Selain itu, studi pelacakan dapat digunakan sebagai umpan balik (feed back) bagi Prodi Ilmu Kimia untuk mengevaluasi dan memperbaiki kurikulum, agar lulusan dapat mengantisifasi kebutuhan/tuntutan masyarakat. Tanpa mengenali apa kebutuhan masyarakat maka Prodi Ilmu Kimia telah gagal dalam meluluskan anak didiknya.
Studi pelacakan juga menjadi slah satu penilaian yang penting dalam penilaian akreditasi program studi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penilaian ini dapat menjadi benchmark bagi akuntabilitas, keredibilitas, maupun up date sebuah program studi.
beberapa hasil darai Tracer Study Alumni tahun 2010 sebagai berikut :
Dengan jumlah Alumni sebanyak 318 Alumni, Prodi Ilmu Kimia UII telah dapat berkarya di berbagai bidang mulai pegawai Negri Sipil, Kementrian, Bank, Pendidik, Industri, Wirausaha dan masih banyak lagi. Berikut sebaran Alumni Program Studi Ilmu Kimia UII berdasarkan Bidang Pekerjaan:
Testimoni Alumni Program Studi Ilmu Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia.
"Bidang yang saya geluti sekarang adalah sektor energi dan sumber daya mineral, kebetulan saya ditugaskan utk mengkaji berbagai kebijakan (nasional dan internasional) di sektor energi, yang banyak membahas perkembangan teknologi terkini dalam energi, perubahan iklim, hingga perdagangan karbon. Tentunya apa yang saya kerjakan sangat terkait erat dengan apa yang saya terima di ilmu kimia UII. walaupun apa yg saya lakukan adalah penggambaran secara makro (bukan bersifat teknis) namun diperlukan dasar2 pengetahuan kimia yg kuat untuk dapat memberikan analisis yang tepat. Misalnya pada kasus pengoplosan LPG 3 kg yang banyak memakan korban, atau saat premium pertamina disinyalir berkurang kualitasnya, saya sampaikan laporan ke Menteri ESDM (setiap hari) analisis baik dari sisi sisi teknis, ekonomi dan berbagai aspek lain. Tanpa apa yang saya dapat di ilmu kimia UII tentunya yang saya lakukan akan banyak mengalami hambatan mengingat kementerian tempat saya bekerja sehari2nya berurusan dengan persenyawaan kimia,hidrokarbon dan berbagai mineral yang ada di alam….mulai dari tahap eksploitasi, eksplorasi, pengolahan, hingga distribusi….."
KHORIA OKTAVIANI ANGKATAN 2002 LULUS TAHUN 2006
TEMPAT KERJA: PENELITI DI KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL (ESDM) JAKARTA
"ilmu yang saya dapat dari kuliah sangat bermanfaat bagi saya pak karena saya bekerja dilaboratorium dan harus mengenal banyak bahan kimia dan yang berhubungan dengan kimia pak pokoke banyak bermanfaat…..
terimakasih banyak pokoke sama UII dan dosen2 yang selama kuliah telah membimbing saya…"
DESY SETIONINGRUM: ANGKATAN 2004 LULUS TAHUN 2009
TEMPAT KERJA: LABORAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UGM YOGYAKARTA
"Saya merasa sangat bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah mentakdirkan saya untuk kuliah di Prodi Ilmu Kimia FMIPA UII. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama menjalani perkuliahan, sehingga sampai saat ini saya masih bisa mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh dosen-dosennya. Selain perkuliahan, kami juga selalu dimotivasi untuk mengikuti perlombaan karya ilmiah yang ternyata mampu mengasah kemampuan akademik maupun soft skill kami".
