{mosimage}Ilmuwan di Amerika Serikat telah membuat sebuah sensor massa berskala-nano yang bisa menimbang molekul dengan presisi tingkat atom.
Kenneth Jensen dan rekan-rekannya di Universitas California, Berkeley, membuat alat ini dari sebuah tabung-nano karbon berdinding ganda dengan sebuah elektroda yang dipasang pada salah satu ujungnya. Partikel-partikel yang mendarat pada tabung-nano ini bisa ditimbang karena dengan menambah massa tabung partikel-partikel tersebut mengurangi frekuensi dimana tabung bervibrasi.
Tim peneliti ini menguji alat yang mereka buat dengan menimbang atom-atom emas, yang diuapkan ke atas tabung-nano. Hasil yang mereka peroleh menunjukkan bahwa alat ini mampu mengukur massa sekecil dua perlima massa sebuah atom emas (1,3 x 10-25 kg) dalam waktu satu detik.
{mosimage} 
Gambar TEM dari resonator nanomekanik yang dibuat dari tabung-nano karbon berdinding ganda

Ide penggunaan resonator untuk mengukur massa bukanlah hal yang baru, dan resonator mekanik berskala nano telah dibuat sebelumnya. Tetapi para peneliti dulunya berfokus pada pembuatan resonator dengan menggunakan material-material konvensional seperti silikon, kata Jensen. "Dengan menggunakan tabung-nano ketimbang silikon kami mampu menjadikan resonator kami ini 1000 kali lebih kecil volumenya. Ini cukup untuk meningkatkan resolusi agar dapat melihat atom-atom tunggal," kata dia. Kesensitifannya yang meningkat berarti bahwa resonator ini bekerja pada suhu kamar. "Biasanya orang mencoba untuk meningkatkan kinerja alat ini dengan menggunakannya pada suhu yang lebih rendah," tambah Jensen. Beroperasi pada suhu rendah bisa menghilangkan derau dari sebuah sistem tetapi memerlukan perlengkapan pendingin yang tidak sederhana.
Meskipun resonator tersebut belum memiliki kesensitifan yang sama seperti spektrometer massa, Jensen memaparkan bahwa sistem ini memiliki kelebihan-kelebihan khusus. Alat ini bisa digunakan dengan atom atau molekul netral, sehingga menghindari ionisasi sampel yang destruktuf seperti protein. Berbeda dengan spektrometer massa, resonator ini juga menjadi lebih sensitif pada rentang massa yang lebih tinggi, sehingga membuatnya lebih cocok untuk mengukur biomolekul-biomolekul yang besar seperti DNA. Terakhir, alat ini cukup kecil sehingga bisa digunakan pada sebuah chip.
Renato Zenobi. Seorang ahli spektrometri massa di Swiss Federal Institute of Technology (ETH) di Zurich terkesan dengan kesensitifan alat yang ditemukan ini. Tetapi saat ini, kata dia, alat ini perlu dikalibrasi menggunakan mikroskop elektron transmisi, dan alat ini sulit dibuat dalam skala besar. Meskipun dalam teori alat ini bisa digunakan untuk biomolekul, namun karakteristik perlekatannya ke tabung-nano masih belum diketahui. "Dan jika anda benar-benar ingin menerapkan teknik ini terhadap biomolekul mungkin anda masih harus melakukannya dalam fase gas – kemungkinan dengan ionisasi," kata Zenobi.
Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Anda bosan sering membersihkan kamar mandi? Atau lelah membersihkan jendela setiap hari? Berkat usaha sekelompok ilmuwan di Israel pekerjaan-pekerjaan yang membosankan ini kemungkinan tidak perlu dilakukan lagi.
{mosimage}
Itamar Willner dan rekan-rekannya di Universitas Hebrew Jerussalem telah membuat sebuah "permukaan cerdas" berlapis quinin yang keterbasahan-nya bisa diubah dengan menggunakan sebuah pemicu listrik atau pemicu kimiawi. Permukaan-permukaan seperti ini dibuat dengan terinspirasi oleh sistem-sistem pembersihan-otomatis yang ada di alam. Bunga teratai, misalnya, memiliki permukaan hidrofob yang memungkinkan tetes-tetes air mengalir pada daun, menghilangkan kotoran dari permukaannya.
Willner dan timnya melapisi sebuah permukaan emas dengan benzoquinon hidrofob, yang dapat direduksi menjadi hidroquinon hidrofil dengan menggunakan tegangan listrik atau agen pereduksi kimiawi. Hidroquinon memiliki dua gugus hidroksil yang berinteraksi kuat dengan air, menyebabkan permukaan menjadi "lebih basah" jika tereduksi.
"Permukaan hidroquinon/benzoquinon ini dikembangkan dari sebuah sistem yang jauh lebih kompleks, yang dulunya tidak dapat berfungsi meski telah banyak upaya yang dilakukan. Kami cukup terkejut dengan betapa kuatnya sistem yang sederhana ini dan betapa dramatisnya perubahan yang kami amati," kata Willner.
Permukaan cerdas ini mudah dibuat dan ukuran quinon yang kecil berarti bahwa banyak molekul yang bisa dilapiskan ke permukaan, sehingga menyebabkan perubahan makroskopis yang besar untuk keterbasahan permukaan.
Selain pengaplikasian pembersihan-otomatis, permukaan-permukaan yang cerdas ini juga bisa digunakan pada piranti-piranti mikofluida sehingga bisa memberikan prosedur analitik baru untuk dignostik klinis. Sebagai contoh, jika bagian dalam dari sebuah pembuluh kapiler dilapisi dengan lapisan konduktif yang difungsikan dengan lapisan quinin Willner, pembuluh ini bisa digunakan untuk menyedot cairan dari sel atau organ dalam volume kecil.
"Ide cemerlang untuk membuat sebuah permukaan cerdas," kata Jilie Kong, seorang ahli mikrofluida di Universitas Fudan, Shanghai. "Perubahan kehidrofoban/kehidrofilan yang dapat balik (reversibel) menjanjikan dalam perancangan chip-chip mikrofluida yang baru atau biosensor," kata Kong.
Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Kita umumnya berpikir otomotif dan industri adalah sumber utama dari polusi. Pakta Clean Air tahun 1970, direvisi tahun 1990, telah berhasil mengurangi beberapa emisi di ruang terbuka; namun ancaman polutan seseorang mungkin lebih besar berada di dalam ruangan dibandingkan di ruang terbuka.

