Hari ini, Senin, 31 Mei 2010 dikenal sebagai:
"Hari Tanpa Tembakau Sedunia"
Selamat ya…

Ini Gambar yg Inspairing yang terdapat di pojokan FMIPA UII. sangat menggugah.

Ini Gambar yg Inspairing yang terdapat di pojokan FMIPA UII. sangat menggugah.
Tingkat kecerdasan orang Jepang ternyata berada di atas rata-rata tingkat kecerdasan orang Asia lainnya. Hal itu dibuktikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) Jepang yang mendapat pengakuan internasional dan sejajar dengan negara-negara industri maju. Selain itu orang Jepang juga dikenal tetap sehat dan memiliki gairah hidup tinggi sampai usia tua, bahkan sampai usia 80 tahun.Salah satu komponen gizi yang terkandung dalam ikan dan diduga berperan dalam meningkatkan kecerdasan ialah Docosa-hexaenoic-acid (DHA), yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda berupa rantai panjang Omega-3, terdiri dari 22 atom karbon, 32 atom hydrogen dan 2 atom oksigen (rumus molekul: C22H32O2).
Belakangan ini DHA dijadikan food supplement, antara lain dicampur dengan susu bayi dan balita, susu untuk ibu hamil, biscuit bayi, kapsul dn minyak ikan. DHA juga terdapat di dalam air susu ibu (ASI), dengan demikian bayi yang disusui secara penuh (dua tahun) kebutuhan DHA-nya sudah terpenuhi. Bagi orang yang terbiasa mengkonsumsi ikan, terutama ikan air dingin seperti salmon, tuna dan mackerel kebutuhan DHA-nya juga sudah terpenuhi dari ikan.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat ASI mempunyai IQ lebih tinggi dari bayi yang tidak mendapat ASI. Bayi yang tidak mendapat ASI memiliki kandungan DHA yang rendah dan bobot otak yang lebih ringan dibanding bayi yang diberi ASI. Sebagai komponen pembentuk otak, DHA diperlukan mulai dari 3 bulan sebelum bayi lahir sampai usia 18 bulan. Untuk bayi pre-term (berat badan rendah) sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi DHA. Untuk itu konsumsi ikan perlu lebih ditingkatkan.
DHA merupakan asam lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk mencegah penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah otak, jantung dan organ reproduksi pria. DHA sangat penting untuk perkembangan otak, sekitar 60 persen dari seluruh asam lemak pada otak merupakan DHA. Selain itu, DHA merupakan bagian penting pembentukan struktur membran pada bagian belakang mata.
Bagaimana mekanisme DHA dalam meningkatkan kecerdasan otak belum diketahui secara pasti. Namun fakta menunjukkan, orang Jepang yang tingkat konsumsi ikannya lebih tinggi memiliki rata-rata kecerdasan yang lebih tinggi. Ikan merupakan bahan pangan yang kaya DHA. Selain itu bayi yang diberi ASI rata-rata lebih cerdas dibanding yang tidak diberi ASI. ASI juga banyak mengandung DHA.
Makanan Otak
Kecerdasaran terbentuk dari perpaduan factor genetis, kultur dan lingkungan. Bibit pintar akan tumbuh jika di antara ketiga factor tersebut tumbuh sinergi yang saling melengkapi. Secara genetis orang tua yang cerdas akan menurunkan anak-anak yang cerdas, tetapi kecerdasan akan tampak jika kebiasaan sehari-hari (kultur) termasuk pola konsumsi turut mendukung, serta ditunjang oleh lingkungan yang kondusif .
Kegiatan bersekolah, aktif belajar, gemar berpikir dan mengemukakan pendapat akan merangsang peningkatan kecerdasan, sejalan dengan bertambahnya umur. Proses intelek terus berlangsung melampaui masa bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan grafik fungsi intelektual mulai menurun ketika usia 50 tahun mulai terlampaui.
