Kata Kunci: jurnal, referensi, skripsi, tema penelitian, tesis, tips

{mosimage}Mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir maupun skripsi tentunya akan menghadapi suatu masa mencari dan mendapatkan referensi untuk menunjang penelitiannya. Banyak email yang masuk ke redaksi maupun milis kimia_indonesia yang menyatakan kesulitan dalam mencari referensi maupun jurnal dari berbagai bidang jurusan dan tema penelitian, sementara deadline penelitian sudah semakin dekat. Melalui artikel ini, penulis mencoba membagikan tips, berdasarkan pengalaman penulis yang juga mahasiswa tingkat akhir, untuk mendapatkan referensi maupun jurnal secara efektif.

Dalam pembuatan tugas akhir, kita memilih satu tema yang menjadi dasar dari penelitian kita tersebut. Dari tema itu, kita menentukan tujuan dan sasaran penelitian. Kemudian kita membuat suatu rencana atau rancangan bagaimana penelitian itu harus dikerjakan. Setelah proses ini berjalan dengan baik, barulah kita memulai penelitian.
Penelitian yang kita kerjakan tentunya perlu mendapat dukungan kuat dari referensi-referensi yang telah ada. Misalnya, apabila kita ingin mengetahui suatu sifat logam perak, kita tidak perlu melakukan penelitian tersebut dari awal melainkan cukup mencari referensi yang mencantumkan sifat dari logam perak tersebut. Setiap bulannya, berpuluh-ribu hasil penelitian dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah, proceeding seminar-seminar, maupun sebagai skripsi, tesis atau disertasi di seluruh penjuru dunia. Besar kemungkinannya bahwa informasi yang Anda butuhkan tercantum dalam karya-karya ilmiah ini.
Berikut ini penulis berikan tips untuk mendapatkan referensi dan jurnal secara efektif :
1. Tanyakan ke dosen pembimbing atau kakak kelas Anda tentang referensi yang dapat menunjang penelitian Anda.
Bila tema penelitian Anda diberikan oleh dosen pembimbing, tema itu biasanya merupakan salah satu tema yang berkaitan erat dengan tempat penelitian yang Anda tempati. Ada kemungkinan dosen pembimbing atau kakak kelas Anda pernah meneliti hal yang serupa dengan penelitian yang sedang Anda kerjakan. Cobalah tanyakan kepada mereka bagaimana caranya mendapatkan referensi-referensi tersebut (syukur kalau mereka juga memiliki kopi/salinannya) dan berusahalah untuk membaca makalah atau skripsi-skripsi yang pernah mereka kerjakan untuk memperdalam pengertian Anda mengenai penelitian yang sedang Anda kerjakan.

2. Tanyakan melalui milis atau forum diskusi yang berhubungan erat dengan tema penelitian Anda tentang referensi yang dapat menunjang penelitian Anda.
Milis seperti kimia_indonesia, teknik-kimia, teknik-industri, dan sebagainya merupakan salah satu sarana yang tepat untuk menanyakan apakah di antara anggotanya ada yang pernah atau sedang melakukan penelitian yang sama dengan penelitian yang Anda tekuni. Beruntung jika ada orang lain yang juga menekuni bidang penelitian yang sama. Anda bisa berdiskusi maupun bertukar informasi mengenai bagaimana mendapatkan referensi maupun jurnal-jurnal tersebut.

3. Telitilah referensi yang ada pada setiap karya-karya ilmiah atau jurnal yang Anda baca.
Jika Anda mengamati dengan cermat karya-karya ilmiah (artikel, skripsi) maupun jurnal, pada bagian akhir dari tulisan tertera sumber-sumber referensi. Dari sini Anda dapat menelusuri referensi yang dipakai oleh pengarang tulisan tersebut dalam pembuatan karyanya. Dengan penelusuran balik ini, Anda akan menemukan sumber-sumber informasi yang lebih detail dan akurat.