Sebagai contoh, cat kuku melepaskan lebih banyak formaldehida / formalin (H2CO) dibandingkan dengan papan kayu yang umum digunakan di konstruksi bangunan di amerika. Formaldehida adalah sebuah senyawa organik yang volatil (SOV), dan umum digunakan sebagai pembersih lantai dan bahan pelapis.

Benzen (C6H6), sebuah SOV lainnya adalah bahan karsinogen. Seorang peneliti dari Environmental Protection Agency Amerika, Lance A. Wallace mengidentifikasi sumber dari semua emisi benzen dan membandingkannya dengan sumber-sumber benzen yang umumnya masyarakat hirup. Hasil yang ditunjukkan oleh grafik dibawah mengindikasikan bahwa 45% dari pendedahan masyarakat Amerika terhadap benzen berasal dari kegiatan merokok, baik aktif dan pasif. Namun asap tembakau hanya bernilai 0,1% dari emisi total. Selain itu, otomotif adalah penyumbang terbesar dari benzen yang berada di atmosfer (82%), namun benzen yang berasal dari sumber ini hanya 36% dari pendedahan seorang individu terhadap benzen di Amerika.
Dalam kata lain, jika semua emisi benzen dikurangi di atmosfer maka dampaknya terhadap pendedahan seseorang terhadap benzen jauh lebih kecil dibandingkan bila kita mengurangi kegiatan merokok. Jadi secara ironis, bila kita ingin menyelamatkan diri maka bukan asap kendaraan lah yang perlu kita kurangi, tetapi mengurangi dan menghilangkan kegiatan merokok.
Pendedahan terhadap bahan kimia toksik lainnya cenderung disebabkan produk-produk dalam ruangan. Sebagai contoh, penyemprot ruangan, obat nyamuk, dan karbol adalah sumber paradiklorobenzen (C6H4Cl2), yang digolongkan sebagai SOV dan karsinogen. Pendedahan terhadap pestisida lebih sering terjadi di dalam ruangan dibandingkan di ruang terbuka. Contoh lain SOV adalah tetrakloroetilen (C2Cl4), digunakan sebagai bahan pembersih dalam pencucian pakaian dengan metode dry-clean. Pemanggang dan alat dapur lain yang tidak diset dengan baik dapat melepaskan karbon monoksida di dalam rumah.
Divisi Seattle dari American Lung Asssociation mensponsori sebuah program bernama "Master Home Environmentalists", dimana sukarelawan terlatih menolong para warga untuk mengkontrol bahan kimia di dalam rumah. Program ini telah menolong para penderita asma untuk menghilangkan polutan dalam ruangan.
Salah satu penyumbang terbesar polutan dalam ruangan adalah pembersihan karpet, karena ini mengumpulkan beberapa senyawa kimia yang masuk ke dalam rumah. Seorang anak memiliki tingkat dedah terhadap kadmium, timbal, bifenil terpoliklorinasi dan logam lainnya berasal dari pembersihan karpet. Debu juga merupakan masalah kesehatan, terutama partikel-partikel dengan ukuran 10 mikron dan yang lebih kecil.
Banyak sumber polutan rumah tangga dapat dikontrol bahkan dihilangkan. Hal sederhana seperti menggunakan karpet di depan pintu dapat mengurangi senyawa-senyawa kimia berbahaya yang dapat masuk ke dalam rumah. Tips lainnya dalah hilangkan penyemprot ruangan dan sumber lain paradiklorobenzen. Jangan menyimpan bensin di ruangan bawah tanah. Gunakan penyedot debu yang baik untuk pembersihan karpet.

Penulis : Tomi Rustamiaji, S.Si (Institut Teknologi Bandung)
sumber  : http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=139

Bagi mahasiswa baru UII T.A 2008/2009 yang diterima pada Jenjang Strata Satu (S1) khususnya Program Studi Ilmu Kimia FMIPA UII, diwajibkan untuk mengikuti Kuliah Perdana, Pesona Ta'aruf, ONDI dan Placement Test Agama, Rincian pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat pada rincian berikut :

1. Kuliah Perdana
    Hari Tanggal : Sabtu, 16 Agustus 2008
    Waktu            : Pukul 07.00 WIB – Selesai
    Tempat           : Auditorium Kahar Mudzakir
                              Komplek Masjid Ulil Albab Kampus terpadu UII
                              Jalan Kaliurang KM 14,5 Yogyakarta.

2. Pesona Ta'aruf, Ondi dan Placement Test Agama
    a.  Pesona Ta'aruf adalah kegiatan perkenalan/ta'aruf antar mahasiswa.
    b.  Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI) adalah pengenalan nilai dasar Islam bagi mahasiswa
         baru. Kelulusan ONDI digunakan sebagai syarat mengambil mata kuliah Studi Kepemimpinan
         Islam.
    c.  Placement Test Agama adalah test pengelompokkan kemampuan pemahaman keislaman bagi
        mahasiswa baru. Hasil placement test digunakan untuk melakukan pengelompokkan
        mahasiswa dalam pembinaan keagamaan.

Waktu dan Tempat pelaksanaan Pesona Ta'aruf, ONDI, dan Placement Test Agama akan diinformasikan pada saat Registrasi Akhir dan/atau pada acara Kuliah Perdana.

3. Ketentuan Pakaian pada saat Kuliah Perdana, ONDI dan Placement Test Agama
    a.  Mahasiswi (puteri) : Busana Muslimah (baju kurung lengan panjang putih dan celana
         panjang hitam), kerudung putih, kaos kaki putih, dan sepatu hitam.
    b.  Mahasiwa (putera) : Hem/kemeja lengan panjang putih, celana panjang hitam, peci hitam,
         ikat pinggang hitam, kaos kaki putih, sepatu hitam, dan dasi hitam.