Fungsi intelek akan mengalami gangguan jika terjadi kasus kekurangan vitamin B1, B6, B12, mineral zinc dan iodium. Menurut ahli gizi otak, jenis makanan tertentu mempengaruhi produksi beberapa jenis neurotransmitter (zat penghantar listrik otak) seperti choline dan lecithin yang banyak terdapat dalam kuning telur, hati, otak, sumsum, kedelai dan biji-bijian lainnya. Neurotransmitter sangat vital untuk menghapal, oleh karena itu menu choline tinggi dapat memperbaiki daya ingat jangka pendek.
Untuk meningkatkan kecerdasan otak, selain tergantung pada factor genetis dan lingkungan, juga dipengaruhi oleh kultur pra dan pasca kelahiran, terutama menyangkut “makanan otak”. Selain ikan jenis “makanan otak” lainnya ialah kuning telur, hati, otak, sum-sum, kedelai dan biji-bijian lainnya. Tahu dan tempe terbuat dari kedelai, maka bahan pangan inipun kaya akan lecithin dan cholin. Ada baiknya dibuat resep masakan khusus yang menggabungkan jenis-jenis makanan tersebut, bisa dalam bentuk “bubur cerdas”, “sup cerdas”, dan sebagainya.
Penutup
Untuk menjadi bangsa yang cerdas makan ikan perlu lebih digalakkan. Kalaupun ikan yang kaya DHA seperti tuna atau salmon sulit terjangkau, ikan local seperti lele, mas, mujair, bandeng, teri, kakap atau jenis lainnya tidak jadi masalah, karena ikan tersebut juga kaya protein, bahkan ikan asin memiliki kandungan protein tertinggi.
Sebenarnya DHA dapat dibentuk dalam tubuh manusia, namun kemampuan fisiologis setiap orang untuk mengubah dari bahan baku (asam lemak tak jenuh ganda) menjadi DHA berbeda-beda, tergantung pada tingkat kesehatan, penyerapan dan kondisi lemaknya di dalam tubuh. Dengan demikian mengkonsumsi ikan sangat dianjurkan, selain mengandung DHA ikan juga mengandung EPA (C20H3O20. DHA dan EPA secara bersama dikenal sebagai Omega 3, yang sudah dikenal dapat mencegah serangan jantung, stroke dan impotensi.
Ikan yang dikonsumsi perlu memenuhi persyaratan tertentu, seperti habitatnya tidak tercemar logam berat (Hg, Pb, dan Cu). Selain itu, ikan harus dalam kondisi yang segar. Ciri-ciri ikan yang masih segar: tidak berbau amis, dagingnya masih kenyal, ekornya tidak kering dan menghitam serta matanya tidak berwarna merah, Hindari ikan yang penempatannya ditumpukan bersama hewan laut lainnya seperti kepiting, kerang dan udang, sebab hal itu akan menyebabkan terjadinya kontaminasi silang.
Indonesia memiliki perairan yang sangat luas, baik lautan atau daratan, dengan demikian potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki sangat besar. Upaya peningkatan konsumsi ikan akan memberikan manfaat ganda, selain meningkatkan kecerdasan, juga makin menggairahkan sector perikanan.
http://netsains.com/2010/05/hubungan-ikan-dan-kecerdasan-otak/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+netsains+(Netsains.Com)
Suatu prestasi yang sangat membanggakan bagi Prodi Ilmu Kimia FMIPA, karena pada hari Senin, 24 Mei 2010 Reviewer Program Hibah H-Link DIKTI berkunjung untuk mengadakan visitasi hasil seleksi proposal untuk tahun 2010. Proposal yang diajukan ke DIKTI tersebut berhasil bersaing dengan sekitar 400 proposal yang telah diasukan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Riyanto, Ph.D selaku Ketua Tim mengatakan bahwa Proposla Program H-Link yang diajukan merupakan bentuk komitmen dari Perguruan Ttinggi (PT) dalam hal ini Prodi Ilmu Kimia FMIPA UII yang telah berhasil megembangkan riset berbasis minyak atsiri, Pemerintah Daerah Sleman dan Kelompok Tani Subur Makmur Kabupaten Sleman. Bentuk komitmen yang diberikan oleh PT adalah menyumbangkan hasil penelitian dalam bentuk aplikasi teknologi yang akan digunakan oleh kelompok tani nantinya, sedangkan dari Pemda adalah mendukung pendanaan yang disiapkan melalui anggaran APBD pada tahun 2010. Seandainya Proposal ini tembus, maka selama 3 tahun kedepan Prodi Kimia dapat bermitra dengan beberapa pihak untuk mengembangkan sentra industry minyak atsiri di Kabupaten Sleman, ungkap Riyanto, Ph.D yang kembali terpilih sebagai Ketua Prodi Kimia tahun 2010-2014. http://netsains.com/2010/05/ketika-sains-dasar-tak-lagi-dianggap-penting/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+netsains+%28Netsains.Com%29
Jangan takut ngantuk dengan mengkonsumsi kangkung karena kangkung dibutuhkan dalam porsi banyak untuk memasok kebutuhan tubuh akan betakaroten. Hasil penelitian terhadap anak-anak India didapat kisaran kemampuan menyerap karoten yang berasal dari sayuran hanya 33-58 persen atau rata-rata 50 persen. Dilihat dari nilai gizinya, kangkung merupakan salah satu di antara sayuran hijau yang banyak mengandung vitamin A yang bersal dari betakaroten.