4. Carilah topik artikel atau jurnal yang Anda kehendaki dengan mesin pencari
Berkat teknologi internet, kita dapat dengan mudah mencari topik jurnal melalui mesin pencari jurnal. Salah satunya adalah Scirus (http://www.scirus.com) . Bisa juga dengan mengunjungi situs yang disediakan penerbit-penerbit jurnal yang terkenal seperti ScienceDirect (http://www.sciencedirect.com) , Kluwer Online (http://www.kluweronline.com) , Wiley InterScience (http://www3.interscience.wiley.com) atau ACS Publications (http://pubs.acs.org/index.html) . Kita cukup memasukkan tema penelitian (lebih spesifik lebih baik) pada kolom searching, maka mesin tersebut akan mencarikan artikel-artikel dan jurnal-jurnal yang sesuai dengan tema penelitian yang kita kerjakan.
Anda pasti terkejut melihat begitu banyaknya artikel yang memiliki kesamaan tema dengan yang Anda tekuni. Namun bukan berarti Anda harus baca atau miliki seluruh artikel tersebut. Pada setiap judul artikel terdapat abstraksi (abstract) yang berisi penjelasan singkat dari isi artikel tersebut. Cukup dengan membaca abstraksi tersebut, Anda dapat mengetahui sebagian besar dari isi artikel tersebut dan menentukan apakah artikel tersebut Anda perlukan atau tidak.
Catatlah dengan lengkap judul artikel, pengarang, nama jurnal, nomor edisi, nomor halaman dan tahun penerbitan. Sebagai contoh :
New Nitrogen containing chiral diselenides,
Marcello Tiecco,
Tetrahedron : Asymmetry, Vol 11 Issue 23, pp. 4645-4650, 2000
Crystalline Inclusion Complexes as Media of Molecular Recognitions and Selective Reactions,
Fumio Toda,
Australian Journal of Chemistry, 54 , pp.573-582, 2001

5. Dapatkan jurnal yang Anda inginkan
Setelah mengetahui jurnal-jurnal yang Anda inginkan, Anda mungkin dihadapkan dengan kendala mendapatkan jurnal-jurnal tersebut. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengunjungi perpustakaan universitas atau institusi lembaga penelitian dan mencari apakah jurnal tersebut terdapat di sana atau tidak. Sayangnya, akibat dari mahalnya jurnal dan jumlahnya yang sangat banyak, perpustakaan atau institusi di tanah air sering kekurangan dana bagi pengadaan sumber-sumber referensi. Sebaliknya, rekan-rekan yang mengenyam pendidikan di luar negeri seperti Amerika, Jepang, Eropa, Australia jarang menghadapi kendala tersebut karena hampir seluruh universitas yang ada menyediakan dana yang cukup besar bagi pengadaan jurnal-jurnal maupun akses ke beberapa jurnal online.
Kalau Anda tidak memiliki akses ke jurnal-jurnal yang Anda inginkan, Anda dapat meminta kesediaan rekan-rekan yang belajar di luar negeri untuk membantu Anda dalam pengaksesan jurnal-jurnal tersebut. Melalui milis kimia_indonesia Anda bisa meminta tolong kepada rekan-rekan sesama anggota milis yang memiliki akses jurnal tersebut. Tentunya untuk memudahkan mendapatkan jurnal-jurnal yang Anda inginkan, Anda sebelumnya harus mencari dan menentukan sendiri jurnal-jurnal yang Anda inginkan (ikuti langkah 1 sampai 4 di atas) misalnya melalui mesin pencari.
Mengapa hal ini perlu dilakukan? Karena rekan-rekan yang Anda mintai tolong juga disibukkan dengan penelitian mereka dan memiliki keterbatasan waktu dalam membantu mencarikan jurnal-jurnal tersebut. Tuliskan dengan lengkap nama jurnal, nomor edisi, nomor halaman dan tahun penerbitan untuk mempermudah rekan-rekan yang membantu Anda dalam mendapatkan jurnal yang dimaksud. Jurnal-jurnal terbitan tahun 1998 ke atas rata-rata dapat diakses online dalam bentuk PDF atau HTML sehingga memudahkan pencarian. Karena kapasitas jurnal biasanya besar, jurnal-jurnal yang didapat akan di-upload ke direktori files pada milis dan Anda dapat men-download nya dari sana.