THORIKUL HUDA: ANGKATAN 1999 LULUS TAHUN 2003
TEMPAT KERJA: DOSEN PROGRAM D-3 ANALIS KIMIA FMIPA UII YOGYAKARTA
"Kuliah di Ilmu Kimia Luar Biasa, Keren… Bagaimana ndak keren?!! selain staf dosennya masih muda2 jadi enak ketika bergaul and curhat, hal tersebut didukung dengan dosen pengajar yang berasal dari UGM. Suasana keagamaan di lingkungan Prodi Ilmu Kimia pun sangat mendukung dalam pengembangan kepribadian yang ISLAMI"
CECEP SYA’BANA RAHMATILLAH: ANGKATAN 2001 LULUS TAHUN 2006
TEMPAT KERJA: LABORAN KIMIA FMIPA UII YOGYAKARTA
"berdasarkan pengalaman saya setelah beberapa kali bergabung di universitas lain, saya hanya bisa mengucap… "UII adalah pilihan terbaik bagi saya".. terutama dalam hal pelayanan, UII adalah nomer "satu"
setelah saya renungkan, selama kuliah di uii, saya bisa menulis sajak:
berakit-rakit ke hulu
berenang ke tepian
BERSENANG-SENANG DAHULU
BERSENANG-SENANG KEMUDIAN
saya sangat merindukan kekeluargaan spt waktu masih di kimia uii…. karena semenjak berpisah dg kimia uii, saya blm prnh mendapatkannya kembali… terima kasih…."
AHMAD HANAFI: ANGKATAN 2002 LULUS TAHUN 2006
TEMPAT KERJA: DOSEN UIN MALANG
Pengalaman semasa kuliah di Kimia UII sungguh pengalaman yang luar biasa pak, betul-betul luar biasa.. Hal yang paling penting adalah "rasa kedekatan dan kepedulian yang sangat besar" dari Dosen kepada mahasiswa…
Bagi saya pribadi, hal yang paling berkesan adalah masa pak ri dan Bu Is Fatimah membimbing saya menyusun Karya Ilmiah. Inilah titik tolak masa depan saya pak. Ketika semangat berkarya mendapat dukungan dan bimbingan penuh dari para dosen.
Hingga saat ini, pengalaman itulah yang membawa saya mudah beradaptasi dan "settle" di lingkungan akademis kental seperti LIPI.
Di Kimia UII Dosen tidak hanya menjadi Guru, tapi juga Orang Tua sekaligus Sahabat.
Saya sungguh bersyukur dan bangga menjadi alumni prodi Kimia UII. semoga ke depan, prodi kimia semakin jaya. Mahasiswanya semakin berprestasi, dan alumni-nya sukses selalu.. Amiin..
salam hangat,
KHOIRUL HIMMI: ANGKATAN 2002 LULUS TAHUN 2006
TEMPAT KERJA: LEMPAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA, BOGOR.
Salam UII,
Wa'alaikum salam wr.wb.
Untuk Kesan dan Pesan mungkin hanya suatu kilasan balik belaka tetapi yang lebih penting adalah Perjuangan para mahasiswa itu sendiri yang mana adanya hubungan simbiosis mutualisme antara Dosen dengan mahasiswa. Untuk para Dosen kita ambil contoh kasus adalah Bu Is Fatimah/Bu Noor Fitri/Pak Riyanto menurut saya adalah Dosen handal yang mana memberikan suatu knowledge yang berarti bagi mahasiswa agar matang dan siap menghadapi era dunia kerja. Semuanya adalah ada di tangan dosen "bagaimana melakukan touching and approachment kepada para mahasiswa agar terbuka lebar bahwa dunia kerja pada bidang kimia masih terbuka lebar" Sekaligus para dosen melakukan manuver dalam sistem pengajaran dan pembelajaran yang lebih menghipnotis mahasiswa agar setiap pembelajaran dan pengajaran materi tersebut dapat memasuki memori mahasiswa. Contoh Kimia Organik sintesis adalah contoh dasar semua dunia manufaturer dalam dunia kimia sangat perlukan apalagi dalam pekerjaan yang bersifat Quality Control, R&D dan lainnya. Jadi, dosen hanya jangan mengucap dan berbicara saja tetapi memberikan motivasi lanjutan bahwa tantangan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja adalah sulit. Dan para mahasiswa juga harap memberikan respon bagaimana tentang pembelajaran dan pengajaran terutama dalam F-MIPA UII dalam hal ini adalah Ilmu Kimia. Orang berjuang pasti ada hambatan tapi bagaimana kita bisa memoles diri dan melakukan improvement apabila mahasiswa tersebut hanya mengejar sebuah IPK saja. IPK memang diperlukan tapi kalau tiada Skill percuma. Dosen dan mahasiswa saling PROACTIVE dimana dosen bisa memnerikan arah dan tujuan pada mahasiswa bahwa mahasiswa lebih konsentrasi ke Kimia Organik ataupun yan lainnya. Mungkin ini hanya sekedar masukan tetapi mungkin hal ini juga bisa segai pembelajaran bahwa era mahasiswa untuk saat ini terlalu santai dan untuk skillpun terlalu lemah. Sekian saja dari Alumni Mahasiswa Ilmu Kimia '98. Akhirul kalam. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Salam UII,
Salam F-MIPA
Salam Ilmu Kimia
Terima kasih,
BURSAN PEMUDA YULY: ANGKATAN 1998 LULUS TAHUN 2002
TEMPAT BEKERJA: PT. Sinar Syno Kimia, PPIC Department.