Betakaroten diperkirakan memiliki banyak fungsi yang tidak dimiliki senyawa lain. Dilihat dari intensitas warna hijaunya, daun kangkung tergolong dalam intensitas hijau yang sedang. Derajat kehijauan dari warna daun erat hubungannya dengan kadar karoten. Semakin hijau daun tersebut, semakin tinggi kadar karotennya.
Kekurangan betakaroten tidak segera dapat dirasakan, sehingga kebutuhan unsur ini jarang menjadi perhatian. Dari sumber makanan yang dikonsumsi setiap hari, kebutuhan minimal akan betakaroten terkadang belum tercukupi. Ketidakcukupan pemenuhan kebutuhan ini biasanya karena sebagaian betakaroten rusak selama proses pengolahan, seperti halnya kerusakan vitamin lainnya selama pengolahan. Sehingga masih diperlukan tambahan yang disuplai dari luar.
Betakaroten merupakan provitamin A yakni sumber penting bagi vitamin A di dalam saluran pencernaan khususnya pada usus halus. Di dalam usus betakaroten akan mengalami penyerapan yang kemudian di simpan di dalam sel hati. Selanjutnya betakaroten akan di ubah menjadi vitamin A dan siap digunakan kalau dibutuhkan untuk berbagai reaksi metabolisme.
Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker. Banyak hasil penelitian para ahli kanker merekomendasikan kebutuhan tubuh akan betakaroten setiap hari ada pada kisaran 5-6 mg.
Sebagaimana vitamin lainnya, meskipun jumlahnya hanya dalam hitungan milligram, tetapi sangat diperlukan sehingga kalau tidak terpenuhi kebutuhannya dapat menimbulkan gangguan fungsi. Disamping itu, betakaroten juga dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas karena peran antioksidannya.
Setiap100 gram kangkung terdapat 298 mg purin, lebih tinggi daripada kacang tanah. Karenanya konsumsi kangkung perlu diwaspadai bagi menderita penyakit asam urat karena mengandung komponen purin cukup tinggi. Purin merupakan bentuk turunan nukleoprotein, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh.
Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman, sayur, buah, kacang-kacangan atau pun hewan yakni daging, jeroan, dan ikan. Setiap orang menghasilkan purin di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan purin.
Tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen. Sedangkan pemicu asam urat adalah konsumsi makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Apabila kita telah menderita asam urat, kita masih diperbolehkan mengonsumsi purin sebanyak 100-150 mg per hari. Hal ini berarti, penderita asam urat ringan masih dapat mengonsumsi kangkung sebanyak 50 gram setiap harinya.
Menetralkan Racun
Kangkung memang berfungsi sebagai penenang (sedatif) dan mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Itulah sebabnya, tanaman ini mempunyai kemampuan menetralkan racun di tubuh. Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filipina, memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman penyembuh ajaib. Di negara itu, tanaman ini dipakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir.