6. Hubungi langsung si penulis artikel
Dari hasil pencarian dengan mesin pencari jurnal, selain abstraksi Anda juga akan mendapati nama penulisnya, instansinya, dan kadang-kadang email address penulisnya. Dengan informasi ini, Anda bisa menghubungi mereka secara langsung. Kadang kala, para peneliti yang dihubungi langsung lewat email maupun surat biasa akan dengan senang hati memberikan kopi karya mereka. Namun perlu dicatat beberapa hal jika Anda ingin menempuh jalan ini.
  a. Bahasa yang biasanya digunakan adalah bahasa Inggris (karena bahasa internasional) yang baik dengan ejaan yang benar.   Contoh format sederhana yang dapat digunakan diberikan di bawah.
  b. Tuliskan tujuan Anda memperoleh artikel yang diinginkan
  c. Harap bersabar menanti jawaban, tapi juga jangan mudah putus asa jika tidak segera mendapat jawaban.
  d. Jangan lupa mengucapkan terima kasih setelah menerima artikel.

Contoh format sederhana untuk menghubungi penulis artikel:

Dear Dr. atau Prof. ………… (nama pengarang/peneliti)
My name is …………(nama lengkap Anda) and I am a chemistry student/chemical engineering student/researcher at ………… (tuliskan nama institusi atau universitas Anda).
Currently I am doing a research on ………… (tuliskan riset Anda). I would like to request from you a copy of your article titled "…………" (tuliskan judul artikel yang diinginkan). I need this article as an important reference for my research.
Thank you very much for your time and help.

Sincerely,

………… (tulis nama Anda)

Negara-negara seperti India, Turki, Belgia yang juga mengalami kendala dalam hal pengaksesan jurnal-jurnal ilmiah, ternyata mampu menghasilkan jurnal-jurnal yang bermutu tinggi dengan bantuan akses referensi dari rekan-rekan senegaranya di luar negeri. Kalau hal yang penulis uraikan di atas dapat terwujud, bukanlah suatu yang mustahil kalau bangsa kitapun mampu mewujudkan karya-karya tulisan bermutu

Ditulis oleh Soetrisno pada 19-01-2004

Kata Kunci: International Year of Chemistry, iupac, IYC 2011, Marie Curie, Tahun Internasional Kimia, UNESCO

{mosimage}Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember 2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun 2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi wanita ke ilmu sains.

Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan ditentukan oleh berbagai reaksi kimia.  IUPAC dan UNESCO menyadari sudah saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi kehidupan manusia.
“Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB.
“Saya menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO, “Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia yang terus berkembang” tambahnya.
Dalam memperingati Tahun Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap sains.
Situs chem-is-try.org juga akan turut aktif menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011 dengan berusaha bekerjasama dengan beberapa instansi yang peduli dengan sains. Jika kamu punya ide atau masukan untuk menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011, silahkan tulis pada bagian komentar artikel ini. Kami tunggu ide dan masukannya.

Ditulis oleh Soetrisno pada 19-03-2009

     Saya seorang pelajar yang berminat
     pada bidang kimia namun bingung
     menentukan pilihan untuk kuliah kimia
     MIPA atau teknik kimia.
     Mohon rekan-rekan milis dapat membantu
     saya menentukan pilihan.

Demikian potongan sebuah mail yang muncul di milis kimia_indonesia. Rasanya, banyak pelajar SMU yang lain yang juga bingung tentang hal ini. Apa kamu salah satunya?
Mari kita bandingkan kedua jurusan ini dari dua sisi, yaitu ilmu yang dipelajari dan pekerjaan setelah lulus kuliah.