Kata Kunci: cara mendeteksi parasit, mendeteksi parasit, parasit
Berita Pertemuan ACS: Pengujian yang cepat dan murah dengan menggunakan pencelupan arsenic guna mengidentifikasikan penyakit parasitis
SINAR YANG MEMATIKAN Suatu celupan yang berisi (kiri), yang bersinar saat disinari sinar UV, menandakan keberadaan parasit yang mematikan.
Suatu pengujian penyinaran yang baru sedang dikembangkan oleh para peneliti pada SRI International, di Menlo Park, Calif., dapat mendeteksi dengan sangat murah dan hanya dalam hitungan beberapa menit tentang keberadaan keluarga parasit yang menyebabkan beberapa penyakit yang mematikan.
Pengujian akhir-akhir ini membutuhkan biaya yang mahal dan analisa darah yang membutuhkan waktu yang lama atau pengujian kadar logam pada antibodi. Ahli kimiawi SRI medicinal yaitu Ellen D. Beaulieu dan Mary Tanga mengumumkan pada konferensi press pada pertemuan nasional ACS di San Francisco bahwa kelompok mereka merekayasa keluarga arsenic dari celupan dan mengidentifikasikan ada tiga yang mengikat pada sulfur dari kelompoknya pada peptide yang unik terhadap parasit trypanosomatid. Celupan komplek peptida kemudian bersinar pada sinar ultraviolet.
Dalam jangka waktu lima tahun, tim ini berharap memiliki pengujian “dipstick” yang murah dan mudah ditransportasikan pada Negara miskin dan sedang berkembang. Beaulieu menjelaskan bahwa penyakit tersebut menempati urutan kedua setelah malaria pada kasus jumlah kematian dari penyakit parasit di seluruh dunia.
Dirgahayu HUT Kemerdekaan Rebuplik Indonesia ke-65
Semoga Semakin Jaya dan Sejahtera. Amin.
Setelah kita sepakat bahwa bulan Ramadhan adalah Bulan ISTIMEWA, kesepakatan tersebut berdasarkan banyak sekali keutamaan yang ada di dalamnya yang disertai dengan bukti dari nas dan dalil yang Shohih, Baik itu dari Al Qur'an juga dari Hadits Rosululloh SAW. Maka agar Alloh mempunyai cukup alasan untuk menjadikan kita se-ISTIMEWA-ISTIMEWA-nya Manusia, kita perlu mengisi Ramadhan yang ISTIMEWA ini dengan serangkaian Amalan yang ISTIMEWA pula.
Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:
1. Puasa
Allah Ta'ala memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam.
Firman Allah Ta'ala:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa". (QS. Al-Baqarah: 183)
Rasulullah SAW. bersabda:
"Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah Ta'ala dan Muhammad SAW adalah rasul Allah Ta'ala, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram." Muttafaqun 'alaih.
Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah Ta'ala, sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta'ala, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu." Muttafaqun 'alaih.
Maka Puasa yang ISTIMEWA itu syaratnya 2 yaitu: pertama, dengan Iman yang bermakna bahwa kita berpuasa semata-mata melaksanakannya karena Cinta kepada Alloh. dan yang Kedua, dengan Ihtisab yang bermakna kita beruasa dengan senantiasa memilih cara puasa yang paling dicintai Alloh.
2. Membaca Al-Qur`an
Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW. bersabda:
"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). HR. Muslim.