Mengandung Peroksidase
Meskipun sering dimakan mentah sebagai lalapan, kangkung lebih lezat bila dibuat tumis. Namun, kangkung yang telah diolah sebaiknya tidak dikonsumsi lagi bila telah lewat setengah hari. Hal itu disebabkan seperti jenis sayuran lainnya, kangkung mengandung enzim peroksidase yang bersifat merusak. Enzim peroksidase paling tahan terhadap panas dan akan semakin tinggi aktivitasnya bila dalam bahan pangan tersebut banyak terdapat zat besi. Kandungan lemak yang cukup tinggi pada daun juga akan mempercepat aktivitas enzim tersebut.
Menurut penelitian Sweeney dan Marsh pada tahun 1971, besarnya penurunan aktivitas karoten pada sayuran berwarna hijau akibat pemanasan 60 derajat C mencapai 20 persen dan akan merusak komponen gizi lainnya.
Begitu banyak manfaat dari kangkung, dari betakaroten hingga penawar racun. Di dalamnya juga terkandung 10 jenis mineral, 11 jenis vitamin, 18 jenis asam amino dan yang tak kalah hebatnya kangkung tidak mengandung kolesterol. Mari kita mengkonsumsi kangkung tetapi jangan memasak atau mengolah kangkung dengan panas terlalu tinggi karena kita akan kehilangan manfaatnya. Selamat mencoba!.
Nutrisi, Nilai per 100 gram porsi makanan
Air, 91.2 g
Energi, 28 kcal
Energi, 117 kj
Protein, 1.9 g
Total lemak, 0.4 g
Karbohidrat, 5.63 g
Serat, 2 g
Mineral : Kalsium, Ca, 72 mg
Besi, Fe, 0.9 mg
Magnesium, Mg, 18 mg
Phospor, P, 28 mg
Potassium, K, 228 mg
Sodium, Na, 23 mg
Seng, Zn, 0.24 mg
Tembaga, Cu, 0.156 mg
Mangan, Mn, 0.416 mg
Selenium, Se, 0.9 mcg
Vitamin : Vitamin C, asam ascorbic, 41 mg
Thiamin, 0.053 mg
Riboflavin, 0.07 mg
Niacin, 0.5 mg
Asam Pantothenic, 0.049 mg
Vitamin B-6, 0.138 mg
Folate, 13.3 mcg
Vitamin B-12, 0 mcg
Vitamin A, IU, 7400 IU
Vitamin A, RE, 740 mcg_RE
Vitamin E, 0.85 mg_ATE
Lemak : Asam lemak jenuh, saturated, 0.052 g . Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0.03 g . Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0.193 g. Kolesterol, 0 mg
Asam Amino: Tryptophan, 0.023 g
Threonine, 0.085 g
Isoleucine, 0.114 g
Leucine, 0.133 g
Lysine, 0.114 g
Methionine, 0.018 g
Cystine, 0.025 g
Phenylalanine, 0.097 g
Tyrosine, 0.067 g
Valine, 0.104 g
Arginine, 0.106 g
Histidine, 0.04 g
Alanine, 0.096 g
Asam Aspartic, 0.17 g
Asam Glutamic, 0.216 g
Glycine, 0.092 g
Proline, 0.113 g
Serine, 0.08 g
Kami Mengucapkan Selamat dan Terima Kasih Kepada Ketua Program Studi ilmu Kimia masa Bakti 2006-2010
yang telah menyelsaikan amanahnya di Program Studi Ilmu Kimia FMIPA UII. semoga Alloh membalas segala amal bhakti beliau pada program Studi Ilmu Kimia
Kami Mengucapkan Selamat menjalankan Amanah sebagai Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Kimia FMIPA UII Masa Bhakti 2010-2014 Kepada :
dan
Semoga Alloh membantu dan Memberikan Kemudahan pada beliau berdua untuk melaksanakan amanah di Program Studi Ilmu Kimia FMIPA UII.
Maju Terus Kimia UII…
Kata Kunci: basa, shampoo, surfaktan
{mosimage}Apakah bedanya antara sabun dan shampoo? Saya dengar bahwa rambut bisa rusak bila sabun digunakan untuk mencuci rambut. Bagaimana bila shampoo digunakan untuk membersihkan badan?
Jawaban:
Alasan utama pengembangan shampoo adalah “rambut menjadi kasar dan rusak bila sabun digunakan untuk mencuci rambut” seperti yang Anda sebutkan. Jadi, shampoo khusus untuk mencuci rambut.