APA YANG DIPELAJARI?

Mari kita mulai dulu dengan definisi ilmu kimia dan teknik kimia.

Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat.
Teknik kimia (chemical engineering) adalah ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan pengetahuan ilmu kimia.

Dari definisi ini, ada tiga poin yang akan kita lihat.

”Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi”
Salah satu kegiatan dalam ilmu kimia adalah mencari zat atau reaksi baru. Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat,
struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada.
Perlu dicatat, walaupun teknik kimia tidak mencari sesuatu yang baru dari sisi kimia, namun ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi.

”Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri”
Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut.

A + B –> C + D

Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D.
Terhadap reaksi ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda.
Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom.
Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain.

”Poin 3: Target Skala: Kecil vs. Raksasa”
Ilmu kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industri.

PEKERJAAN SETELAH LULUS

Salah satu yang membuat kita bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah kita lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa? Kalau untuk teknik kimia?
Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.
Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya.
Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang "milik" orang teknik kimia, dan sebaliknya?
Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium.
Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang "normal". Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil.
Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang "tidak sesuai" dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?
Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya.
Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang "tidak semestinya". Simak cerita mereka.

"Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi."
Ikhsan Guswenrivo

"Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi.
Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti "Perry’s Chemical Engineers Handbook" dan "Basic Thermodynamics". Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya.
Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita
punya tim yang solid antara produksi dan lab."
Miftahudin Maksum
PT. Universal Laboratory
Tj.Uncang Batam (*)

"Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)"
Paulin Wahjudi
University of Southern California
Department of Chemistry (*)

PENUTUP

Setelah membaca tulisan ini, moga-moga sekarang kamu sudah lebih mantap untuk menentukan pilihan jurusanmu.
Saat sudah masuk kuliah nanti, jangan lupa untuk tetap membuka mata dan pikiran terhadap perkembangan teknologi. Pada saat ini, banyak topik penelitian yang berupa penelitian antarbidang ilmu. Kita tidak cukup hanya mengerti kimia MIPA ataupun teknik kimia saja, tetapi juga belajar lagi entah tentang elektro, biologi, dan sebagainya.
Selamat memilih jurusan dan belajar!

Ditulis oleh Antonius Suryatenggara pada 23-03-2006
Catatan:
* Tulisan ini adalah rangkuman dari diskusi di milis kimia_indonesia bulan Februari-Maret 2005.
* Data afiliasi rekan-rekan di atas adalah berdasarkan data pada bulan Maret 2005.

 

Experienced (4 years and above)- Job Vacancies

Experienced Qualification S1 above

General Qualifications :
1. S1 Degree Minimum GPA 2.75 (S2/Master degree will be an advantage)
2. At least 4 years experience in Oil and Gas/Geothermal Industry
3. Willing to relocate to one of Chevron operations locations (East Kalimantan/Riau/West Java)
4. Desiring to work in a multicultural and diverse organization

Skill Requirements:
1. Technical Proficiency
2. Strong in fostering collaboration and teamwork
3. Relationship building for personal benefits, personal results and unit’s benefit
4. Using company tools, processes and procedures
5. Strong English language skills are essential (written and oral)
6. Presentation Skills
7. Customer focus
8. Proficient in utilizing standard MS Office  products
9. Strong in taking initiative to prevent and resolve issues
10. Strong in seeking learning activities and able to establish effective relationships with people of other culture and backgrounds
11. Good understanding of health, safety, and environmental laws and regulations

Time Application:
1. Daily Discipline – arrival, departure, meetings, etc.
2. Meet personal due dates for projects – usually short term by managing own time

Work Values:
1. Getting results through personal proficiency
2. High-quality technical work
3. Accept Chevron’s values
4. Health, Environmental and Safety oriented