Dan membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Firman Allah Ta'ala:
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS: Al-Baqarah:185)
Rasulullah SAW. selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:
"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW. membaca al-Qur`an semuanya, sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan." HR. Ahmad.
Dalam hadits Ibnu Abbas RA. yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW. melakukan tadarus al-Qur`an bersama Jibril AS. di setiap bulan Ramadhan.
3. Menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat Tarawih berjamaah
Shalat Tarawih disyari'atkan berdasarkan hadits 'Aisyar radhiyallahu 'anha, ia berkata:
"Sesungguhnya Rasulullah SAW. keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi SAW. mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah SAW. keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah SAW. hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, 'Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah samar bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya." Rasulullah SAW. wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Setelah Rasulullah SAW. wafat, syariat telah mantap, hilanglah segala kekhawatiran. Disyari'atkan shalat Tarawih berjamaah tetap ada karena telah hilang 'illat (sebabnya), kerena 'illat itu berputar bersama ma'lul, ada dan tiadanya. Di samping itu, Khalifah Umar RA. telah menghidupkan kembali syari'at shalat Tarawih secara berjamaah dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah SAW. pada masa itu. Wallahu A'lam.
4. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar
Lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29.
Firman Allah Ta'ala:
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan". (QS. Al-Qadar: 3)
Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW. bersabda:
"Dan barangsiapa yang beribadah pada malam 'Lailatul qadar' semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah Ta'ala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." HR. al-Bukhari.
Menghidupkan Lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca al-Qur`an, zikir, berdo'a, membaca shalawat.
Aisyah radhiyallahu 'anha pernah berkata, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, 'Bacalah:
Allohumma Innaka 'afwun Tuhibbul 'Afwa Fa'fu'anna…
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku."
5. I'tikaf
I'tikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar'i, i'tikaf berarti berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dengan cara tertentu sebagaimana telah diatur oleh syari'at.
I'tikaf merupakan salah satu sunnah yang tidak pernah ditinggal oleh Rasulullah SAW, seperti yang diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha:
"Sesungguhnya Nabi SAW. selalu i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sesudah beliau." Muttafaqun 'alaih.
6. Memperbanyak sedekah
Rasulullah SAW. adalah orang yang paling pemurah, dan beliau SAW. lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA., ia berkata:
"Rasulullah SAW. adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril AS. menemui beliau" HR. al-Bukhari.
7. Melaksanakan ibadah umrah
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:
"Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji."
Demikianlah beberapa ibadah dan sebenarnya masih ada banyak lagi ibadah lainnya, seperti silaturrahmi, berbakti pada Orang Tua, mendatangi Majlis-Majlis ILMU Dan ALin-lain yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari Allah SAW untuk mengamalkannya agar kita mendapatkan kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan. Wallahu A'lam.
{mosimage}Bertempat di Ruang Sidang 2 Lantai 3 Gedung Laboratorium Terpadu, kemarin Kamis, 12 Agustus 2010, dimulai jam 13.00 WIB. Laboratorium Ilmu Kimia Fakultas MIPA UII melaksanakan kegiatan Workshop Review Buku Petunjuk Praktikum untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2010/2011. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Staff Dosen di Lingkungan Prodi Ilmu Kimia ditambah setaff Dosen di lingkungan Program DIII Analis Kimia serta Laboran di lingkungan Laboratorium Ilmu Kimia. dlam workshop tersebut tidak hanya mereview buku Petunjuk Praktikum juga ditambahkan dengan sosialisai rangkaian persiapan praktikum oleh Koorlab. Ilmu Kimia yang baru saja diberi amanah yaitu Bu Dr. Is Fatimah, M.Si.
Ketua Program Studi Ilmu Kimia Bapak Riyanto, M.Si., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan ini. "Buku Petunjuk Praktikum yang dipakai selama ini di laboratorium untuk kegiatan praktikum mahasiswa sudah selakyaknya direview secara berkala. Dengan adanya review secara berkala kita akan senantiasa mendapatkan tema-tema menarik dari perkembangan Ilmu Kimia yang mutakhir. Dengan demikian Mahasiswa diberikan pengetahuan yang Up To Date dengan perkembangan Ilmu Kimia baik di Dataran Nasional maupun Internasional" tambah beliau.