Namun, kedua shampoo dan sabun menggunakan surfaktan sebagai komponen utama untuk menghilangkan kotoran. Mari kita lihat jenis surfaktan yang digunakan dalam sejarah pengembangan shampoo.
Jenis Surfaktan dan Sejarah Pengembangan Shampo
1. Sabun
Surfaktan sabun terbuat dari lemak sapi yang dididihkan atau minyak palem dengan larutan basa untuk menghasilkan garam sari asam lemak (surfaktan), proses ini disebut “penyabunan”. Produk yang dihasilkan dengan cara ini dapat melarutkan minyak dan menghilangkan kotoran.Namun, hubungan antara basa dan rambut tidaklah bermanfaat. Basa secara bertahap menyebabkan kerusakan protein rambut. Basa juga bereaksi dengan perlakuan lainnya untuk rambut dan dapat menyebabkan masalah. Sebagai tambahan, sabun bereaksi dengan ion logam (Ca2+ dan lain-lain), dan membentuk senyawa kompleks yang disebut “kekam”, yang juga tidak baik untuk mencuci rambut. (Anda bisa melihat kekam ini pada bak mandi Anda).
2. Deterjen minyak
Deterjen (surfaktan) jenis ini seperti alkil benzene sulfonat, dikembangkan di Jerman selama perang. Pada saat itu, Jerman harus membuat deterjen yang bebas lemak karena blockade ekonomi.Secara kebetulan, deterjen minyak, yang masih digunakan untuk mencuci piring dan pakaian, sangat baik untuk menghilangkan kotoran. Namun, surfaktan ini juga menghilangkan komponen yang dibutuhkan rambut. Komponen ini juga menghilangkan minyak dari rambut dan merusak kulit. Akhirnya dikembangkan beberapa zat tambahan untuk menyelsaikan permasalahan ini. Namun, mungkin Anda masih merasa lengket atau kering tergantung apakah Anda mencuci rambut menggunakan shampoo jenis ini.
3. Deterjen alkohol lebih tinggi
Deterjen (surfaktan) jenis ini dikembangkan untuk menghindari kekurangan dari surfaktan sabun dan deterjen minyak. “Lebih tinggi” berarti molekul alkohol yang digunakan memiliki lebih dari 8 atom karbon.Sebagai contoh, deterjen alkohol lebih tinggi yang terbuat dari minyak palem biasanya terdiri dari 12 dan 18 atom karbon.Jadi, kita bisa lihat bahwa surfaktan baru yang dikembangkan adalah untuk memperbaiki kekurangan pada surfaktan sebelumnya. Ngomong-ngomong, surfaktan jenis apakah yang terkandung dalam shampoo sekarang ini?
Perbedaan antara shampoo dan sabun
Berikut adalah sifat yang harus dimiliki shampoo:
• Daya bersih yang cukup tanpa menghilangkan lemak
• Kemampuan untuk membentuk busa yang kaya dan lembut
• Mudah dicuci
• Nyaman setelah rambut dicuci
• Iritasi mata dan kulit yang minimum
• Tidak merusak rambut
• Toksisitas rendah
• Mudah diuraikan oleh bakteri lingkunganSurfaktan dipilih berdasarkan pada factor-faktor ini. Dalam shampoo sekarang ini,
surfaktan anion alkohol lebih tinggi memiliki daya bersih yang cukup dan membentuk busa yang banyak, dan kerja surfaktan ini diiringi surfaktan non ionik. Alasan mengapaterdapat lebih dari satu surfaktan yang digunakan dalam shampoo adalah untuk membentuk busa yang lebih baik dan memberikan hasil akhir yang baik pada rambut.Sebagai tambahan pada surfaktan, ada banyak komposisi yang ditambahkan ke dalam shampoo untuk mencegah ketombe, merawat rambut, mencuci rambut, dan memberikan perasaan segar, dan lain-lain. Inilah perbedaan antara shampoo dan sabun.
Bagaimana bila shampoo digunakan untuk membersihkan badan?