Experienced Qualification D3

General Qualifications :
1. Only D3 degree with minimum GPA 2.75
2. At least 4 years experiences in Oil and Gas/Geothermal Industry
3. Willing to relocate to one of Chevron operations locations (East Kalimantan/Riau/West Java)
4. Desiring to work in a multicultural and diverse organization

Skill Requirements:
1. Technical Proficiency
2. Team Player
3. Relationship building for personal benefits, personal results and unit’s benefit
4. Using company tools, processes and procedures
5. Strong English language skills are essential (written and oral)
6. Presentation Skills
7. Customer focus
8. Proficient in utilizing standard MS Office products
9. Strong in taking initiative to prevent and resolve issues
10. Strong in seeking learning activities and able to establish effective relationships with people of other culture and backgrounds
11. Good understanding of health, safety, and environmental laws and regulations

Time Application:
1. Daily Discipline – arrival, departure, meetings, etc.
2. Meeting personal due dates for projects – usually short term by managing own time

Work Values:
1. Getting results through personal proficiency
2. High-quality technical work
3. Accepting Chevron’s values
3. Health, Environmental and Safety oriented

Job Title Education Discipline Work Location Post Date Expire Date
Counsel (LAW-EXP/LAW)  S2 Law East Kalimantan, Jakarta,Riau,West Java 04/03/2009 20/03/2009
Accountant (FIN-EXP/ACC)  S1 Accounting, Finance, Business or Management East Kalimantan,  Jakarta,Riau,West Java 02/03/2009 20/03/2009
Completion Engineer (DC-EXP/CE)  S1 Petroleum, Mechanical and Chemical Engineering Riau 21/02/2009 20/03/2009
Health Environmental & Safety (OEHES-EXP/HE)  S1 HES, industrial engineering or other related fields (Mechanical, Electrical, Environmental, Chemical Engineering) East Kalimantan, Jakarta,Riau,West Java 21/02/2009 20/03/2009
IT Engineer, Systems Support Computing Infrastructure (IT-EXP/SS)  S1 Information Technology; System Informatics; Engineering; Mathematics and Natural Science. Riau 21/02/2009 20/03/2009
Earth Scientist (ES-EXP/ES)  S1 Geophysics or Geology East Kalimantan, Jakarta,Riau,West Java 21/02/2009 20/03/2009
Petroleum Engineer (PE-EXP/PE)  S1 Petroleum Engineering or related engineering discipline with PE experience East Kalimantan, Jakarta,Riau,West Java 21/02/2009 20/03/2009
Business Analyst (SCM-EXP/BA)  S1 Engineering or Business Jakarta 21/02/2009 20/03/2009
Marine Business Analyst (SCM-EXP/MBA)  S1 Electrical, Mechanical, Industrial Engineering or School of Business Management East Kalimantan 21/02/2009 20/03/2009
Public Relations/Communication Specialist (PGPA-EXP/PRCS)  S1 Communications, Social and Political science, and other social sciences as equivalent East Kalimantan, Jakarta,Riau,West Java 21/02/2009 20/03/2009
Facility Engineer (FE-EXP/FE)  S1 Mechanical, Electrical, Instrumentation or Chemical Engineering East Kalimantan, Jakarta,Riau,West Java 21/02/2009 20/03/2009
Tax Analyst (FIN-EXP/TAX)  S1 Accounting, Finance, Law Jakarta 21/02/2009 20/03/2009
Surgeon (HR-EXP/GS)  S1 Medical Specialist, Surgery (Dokter Spesialis Bedah Umum) Riau 21/02/2009 20/03/2009
Medical Officer (HR-EXP/MO)  S1 Medical School Graduate, General Practitioners Riau 21/02/2009 20/03/2009
IT Analyst, Network and Telephony (IT-EXP/NT)  D3 Telecommunications; Computer Technology; Electrical; Electronics East Kalimantan 21/02/2009 20/03/2009
Helicopter Aircraft Engineer (SCM-EXP/AE)  D3 Mechanical Engineering in Engine and Airframe Teknik Mesin (Engine and Airframe) East Kalimantan 21/02/2009 20/03/2009
Nurse (HR-EXP/NS)  D3 Nursing/Health East Kalimantan 21/02/2009 20/03/2009
Laboratory Analyst (LAB-EXP/LA)  D3 Chemistry / Chemistry Analyst / Geology East Kalimantan,Riau 21/02/2009 20/03/2009
Operator/Technician (Ops-EXP/OT)  D3 Electrical, Mechanical, and Chemical Engineering East Kalimantan, Jakarta,Riau,West Java 21/02/2009 20/03/2009