Lanjut Beliau: "Kegiatan ini juga sangat bermanfaat selain untuk persratan Mutu Manajemen dalam kegiatan Audit Mutu Internal (AMI), juga kegiatan ini membuktikan komitmen kita terhadap pelayanan terhadap mahasiswa, karena mahasiswa sangat berkepentingan untuk mendapatkan pengetahuan Ilmu Kimia yang Mutakhir".
Dalam kegiatan workshop kemarin sebanyak 4 Dosen pengampu yang akan bertanggung jawab terhadap kegiatan Praktikum di Prodi Ilmu Kimia bertindak selaku Reviewer. Bapak Tatang Shabur Julianto, M.Si. mereview buku Petunjuk Praktikum Biokimia, Praktikum Kimia Dasar 1 dan Praktikum Kimia Organik 1. Kesempatan selanjutnya diberikan kepada Ibu Reni Banowati Istiningrum, S.Si. untuk Mereview Buku Petunjuk Praktikum Kimia Analitik 1 dan Praktikum Kimia Anorganik 1. kesempatan ketiga dan keempat diberikan kepada Bapak Thorikul Huda, S.Si., M.Sc. dan Dr. is Fatimah, M.Si. untuk mereview masing-masing buku petunjuk Praktikum Kimia Analisis Instrumental 1 dan Buku Petunjuk Praktikum Kimia Fisika 1.
Mulai Hari ini Ramadhan telah menyapa kita, tepat tanggal 11 Agustus 2010. bersyukur kepada Alloh kita telah dipertemukan kembali dengan bulan Mulia dan ISTIMEWA ini. "Kesempatan tidak akan datang dua kali" begitulah pepatah berbicara, maka seyogyanya kita pun memaknai kesempatan kita bertemu Ramadhan tahun ini dengan pepatah tersebut, sehingga implikasinya jelas akan positif, kita akan memaksimalkan keempatan yang ada untuk meraih sebanyak-banyaknya berkah yang Alloh tebarkan dibulan ISTIMEWA ini.
Ramadhan Bulan ISTIMEWA.
Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dalam Islam. Bulan yang penuh hikmah yang menguji kekuatan iman setiap manusia terhadap Allah yang Maha Esa. Sebagai seorang Islam, kedatangan bulan Ramadhan seharusnya disambut dengan penuh kesyukuran dan keazaman untuk tingkatkan tahap keimanan dan kecintaan kita kepada agama. Di bulan yang mulia dan penuh barakah ini juga manusia dibebaskan dari gangguan dan godaan syaitan. Iman dan nafsu bertarung dalam satu nyawa dan jasad.
Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan:
“Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban. Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR. Khuzaimah)
Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. Itu sebuah program super penting dengan momen paling istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan.
Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:
1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)
Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa.”
Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.
2. Syahrul Mubarak
Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya.
Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 malam periode pertama penuh rahmat Allah, 10 berikutnya diisi dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan Rasulullah saw.
3. Syahru Nuzulil Qur’an
Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah dalam rangkaian ayat puasa,
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan (pembeda).” (Al-Baqarah: 185)
Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar.
4. Syahrus Shiyam
Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu. Maka sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci Allah).
5. Syahrul Qiyam
Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail.
6. Syahrus Sabr (bulan sabar)
Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.
Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.
7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)
Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan.
Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum pada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang yang berpuasa.
8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min
Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini.
Marhaban Ya Ramadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Keberkahan selalu terlimpah untuk kita semua. Amin.
Mohon Maap jika ada sikap dan perbuatan yang kurang berkenan.
Kata Kunci: busa, busa model baru, kebakaran, mengurangi resiko kebakaran
Memperlakukan perlengkapan rumah tangga dengan halus melalui toksin yang memperlambat api dapat dihindari di masa mendatang dan terima kasih kepada polymer baru yang tidak dapat terbakar dimana dikembangkan oleh para ilmuwan Amerika Serikat.
Polyurethanes digunakan secara luas pada berbagai produk umum, diantaranya kain pelapis dan matras, dalam bentuk busa yang fleksibel. Meskipun begitu, mereka secara alamiah dapatlah terbakar dan bahan memperlambat api haruslah ditambahkan untuk memenuhi peraturan keselamatan, namun hal tersebut dapat memberikan kerugian selanjutnya.