Seperti yang telah disebutkan, shampo memiliki banyak fungsi selain membersihkan kotoran. Jadi, semua fungsi ini tidak akan merusak kulit, meski terdapat beberapa kekurangan – sebagai contoh, banyak komposisi dalam shampoo yang tidak dibutuhkan kulit (efisiensi rendah) dan mungkin Anda akan merasa sedikit berlendir. Sebagai tambahan, harga shampoo biasanya lebih mahal daripada sabun.
Kata Kunci: lithium-ion baterai
{mosimage}Hampir semua alat elektronik yang menggunakan tenaga listrik dari baterai menggunakan lithium-ion baterai karena kelebihan yang dimilikinya. Kelebihannya yang memiliki daya dan energi yang besar dibandingkan Ni-Cd dan Zinc-Mn baterai menjadikan baterai ini banyak diaplikasikan pada hampir semua jenis alat elektronik yang membutuhkan energi listrik. Sifatnya yang rechargeable juga merupakan salah satu kelebihan yang dapat digunakan untuk penyimpan energi listrik untuk pembangkit listrik tenaga angin dan solar cell.
Lithium-ion baterai pertama kali ditemukan oleh M.S. Whittingham pada tahun 1970 yang menggunakan titanium(II)sulfide sebagai katoda dan lithium metal sebagai anoda. Dengan penelitian yang intensif selama lebih dari 20 tahun, akhirnya pada tahun 1991 Sony memproduksi secara komersial lithium-ion baterai pertama kalinya. Sejak produksi komersial tahun 1991, produksi Lithium-ion baterai mengalami kenaikan yang sangat pesat karena telah membuat revolusi didunia elektronik. Kenaikan produksi lithium-ion baterai pada tahun 2007 mencapai 22.4% di Jepang. Saat ini negara Jepang merupakan produsen baterai terbesar yang dimiliki oleh Sony, Panasonic, dan Toshiba. Lithium-ion baterai juga merupakan pemimpin produk beterai yang menguasai 46% atau sekitar 4 milliar US dollar pangsa pasar pada tahun 2007.
Sejak diproduksi tahun 1991, lithium-ion baterai tidak mengalami perubahan signifikan pada sifat kerja baterai ini. Ada 3 elemen yang berperan dalam proses discharge dan recharge yaitu: elektroda positif yang mengandung LiCoO2, elektroda negatif yang terbuat dari karbon grafit (C6), dan separator yang terbuat dari lapisan tipis plastik yang dapat dilalui oleh ion-ion. Pada proses discharge atau saat kita memakai baterai, Li+ ion bergerak dari negatif ke positif melalui separator, sehingga elektron bergerak dengan arah yang sama. Aliran elektron inilah yang menghasilkan energi listrik.
{mosimage}
Sifat logam lithium yang sangat reaktif membuat aliran ion lithium ini bereaksi spontan karena sifat logam lithium yang sangat oksidatif.
Kelebihan sifat logam lithium yang memberikan energi yang besar pada baterai disebabkan oleh daya oksidatif yang tinggi dan massa atom relatif yang kecil sehingga dengan berat yang lebih ringan, baterai ini dapat menghasilkan energi yang besar. Sebagai perbandingan, baterai Ni/Cd hanya memiliki energi sekitar 50 Watt.hour (Wh) dengan daya maksimum 1.2V sedangkan lithium-ion baterai memiliki sekitar 150 Wh dengan daya 3.7V untuk tiap 1 Kg-nya. Bahkan dari segi volume, tiap 1 dm3 lithium-ion baterai memiliki 500 Wh energi sedangkan Ni/Cd hanya sekitar 150 Wh. Dengan kelebihan ini, alat elektronik menjadi semakin ringan dan kecil.
