya diputuskan melalui rapat pimpinan UII untuk membuka rekening”, kata Ketua Tim Penanggulangan Bencana Gunung Merapi (PBGM) UII, Drs. AF Junaidi, M.Ag.

Ditanya mengenai bantuan yang sudah masuk ke UII, Ketua Tim PBGM UII itu menjelaskan, sudah ada beberapa sumber yang menyalurkan bantuannya ke UII sebelum rekening ini dibuka. Saat itu, bantuan dicatat secara manual oleh tim. “Bagi kami, ini adalah wujud dari kepercayaan sekaligus harapan masyarakat agar UII juga dapat terjun membantu meringankan beban masyarakat korban Gunung Merapi”, tandasnya.
Sekretaris Tim PBGM UII, Sunaryo MD, mengungkapkan, bantuan para donatur dapat disalurkan ke Bank Mandiri Cabang Universitas Islam Indonesia dengan Nomor Rekening: 137-00-0661205-1. Kalau  ada yang ingin menanyakan informasi seputar sumbangan ini, Sunaryo MD mempersilakan untuk menghubungi langsung Ketua Tim PBGM UII, Drs. AF Junaidi, M.Ag di nomor 08164267539.

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-11-04 08:09:422017-09-04 04:03:14Dipercaya Masyarakat, UII Buka Rekening Bantuan Bencana Merapi
Chemistry UII
Berita Terkini

Larutan bersabun bagi permukaan yang tergores

Kata Kunci: lapisan, Polymer, potassium, stearate
 Para ilmuwan Cina telah mengembangkan suatu lapisan superhydrophobic yang dapat diperbaiki dengan memperlakukan permukaan dengan potassium stearate, yang seringkali digunakan pada sabun dan kosmetik. Hal ini dapat mengarahkan pada permukaan superhydrophobic yang dapat memperbaiki dengan sendirinya di kemudian hari.
Banyak seklai permukaan superhydrophobic, seringkali berdasarkan pada biomimetic struktur mikro daun teratai, telah dilaporkan di tahun-tahun terakhir ini bagi beberapa aplikasi seperti baju anti air dan rambu-rambu jalan yang dapat membersihkan dengan sendirinya. Mereka berisi jarum-jarum mikroskopis dimana tetesan air berdiam diri dan bergulung-gulung dengan meninggalkan suatu permukaan dengan sangat mudah. Namun kebanyakan sangatlah rapuh dan tidak seperti daun teratai di alam, dan tidak dapat diperbaiki. Sekarang, Zhenzhong Yang dan para koleganya dari Chinese Academy of Sciences, Beijing, telah mendemonstrasikan suatu metode yang sederhana dan murah dalam meregenerasi ulang jarum-jarum yang rusak.

Yang membuat lapisan ini dengan menggunakan mikrokapsul kalsium hydroxide dengan polymethylmethacrylate berpori-kerangka selulaosa polymer ethyl, yang direkatkan pada suatu resin expoxy pada permukaannya. Dengan membenamkan permukaan pada larutan potassium stearate membuat jarum-jarum padat berukuran nano pada kalsium stearate tumbuh dari pori-pori tersebut dalam permmukaan mikrokapsul, menciptakan tingkat superhydrophobisitas.
diilhami dari alam, daun-daun teratai mempunyai permukaan superhydrophobic yang dapat memperbaiki dengan sendirinya
Jika jarum-jarum kalsium stearate tergores, mereka dapat diregenerasi sepenuhnya dengan memperlakukan permukaan melawan larutan potassium stearate. Hal ini dapat diulangi berkali-kali hingga semua kalsium hidroksida pada mikrokapsul melemah, jelas Yang.
‘Pekerjaan ini menjelaskan suatu cara membuat permukaan superhydrophobic lebih tahan ubtuk digunakan tanpa mengurangi keefektifitasan mereka dengan memungkinkan mereka menyembuhkan properti mereka saat rusak; sementara itu mempertahankan biaya rendah dengan  menggunakan reagent yang murah,’ kata Neil Shirtcliffe, seorang ahli pada permukaan superhydrophobic pada Nottingham Trent University, inggris. ‘Hal ini mirip dengan pendekatan yang digunakan pada tanaman, yang memperbaiki permukaan mereka pada penampakan yang rusak,’ tambahnya.
Yang mengatakan sekarang ini mereka berencana membangun pada pekerjaan ini guna membuat lapisan yang dapat memperbaharui dengan snedirinya, yang dapat memungkinkan penggunaan mereka pada aplikasi praktis secara luas.