Pilih Job Title untuk detail lowongan / Click Job Title to view detail of job advertisement

Keterangan lebih lanjut bisa berkunjung ke Official Web Chevron di :

http://chevron.experd.com/experience.php

 PT Pertamina (Persero) adalah badan usaha milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang penambangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Saat ini, Pertamina berkomitmen mendorong proses transformasi internal dan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai standar international dalam pelaksanaan operasional dan tata kelola lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan kinerja perusahaan sebagai sasaran bersama. Sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan dengan kualitas layanan publik. Dengan 51 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi di Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).
Lingkup usaha Pertamina termasuk dalam melakukan eksplorasi dan produksi migas; pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia; pengembangan BBM nabati, tenaga panas bumi dan sumber-sumber energi alternatif lain.
Kegiatan operasi dan fasilitas infrastruktur Pertamina tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina melayani kebutuhan energi bagi lebih dari 220 juta rakyat Indonesia.
Dalam rangka memperkuat daya saing menuju perusahaan nasional minyak dan gas kelas dunia, PT. Pertamina (persero) membutuhkan para professional handal untuk mengisi posisi :

LULUSAN BARU (FRESH GRADUATES)
klik di sini

TENAGA BERPENGALAMAN (EXPERIENCED)
klik disini

 Peneliti di Amerika Serikat telah mengembangkan sebuah metode semi-otomatis dalam menghasilkan ion-ion untuk titrasi bebas-kalibrasi.
Erick Bakker di Purdue University, Indiana, dan rekan-rekannya telah menggunakan sebuah membran polimer selektif-ion (yang biasanya digunakan mendeteksi ion-ion) untuk menghasilkan ion. Para peneliti ini mengatakan bahwa pengaplikasian pulsa arus melintasi membran ini bisa menyebabkan terlepasnya ion dalam jumlah yang dapat ditentukan.
Ion-ion yang terlepas kemudian dideteksi melalui sebuah elektroda polimer yang serupa. Para peneliti ini menunjukkan bahwa sistem ini bisa digunakan untuk berbagai tipe titrasi elektrokimia dan mampu melakukan pendeteksian dengan batas deteksi nanomolar.

Mereka mengatakan bahwa dengan beberapa penyesuaian, metode ini bisa digunakan untuk melepaskan berbagai ion secara elektrolisis, dan bisa terbukti lebih praktis dibanding sistem penyaluran reagen yang ada sekarang. Khususnya, metode ini bisa menggantikan titrasi kimia tradisional, karena larutan baku tidak lagi diperlukan dan ukuran sampel yang kecil tidak akan jadi masalah, kata Bakker.
Menurut Bakker, sistem ini bisa digunakan untuk membuat sebuah miniatur piranti titrasi bebas kalibrasi. Metode ini digunakan dalam aplikasi kedokteran termasuk menghasilkan dan mendeteksi ion-ion logam seperti magnesium, dan protein nuklear manusia seperti heparin (yang penting untuk pembekuan darah).
Frank Davies, seorang spesialis dalam bidang bioeletkrokimia di Cranfield University mengatakan metode pelepasan ion bisa sangat bermanfaat dalam titrasi-titrasi elektrokimia. "Teknik ini bisa menjadi pilihan utama karena tidak memerlukan lagi kalibrasi," kata Davies.