Namun, sifat reaktif lithium ini juga merupakan kendala dari pembuatan lithium-ion baterai. Kendala utama yang mempersulit bahkan merugikan produsen baterai dan konsumen adalah faktor keamanan. Dalam pembuatan lithium-ion baterai, tahap akhir sebelum dipasarkan adalah awal pengisian baterai sekitar 40% dari kapasitas. Tahap awal charging baterai merupakan tahap yang sangat rentan kebakaran. Salah satu peristiwa yang terjadi adalah di Jepang pada tahun 2007 dimana pabrik baterai Panasonic terbakar saat tahap pengisian baterai. Pada tahun 2006 dan 2008, Sony menarik lebih dari 10 juta baterai untuk PC-nya karena adanya kendala keamanan. Di tahap konsumen juga kadang terjadi insiden akibat lithium-ion baterai. Pada Juni 2006 di Ohsaka, salah satu notebook peserta konferensi tiba-tiba terbakar yang mengakibatkan kebakaran. Hal ini ternyata disebabkan oleh kontaminasi bubuk logam pada baterai.
Dari penelitian yang telah banyak dilakukan oleh produsen baterai, penyebab terjadinya api pada baterai ion lithium adalah kontak lithium dengan logam lain, overcharge, dan pemanasan. Sedikit saja lithium ini kontak dengan serbuk logam akan menyebabkan api, sehingga jangan pernah menusuk baterai dengan paku atau benda lain. Pemakaian charger yang tidak sesuai dimana mengisi baterai dengan tegangan diatas yang seharusnya dalam jangka waktu lama dapat menyebakan kebakaran. Dan pemanasan diatas 60 derajat juga dapat membahayakan pengguna. Namun, saat ini baterai telah dilengkapi dengan termometer dan polimer separator yang dapat mencegah bahaya oleh temperatur tinggi.
Salah satu kendala yang lain dari lithium-ion baterai ini selain keamanan adalah sumber lithium itu sendiri. Saat ini lithium terbanyak dimiliki oleh negara Chili yang menyimpan cadangan lithium sekitar 3 juta ton atau sekitar 73.2% cadangan dunia. Sedangkan di negara-negara lain adalah sisanya atau sekitar 26.8% yang setengahnya dimiliki oleh China. Sehingga, negara-negara produsen lithium-ion baterai sangat tergantung dari kondisi politik negara Chili.
Dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh lithium-ion baterai, sampai saat ini baterai ini tetap menjanjikan untuk energi listrik yang bebas polusi. Dengan kombinasi sumber energi listrik dari tenaga matahari dan angin, masa depan lithium-ion baterai yang akan digunakan tiap rumah dan kendaraan sebagai penyimpan energi listrik sangat berperan untuk mengurangi penggunaan listrik yang bersumber dari bahan fosil.
Kata Kunci: gas aerosol
Bagaimana cara kerja semprotan anti lengket yang katanya untuk menggoreng dan memanggang hampir tanpa lemak (low fat)?
Obat semprot itu tidak lain adalah minyak goreng yang dilarutkan dalam alkohol, kemudian dikemas dalam sebuah kaleng aerosol. Gagasan penemunya adalah ahli-ahli menuang minyak ke-penggorengan atau cetakan kue, Anda dapat menyemprot permukaan alat masak dengan praktis. Alkohal dalam campuran ini segera menguap sementara minyaknya akan lengket di permukaan alat masak. Jadi, pada dasarnya Anda tetap memasak di atas lapisan minyak, tetapi lapisan itu tipis sekali, sehingga Kalori-nya pun rendah.
Sesendok makam mentega atau margarin berisi sekitar sebelas gram lemak dan seratus kalori. Sementara itu, label pada kaleng semprotan antilengket mengaku hanya mengandung dua kalori per-semprotan. Mereka mendefinisikan satu semprotan di sini sebagai penyemprotan selama satu per tiga detik, yang kurang lebih cukup untuk melapisi sepertiga wajan ukuran sepuluh inchi. Akan tetapi bahkan meskipun jari Anda tidak secekatan jari seorang jago tembak, atau jika Anda memyemprotkan seluruh permukaan wajan sampai rata, kandungan lemaknya masih tetap sedikit.
Kata Kunci: kertas, pestisida, sensor
{mosimage}Beberapa peneliti telah mengembangkan sebuah sensor berbasis kertas yang berubah warna secara otomatis untuk mendeteksi pestisida-pestisida organofosfat dan inhibitor acetylcholinesterase (AChE) lainnya dalam sampel makanan dan minuman. John Brennan dan rekan-rekannya di McMaster University Canada telah membuat suatu peranti bebas-reagen sederhana yang mendeteksi pestisida dalam jumlah nanomolar dalam waktu lima menit pada sampel-sampel seperti susu dan selada.