4. Ketentuan pakaian Pesona Ta'aruf tingkat Universitas dan tingkat Fakultas akan
    diinformasikan pada saat Kuliah Perdana bersama atribut dan ketentuan lainnya

5. Pakaian yang dikenakan harus memenuhi ketentuan UII, yaitu menutup aurat, longgar dan
    tidak transparan.

Pewarna rambut yang aman di-komersilkan pada tahun 1909 oleh seorang kimiawan asal Prancis, Eugene Schuller, dengan menggunakan bahan kimia paraphenylenediamine. Pewarna rambut sangat popular saat ini, lebih dari 7% perempuan mewarnai rambut mereka dan tak ketinggalan pula persentasi kaum pria yang mengikuti tren yang sama. Sebenarnya tahukah anda bagaimana pewarna rambut berkerja? Zat warna yang dihasilkan rambut adalah sebuah reaksi seri kimia antara molekul yang terdapat pada rambut dengan pigmen-pigmen yang reaksinya sama dengan peroxide dan ammonia yang dihasilkan.

Apa yang disebut dengan "rambut" ?

Rambut pada dasarnya adalah keratin, yaitu sejenis protein yang juga sama ditemukan pada kulit dan kuku. Warna alami pada rambut bergantung pada perbandingan dan jumlah dari 2 jenis protein yang terkandung di dalamnya. Dua jenis protein tersebut bernama Eumelanin dan Phaeomelanin. Eumelanin adalah zat yang berperan pada pewarnaan rambut coklat ke corak hitam sedangkan Phaeomelanin berperan pada pewarnaan rambut keemasan, kuning jahe, dan merah. Ketidakikutsertaan salah satu dari melanin tersebut akan mengakibatkan warna putih atau abu-abu pada rambut.

Pewarnaan Alami

Manusia telah mewarnai rambut mereka sejak ribuan tahun yang lalu dengan menggunakan tumbuhan dan mineral alami. Ada 2 kategori bahan yang digunakan untuk pewarnaan rambut tersebut yaitu :

Yang mengandung pigmen contohnya Inai dan kerak biji kacang kenari
Pemutih alami yang hasil reaksinya mengakibatkan rambut berwarna contohnya cuka (vinegar).
Pigmen alami pada umumnya bekerja degan cara menyelaput tangkai rambut dengan warna. Beberapa pewarna alami digunakan dengan cara yang sama seperti shampoo namun tidak membutuhkan waktu yang lama dan kepekatan yang tinggi seperti pada formula sintetis modern. Permasalahannya adalah sulit untuk mendapatkan hasil yang sama persis jika menggunakan bahan alami, ditambah lagi karakteristik beberapa orang yang alergi terhadap ramuan tradisional.
Pewarnaan Rambut Sementara

Rambut berwarna yang bersifat sementara atau permanen pada dasarnya disebabkan simpanan asam yang tercelup ke tangkai rambut bagian luar, atau bisa juga disebabkan karena molekul-molekul pigmen yang terdapat dalam tangkai rambut. Zat yang umum di gunakan pada proses ini adalah hidrogen peroksida, namun hanya dalam jumlah yang sedikit. Dalam beberapa kasus, pigmen warna buatan masuk kedalam tangkai rambut dan membentuk kompleks yang lebih besar di dalam tangkai-nya, . Namun sifat kesementaraan ini akan mudah hilang kita sering membasahi rambut atau keramas dengan shampoo yang tidak di-khususkan untuk rambut yang berwarna. Hal ini terjadi karena pewarna rambut tidak banyak mengandung ammonia yang menyebabkan tangkai rambut bagian atas tidak terbuka selama proses pewarnaan rambut sehingga sebenarnya pewarna rambut yang alami lebih mampu menahan produk pencuci atau shampoo jauh lebih baik.

Bagaimana Kesan Bercahaya Berkerja?

Bahan pemutih biasa digunakan untuk memberikan kesan bercahaya pada rambut. Reaksi pemutih dengan melanin di dalam rambut merupakan reaksi yang bersifat irreversible. Zat pemutih mengoksidasi molekul melanin. Namun, melanin masih tetap dapat ditemukan dalam bentuk hasil oksidasi yang telah berganti warna. Walau telah dioksidasi, warna rambut cenderung bercahaya dengan warna kuning muda, karena warna kuning merupakan warna alami dari zat keratin yaitu struktur protein yang terdapat pada rambut. Selain itu juga pemutih lebih mudah bereaksi dengan pigmen Eumelanin yang pekat dan Phaeomelamin, sehingga beberapa hasil sisa warna yaitu warna keemasan atau merah yang dapat terlihat kembali setelah pencahayaan. Salah satu zat yang digunakan sebagai kesan bercahaya adalah hydrogen peroksida .