‘Beberapa aditif yang memperlambat api, khususnya contoh terhaloginasi, telah menunjukkan sifat toksin dan bio-accumulative,’ jelas kepala penelitian yaitu Todd Emrick dari University of Massachusetts, Amherst. Mereka juga dapat mempengaruhi property fisik polyurethane dengan kurang baik, tambahnya.
Polymer berbasis deoxybenzoin telah diketahui mempunyai tingkat pelepasan panas yang rendah dan formasi arang sangat tinggi – dua kunci pengukuran terhadap bahan yang rendah tingkat kebakarannya, kata Emrick. Pengaranggan mengisolasi polymer interface udara dan mengurangi konduksi panas. Emrick mensintesisikan dua deoxybenzoin yang berisi monomers baru dan menyelidiki bahan kimiawi polymerisasi mereka dengan diols berbeda, yang menghasilkan polyurethanes yang lebih menolak api dari pada yang konvensional tanpa perlu aditif yang membahayakan lingkungan.
‘Pendekatan yang mereka lakukan adalah untuk mengembangkan beberapa bahan arang tinggi dan mereka berhasil melakukannya,’ komentar Charles Wilkie seorang ahli pada retardansi api dan degradasi polymer pada Marquette University, Milwaukee, Amerika Serikat.
Emrick mengatakan dia berharap untuk menskalakan sintesis untuk digunakan dalam dunia industri.
Erica Wise
Aktivitas industri, kesehatan dan pertanian yang telah berlangsung berabad-abad lamanya telah menghasilkan sejumlah besar bahan kimia berbahaya dan menyebabkan polusi lingkungan. Pada abad ke-21 sekarang, para ahli kimia perlu mengangkat paradigma kimia yang dapat mem-perbaiki lingkungan. Gerakan inilah yang kemu¬dian disebut “kimia hijau” (green chemistry).Prinsip kimia-hijau berawal dari keinginan untuk meminimalkan sisa kegiatan (limbah), bahkan limbah tersebut diharapkan dapat didaur-ulang dan digunakan kembali. Penghilirannya dalam rangka menopang pembangunan industri yang berkelanjutan. Syarat pembangunan berkelanjut¬an adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorban-kan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
Seminar ini memfasilitasi publikasi ilmiah dari riset dasar bidang kimia sampai terapan kimia dan teknologi kimia, serta bidang-bidang yang berkaitan. Untuk itu, SNHKI-2010 bekerja sama dengan sejumlah jurnal terkemuka yang terkait dengan Kimia, yang daftarnya dapat dilihat di situs SNHKI-2010.
Waktu dan Tempat
Waktu: 2-3 Agustus 2010
Tempat: Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel
Kegiatan
Kegiatan yang akan diselenggarakan mencakup Seminar dan Lokakarya.Ilmu Kimia UII menjadi tuan rumah 2013
pada kesempatan tersebut Prodi Ilmu Kimia UII mengirimkan tiga delegasi, yang semuanya adalah staff Dosen, mereka adalah Dr. Noor Fitri, M.Si. juga selaku Wakil Dekan Fakultas MIPA UII, tak ketinggalan Bapak Riyanto, M.Si., Ph.D. yang ditemani oleh Bapak Tatang Shabur Julianto, M.Si. yang masing-masing selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Kimia UII.
seperti halnya kegiatan sebelumnya, dalam kesempatan tersebut ditentukan juga pelaksanaan Seminar Nasional Himpunan Kimia Indonesia 2013 (SNHKI-2013), lewat Votting bersaing dengan Jurusan Kimia UNDIP, Prodi Ilmu Kimia UII mendapat 8 suara 5 suara lebih unggul dari UNDIP dengan 3 suara saja. sehingga dengan demikian Prodi Ilmu Kimia UII resmi Menjadi Tuan Rumah SNHKI-2013.
Selamat ya…
Contact Us
Chemistry Study Program
Department of Chemistry FMIPA UII
Kampus Terpadu UII
Gedung Prof. Zanzawi Soejoeti, Ph.D.
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta Indonesia 55584
e-mail: [email protected]
phone: (0274) 895920 ext 3012
fax: (0274) 896439