Kertas merupakan material yang sangat menarik untuk peranti analitik karena relatif murah, melimpah, dan dapat memindahkan fluida dengan kerja kapiler tanpa kekuatan eksternal. Fokus terbaru terhadap platform-platform diagnostik berbasis perubahan warna dan berbasis-kertas telah muncul karena platform-platform semacam ini bisa digunakan pada lokasi dimana sumberdaya yang ada terbatas.
Tim Brennan menggunakan AChE sebagai sebuah reporter karena dihambat oleh pestisida seperti organofosfat dan karbamat. “Organofosfat masih digunakan di negara-negara berkembang untuk penyemprotan tanaman-tanaman pertanian,” papar Brennan. “Sensor yang berbasis AChE memiliki potensi untuk pemeriksaan cepat organofosfat di lapangan.”
{mosimage}
Perubahan warna yang didapatkan dengan menggunakan sensor berbasis kertas jelas merupakan bukti konsep penelitian diatas, dan terjadi dalam hitungan detik.
Print inkjet Piezoelektrik digunakan untuk mendeposisikan reagen-reagen pada dasar berbasis kertas untuk penyiapan penggunaan, sehingga reagen-reagen tambahan tidak diperlukan pada saat analisis. AChE dan sebuah substrat yang berubah warna, indofenil asetat (IPA), dijebak dalam dua zona terpisah pada potongan kertas 1 x 10 cm dengan menggunakan tautan-tautan silika yang berasal dari sol-gel biokompatibel, dengan enzim yang terjebak dalam zona pengindera dan IPA yang tersimpan dalam zona substrat.
Untuk menguji sebuah sampel, ujung sensor kertas ditempatkan dalam larutan sampel, yang mengalir melalui kerja kapiler ke zona pengindera dimana ia dibiarkan berikunbasi. Selanjutnya, ujung lainnya dari sensor dicelupkan kedalam air suling sehingga aliran dalam arah berlawanan menekan IPA dari zona substrat ke area pengindera. Disana, AChE menghidrolisis IPA, membentuk perubahan warna dari kuning ke biru. Intensitas warna biru yang diamati (baik dengan mata telanjang atau dengan kamera digital) berbanding terbalik dengan jumlah pestisida yang terdapat dalam sampel. Brennan mengatakan pendekatan aliran dua-arah ini sangat meningkatkan batas deteksi karena memungkinkan analit-analit berinkubasi dalam zona pengindera AChE sebelum IPA datang.
Tim peneliti ini menguji metode pada bahan makanan sesungguhnya seperti susu dan jus apel yang telah dibubuhi dengan pestisida dan ditemukan bahwa sensor berbasis kertas efektif dalam mendeteksi kontaminan. Ketika mereka menguji hapusan yang diambil dari apel yang disemprot dengan pestisida, hasil uji berbasis kertas sebanding dengan metode spektrometri massa konvensional.
“Uji kompetitif dimana analit berkurang, dan bukan meningkat, sinyal lazimnya masih kurang dieksplorasi untuk uji-uji berbasis kertas dibanding uji langsung,” kata Samuel Sia dari jurusan teknik biomedik Columbia University, US.
Para peneliti mengharapkan agar pendekatan mereka bisa digunakan untuk screening unsur-unsur runut dari pestisida dalam lingkungan dan sampel-smpel makanan di lapangan. Akan tetapi, walaupun peranti ini memiliki masa aktif yang sekurang-kurangnya satu bulan jika disimpan pada 4oC, Sia menekankan bahwa ini masih bisa menjadi batu sandungan pada beberapa situasi, karena penyimpanan pada 4oC “tidak layak pada kebanyakan tempat yang jaraknya jauh”.
Adapted from: chemistryworld
Chemistry Study Program
Department of Chemistry FMIPA UII
Kampus Terpadu UII
Gedung Prof. Zanzawi Soejoeti, Ph.D.
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta Indonesia 55584
e-mail: [email protected]
phone: (0274) 895920 ext 3012
fax: (0274) 896439