Oleh: Soetrisno
Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

PT Heinz ABC Indonesia

As one of the worlds largest consumer goods companies, and fastest growing Indonesian business, we are looking for dynamic candidates that strive for excellence to join our team as:

Process Developer Spv
(Jakarta Raya – Daan Mogot)

Responsibilities:

1. Responsible for implementation of Risk Assesment related to product & Packaging as well as Specification Development and Approval
2. To Prepare process design work for new products, to make the process description in the process sheet, to do batch trial and monitoring process, to make process improvements of the existing products for quality improvement and cost reduction
3. Completion of BOM Audit and Item Master
4. Establish ISO documentation system for processing

Requirements:

1. University Degree in Food Technology / Chemistry From Reputable University
2. Has experience 2 years in similar position (Consumer Goods / Beverage Company)
3. Having experience as Production Supervisor will be advantage
4. Male, Maximum age 35 years old
5. Fluent in English both oral & written
6. Good knowledge of process equipments, GMP and Production Process
7. Problem Solver, Committed , Comercial mind, good in planning and organizing, good in personal adaptability
8. Applicants should be Indonesian citizens or hold relevant residence status.
9. We accept nothing less than the highest qualities.  If you are such individuals, please submit a comprehensive resume, with current and expected salary details and recent photograph no later than 14 days from the date of advertisement to:

(c.d 18 March 2009)

[email protected]

{mosimage}Sebuah herbisida yang berpotensi berbahaya bisa dihilangkan dari air dengan efisiensi tinggi menggunakan sebuah metode yang dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan di Amerika Serikat.
James Economy di University of Illionis, Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan rekan-rekannya telah membuat sebuah serat teraktivasi kimiawi yang bertindak sebagai filter untuk menghilangkan atrazin dari air.
Atrazin, salah satu herbisida yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat, ditemukan dalam air minum yang terdapat di negara tersebut. Meskipun efeknya terhadap manusia belum diketahui, James Economy mengatakan zat ini merupakan karsinogen potensial dan bisa mengganggu produksi hormon-hormon normal. Agen Proteksi Lingkungan (EPA) Amerika Serikat telah menentukan tingkat kontaminan maksimum sebesar hanya 3 bagian per milyar (ppb) untuk air minum.

Menurut James Economy, penghilangan atrazin dari air sangat esensial, bukan hanya di Amerika Serikat tetapi juga di negara lain seperti di China. "Penting untuk menghilangkan material toksik ini dari air-air permukaan yang muncul dari herbisida-herbisida kiriman dari lahan perkebunan," paparnya.
Saat ini metode perlakuan air yang paling baik menggunakan karbon-karbon teraktivasi − material-material berpori dengan luas permukaan yang sangat tinggi − yang menyerap atrazin. Akan tetapi, telah diketahui bahwa ukuran pori dari karbon yang teraktivasi bisa memiliki efek yang kuat terhadap kemampuan karbon teraktivasi untuk menyerap atrazin, dan sehingga zat organik bisa memblokir pori-porinya.
James Economy membuat sebuah bentuk berserat dari karbon teraktivasi. Ini dibuat dengan melapisi sebuah serat kaca dengan sebuah resin polimer bersama dengan sebuah katalis untuk "mengaktivasinya". Filter berserat tersebut kemudian dirakit menjadi sebuah catridge untuk digunakan. Dia menemukan bahwa sistem ini lebih efisien dalam menghilangkan atrazin dari air sampai kadar dibawah 3 ppb yang direkomendasikan dibanding karbon-karbon teraktivasi granular yang tersedia di pasaran.