James Hodge

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-10-25 12:43:242017-09-04 04:03:14Larutan bersabun bagi permukaan yang tergores
Chemistry UII
Berita Terkini

Thalidomide yang mengikat protein telah terungkap

Kata Kunci: molekular, sel, technologi, thalidomide
 Para ilmuwan di Jepang percaya bahwa mereka telah mengungkap salah satu kunci target molekular yang mengikat pada obat thalidomide yang menyebabkan cacat kelahiran. Temuan ini dapat memungkinkan beberapa obat baru untuk dikembangkan yang serupa dengan thalidomide – yang efektif dalam penanganan penyakit kanker tertentu dan kusta – namun tanpa efek samping yang sangat berbahaya dalam pengembangan embrionya.
Takumi Ito, dari Tokyo Institute of Technology, dan para koleganya menempelkan thalidomide pada manik-manik magnetis dan mengekspos obat yang tidak bergerak pada ekstrak sel-sel. Mereka menemukan bahwa salah satu protein khusus, yang disebut cereblon, mengikat pada thalidomide. Aktifitas cereblon secara khusus sangat penting pada perkembangan anggota badan.
Tim ini kemudian merekayasa anak ayam dan ikan zebra secara genetis sehingga mereka kekurangan protein ini. Beberapa embrio yang sesudah itu dikembangkan memiliki cacat anggota badan yang serupa dibanding yang disebabkan oleh thalidomide. Mereka juga merekayasa beberapa organismeyang mempunyai versi mutasi dari protein yang tidak mampu mengikat pada thalidomide. Pada beberapa hewan tersebut obat ini tidak menyebabkan cacat perkembangan pada embrionya.

Ikan zebrafish (kiri) dan anak ayam (kanan) direkayasa secara genetis dengan suatu bentuk cereblon yang tidak mampu mengikat thalidomide (barisan bawah) tidak mengalami malformasi yang berkaitan dengan obat tersebut
Dengan diambil secara bersama-sama, temuan ini mengusulkan bahwa protein perlu ada dan memfungsikannya guna memastikan perkembangan yang sehat dari embrionya, dan bahwa thalidomide mengikut sertakan kemampuannya untuk melakukan hal ini.
Hiroshi Handa, seorang anggota tim, mengatakan bahwa sementara dia percaya bahwa  cereblon meruapakan sasaran utama bagi obat ini, mungki ada sasaran protein lainnya dan hal tersebut dapat diidentifikasikan dengan menggunakan suatu pendekatan yang serupa, penghentian thalidomide pada posisi yang berbeda dan penggunaan persiapan yang berbededa dari bahan selular.
Pekerjaaan ini menyediakan suatu kunci yang selangkah ke depan dalam memahami mekanisme kerja thalidomide, yang dapat mengarahkan pada perkembangan obat serupa yang tidak menggangu cereblon.
Neil Vargesson, seorang developmental biologist pada University of Aberdeen di Inggris, telah meneliti bagaimana thalidomide mempengaruhi perkembangan embrionis. ‘Hal signifikan mengenai pekerjaan ini adalah bahwa hal ini mengidentifikasikan suatu pengikatan protein dan dan menunjukkan bahwa hal ini dapat menyebabkan thalidomide yang cacat,’ katanya. ‘Apa yang perlu dilakukan sekarang adalah menentukan bagaimana  gangguan protein menyebabkan cacat pada organisme hidup.’
Vargesson menambahkan bahwa, ‘secara pribadi Saya pikir hal ini adalah aksi antiangiogenis [rintangan dalam formasi pembuluh darah baru] dari suatu obat yang menyebabkan cacat embrionis dengan mempengaruhi atau mentargetkan sesuatu pada sel endothelial – yang akhir-akhir ini kelompok penelitian kami sedang gencar-gencarnya mencari tahu. Penelitian baru ini menerima tanpa adanya bukti bahwa “sesuatu” dapat saja menjadi cereblon.’