Disadur dari: http://rsc.org/chemistryworld/
Oleh: Soetrisno

{mosimage}Belum lama ini, ada hal baru di lingkungan Laboratorium Ilmu Kimia FMIPA yaitu pergantian Pengelola Mulai Dari Koorlab sampai Kalab baik untuk Laboratorium Kimia Dasar maupun Laboratorium Kimia Lanjut. Ada tiga orang dosen di Program D3 Kimia Analis mengemban amanah baru menjadi pejabat di lingkungan Laboratorium Ilmu Kimia FMIPA UII.  Ketiga orang tersebut adalah Reni Banowati  Istiningrum, S.Si yang menggantikan Dwiarso Rubiyanto, M.Si  sebagai Koordinator Laboratorium (Koorlab). 
Penggantian tersebut dilakukan karena Pak Arso panggilan Dwiarso Rubiyanto, M.Si melanjutkan pendidikannya di Program Doktor Ilmu Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 

Pejabat baru yang kedua adalah Yuli Rohyami, S.Si sebagai Kepala Laboratorium Kimia Lanjut yang menggantikan Jamalul Lail S.Si. Jamalul Lail, S.Si berganti posisi jabatanya menjadi Kepala Laboratorium Kimia Dasar.  Laboratorium tersebut sebelumya dipimpin oleh Tatang Shabur Julianto, M.Si.  Pelimpahan wewenang tersebut disebabkan Tatang Shabur Julianto, M.Si lebih memilih berkonsentrasi untuk mengawal akademik dengan menjadi Ketua Program D3 Kimia Analis sampai tahun 2010. 
Pejabat-pejabat baru yang ada di Laboratorium Ilmu Kimia merupakan orang-orang muda yang sangat diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas laboratorium.  Adapun profil dari ketiga pejabat tersebut selengkapnya sebagai berikut:

Koordinator Laboratotium (Koorlab)
Nama  : Reni Banowati Istiningrum, S.Si. 
NIDN  : 0508118001
Mata Kuliah yang diampu :
1. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2. Pengetahuan Bahan Kimia
3. Kimia Anorganik
4. Teknik Sampling
5. Prkatikum Kimia Anorganik
6. Praktikum Fisika

Kepala Laboratorium Kimia Lanjut
Nama  : Yuli Rohyami, S.Si (sedang melanjutkan S2 di UGM)
NIDN  : 0516078001
Mata Kuliah yang diampu:
1. Kimia Dasar
2. Kimia Fisika
3. Praktikum Kimia Fisika
4. Teknik Laboratorium

Kepala Laboratorium Kimia Dasar
Nama  : Jamalul Lail, S.Si.
NIDN  : 0503117901
Mata Kuliah yang diampu :
1. Teknik Validasi Metode
2. Kimia Organik
3. Praktikum Kimia Organik
4. Kewirausahaan.

Hardjono Sastrohamidjojo
Professor in Organic Chemistry/Essential oil of the Department of Chemistry
Faculty of Mathematics and Natural Sciences,
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia.

Abstract

Indonesia is major producer of several essential oils. These products such as citronella oil, clove leaf oil, cannanga oil, vetiver oil, and patchouli oil are exported mostly to USA and Europe. Indonesia does not use these oils for own chemical processing. Apparently until now there is little interest for the conversion of raw materials to more valuable products. In fact by selling these oils money is readily obtained but on other hand much money is spent for buying products from abroad that are produced from these oils. Much literature exists on the importance of essential oils including their utilization. Some essential oils can be used as such in perfume compositions, for example, cannanga oil, vetiver oil and patchouli oil, but others such as citronella oil, clove leaf oil, peppermint oil and turpentine can better be processed first;  furthermore their chemical modification leads to valuable products. As far as we know there is still little experience in Indonesia concerning the processing of essential oils and their utilization, also the analysis methods used for quality controls are old-fashioned. We hope that our work stimulates the interest in chemical processing of essential oils and results in better production methods, greater skill and greater demand for labors. We are convinced that stronger ties between industry and universities are mutually advantageous and beneficial for the country. New industrial activities can emerge from university research.

Keywords: Essential oils, valuable products, industry

Download