Simon Hadlington
Referensi

T Ito et al, Science, 2010, DOI: 10.1126/science.1177319

 

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-10-20 08:11:522017-09-04 04:03:15Thalidomide yang mengikat protein telah terungkap
Chemistry UII
Berita Terkini

Workshop Safety dan Teknik Laboratorium

 Dalam rangka mempersiapkan praktikum bagi mahasiswa angkatan 2010 untuk Program D III Analis Kimia dan S1 Ilmu Kimia, maka pada hari Sabtu tanggal 2 Oktober 2010 diselenggarakan workshop safety dan teknik laboratorium.   Kegiatan tersebut diadakan oleh pengelola laboratorium kimia dengan tujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa angkatan 2010 tentang keselamatan kerja di laboratorium serta berbagai teknik pekerjaan di laboratorium kimia.  Acara yang dibuka oleh Riyanto, Ph.D., selaku Kaprodi Ilmu Kimia dimulai pada pukul 08.30 dan dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito UII.   Workshop yang sudah menjadi agenda rutin tiap tahun tersebut menghadirkan dua orang pembicara utama yaitu Albert dari perwakilan PT. Merck dan Thorikul Huda, M.Sc., yang juga Ketua Program D III Analis Kimia saat ini. 

Albert  lebih banyak menyampaikan materi seputar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Bahan Kimia di Laboratorium.  Menurut Albert, sistem K3 dibuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, mengurangi resiko kehilangan staf, mengurangi resiko kehilangan alat dan bahan serta mengurangi pencemaran.  Di akhir penyampaian materi  dari Albert, para peserta disuguhi dengan acara menonton film keselamatan kerja bila bekerja dengan bahan-bahan kimia di laboratorium.  Sedangkan untuk materi kedua yang disampaikan oleh Thorikul Huda, M.Sc lebih menekankan pada teknik-teknik kerja di laboratorium dan pengenalan berbagai peralatan gelas yang banyak dijumpai di laboratorium.  Beberapa jenis teknik laboratorium yang akan banyak dilakukan oleh mahasiswa ketika praktek diantaranya adalah teknik melakukan dekantasi, penyaringan, pengeringan,penimbangan, destilasi, ekstraksi dan lain sebagainya.  “Salah satu cara untuk melakukan penyaringan dengan cepat yaitu dengan menggunakan teknik corong buchner”, ungkap Thorik panggilan akrab dari Ketua Program D III Analis Kimia ini. 
Materi kedua yang disampaikan oleh Thorikul Huda, M.Sc., berakhir pada pukul 11.45 yang kemudian dilanjutkan istirahat.  Workshop tersebut kemudian dilanjutkan di laboratorium untuk menunjukkan beberapa jenis praktik terkait dengan keselamatan dan teknik  kerja di laboratorium.  Pada saat praktik, para peserta dipandu oleh seorang instruktur dari dosen yang dibantu oleh asisten.  Dosen-dosen yang terlibat pada saat praktik di laboratorium diantaranya adalah Yuli Rohyami, S.Si., Reni Banowati, S.Si., Jamalul Lail, S.Si., Tatang Shabur Julianto, M.Si  dan Dwiarso Rubiyanto, M.Si. 

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-10-05 13:33:062017-09-04 04:03:15Workshop Safety dan Teknik Laboratorium
Chemistry UII
Berita Terkini

Apakah warna asli sabun?

Kata Kunci: hidrokarbon, ion, sabun
 Ibu Lucille Davies, yang sedang mengajar cara membuat sabun di SM, bersedia menjawab pertanyaan tersebut.
Sabun tanpa zat pewarna adalah putih pucat, semacam warna gading terang. Kita menggunakan beberapa tetes pewarna makanan di tahap akhir.
Resep pembuatan sabun terdapat dalam Nelson Chemistry 12, dipublikasikan oleh Nelson Thomson pada tahun 2001, edisi Ontario (Kanada), yang saya ajarkan.
Sebagaimana yang saya pahami, sabun mulai menarik perhatian ketika orang-orang melihat bentuk gelembung ketika air hujan jatuh pada debu di mana mereka hendak memasak daging di luar rumah, semacam acara kemping. Gelembung-gelembung tersebut ternyata sangat efektif dalam membersihkan lemak, jauh lebih baik daripada air saja. Bahkan, sabun sudah diformulasikan ketika lemak hewan dipanaskan dengan debu yang mengandung basa kuat.
Sekarang kita dapat membuat sabun dengan memanaskan NaOH dengan berbagai jenis lemak hewani atau minyak nabati. Lemak dapat dilarutkan ertama dengan sedikit etanol. Campuran ini harus dipanaskan perlahan-lahan sehingga reaksinya sempurna. Campuran kemudian berubah dari cairan menjadi bentuk seperti puding. Pada titik ini, molekul sabun terbentuk. Molekul lemak pecah menjadi asam lemak dan gliserol. Kemudian natrium bereaksi dengan asam lemak.
Molekul sabun ini sekarang memiliki “kepribadian ganda”.. ion natrium dapat bercampur baik dengan air, dan hidrokarbon yang berujung asam lemak dapat bercampur baik dengan lemak, jadi ketika Anda membilas air antara sabun dan lemak, molekul sabun menarik lemak dengannya bersamaan dengan air yang mengalir. Hasilnya, tangan yang bersih.
Ada beberapa tahap yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembuatan sabun… tambahkan sejumlah larutan kalsium klorida untuk mengendapkan sabun, cuci dengan asam lemah seperti cuka untuk menetralkan NaOH yang tidak bereaksi, dan tambahkan parfum dan pewarna… bentuklah sabun dan biarkan kering.
Hal ini menyenangkan, dan proses ini terkait dengan satuan kimia organik pada asam karboksilat atau bahkan satuan asam/basa dalam kimia umum.
Produksi massal sabun memiliki dampak terkait dengan higienitas dan kesehatan. Sebelum itu, orang-orang terbiasa hidup dengan kondisi tidak bersih… dan berbau sangat tidak enak.
Saya harap ini sangat berguna.
https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-09-30 05:28:152017-09-04 04:03:15Apakah warna asli sabun?
Chemistry UII
Berita Terkini

Bagaimana membuat sabun transparan ?

 Sabun mengandung zat pemutih seperti titanium oksida sehingga berwarna dan tidak transparan.
Transparannya sabun tanpa zat tambahan tergantung pada kondisi Kristal (ukuran Kristal) sabun. Indeks bias suatu zat tidak lagi homogen bila Kristal dan tingkat amorfnya tercampur. Dalam hal ini, sinar yang datang akan dihamburkan oleh zat tersebut, dan menghasilkan sabun yang tidak transparan. Karenanya, titik kunci dalam pembuatan zat tersebut adalah pencegahan terhadap pertumbuhan

Kristal sabun.
 Dalam pembuatan sabun transparan (lihat foto di atas), pereaksi pemutih seperti campuran gliserin dan gula ditambahkan, kemudian dikeringkan perlahan-lahan, menguapkan pelarutnya yang mudah terbakar seperti air dan etanol. Diduga bahwa pereaksi pemutih ini terletak di antara molekul sabun, mecegah pertumbuhan Kristal sabun. Metode lainnya, jika komposisi (bilangan penyabunan) sabun adalah sama, adalah untuk mempercepat pembentukan sabun di bawah kondisi dingin juga untuk mencegah pertumbuhan Kristal.
Bagaimanapun, saya tidak spesifik mengenai kondisi dingin karena tergantung pada komposisi sabun.

https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png 0 0 Chemistry UII https://chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/logo-Kimia-english2-300x83.png Chemistry UII2010-09-29 12:25:112017-09-04 04:03:15Bagaimana membuat sabun transparan ?
Page 66 of 84«‹6465666768›»
Search Search

Contact Us

Chemistry Study Program
Department of Chemistry FMIPA UII
Kampus Terpadu UII
Gedung Prof. Zanzawi Soejoeti, Ph.D.
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta Indonesia 55584
e-mail: [email protected]
phone: (0274) 895920 ext 3012
fax: (0274) 896439

© Copyright - Program Studi Kimia Fakultas MIPA UII
  • Sangkalan
  • Pengelolaan Situs Web
  • Universitas
  • FMIPA
  • Jurusan Kimia
  • Forlap DIKTI
  • Simbelmawa
Scroll to top Scroll to top Scroll to top