Pewarna Rambut Tetap

Bagian luar lapisan dari tangkai rambut di sebut cuticle. Bagian ini harus terbuka sebelum pewarnaan. Sekali cuticle terbuka, reaksi pencelupan dengan bagian dalam rambut dan cortex, akan tersimpan dan mengganti warna baru. Kebanyakan pewarnaan rambut tetap atau permanent menggunakan 2 tahapan proses pewarnaan (biasanya terjadi bersama-sama). Proses yang pertama adalah mengganti warna asli rambut dan proses yang kedua adalah menyimpan warna barunya, dasar prosesnya sama seperti pada proses membuat efek bercahaya pada rambut, kecuali zat pewarna tersebut terikat dengan tangkai rambut.

Ammonia adalah zat kimia yang bersifat basa yang mampu membuka cuticle dan membiarkan pewarna rambut masuk ke dalam bagian cortex rambut. Ammonia juga bereaksi sebagai katalis ketika pewarna rambut permanen masuk bersama-sama dengan peroksida, kemudian peroksida mengganti posisi pigmen pada saat reaksi awal pergantian warna atau “pre-existing” atau disebut juga awal ketetapan warna. Pada saat itu, peroksida menghancurkan ikatan kimia pada rambut, melepaskan sulfur, dan kemudian memberikan karakteristik bau pada pewarna rambut.

Melanin yang telah ter-decolorinasi akan menjadi warna permanen yang baru karena telah membentuk ikatan dengan cortex rambut. Beberapa jenis alkohol serta condisioner juga dapat melakukan degradasi warna pada rambut, untuk condisioner prosesnya adalah penutupan cuticle setelah pewarna masuk kedalam selaput dalam dan kemudian mengikat warna baru.

Oleh        : Rahma Dewi

Sumber    : http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=129

Suatu saat nanti, anda mungkin akan melihat banyak anjing laut yang mengelilingi stasiun pengisian bahan bakar. Itu karena bukan aroma bensin, melainkan justru aroma pantai yang lebih terasa di SPBU.

John Kanzius, 63 tahun, telah berhasil menciptakan alternatif bahan bakar dari air laut. Secara kebetulan, teknisi broadcast ini menemukan sesuatu yang menakjubkan. Pada kondisi yang tepat, air laut dapat menyala dengan temperatur yang luar biasa. Dengan sedikit modifikasi, tidak menutup kemungkinan di masa depan, ini dapat di jadikan sebagai alternatif bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

Perjalanan Kanzius menjadi inspirasi yang mengejutkan bermula ketika dia di diagnosis menderita leukimia pada tahun 2003. Dihadapkan dengan treatment kemoterapi yang melelahkan, dia memilih mencoba untuk menemukan alternatif yang lebih baik dalam menghancurkan sel-sel kanker. Kemudian di muncul dengan alat Radio Frequency Generator (RFG), sebuah mesin yang menghasilkan gelombang radio dan memancarkannya ke suatu area tertentu. Kanzius menggunakan RFG untuk memanaskan pertikel metal kecil yang dimasukkan ke dalam tumor, menghancurkan sel tumor tanpa merusak sel yang normal.

Tetapi, apa hubungannya antara kanker dengan bahan bakar air laut?

Selama percobaannya dengan RFG, dia menemukan bahwa RFG dapat menyebabkan air yang berada di sekitar test tube mengembun. Jika RFG dapat menyebabkan air mengembun, seharusnya ini dapat juga untuk memisahkan garam dari air laut. Mungkin, ini dapat digunakan untuk men-desalinitasi air laut. Sebuah peribahasa tua tentang laut, "air, air dimana-mana, dan tidak satu tetespun dapat diminum".

Beberapa negara mengalami kekeringan dan sebagian besar rakyatnya menderita kehausan, padahal 70% bumi adalah samudera yang notabene adalah air. Suatu metode yang efektif untuk menghilangkan garam dari air laut dapat menyelamatkan tak terhitung nyawa. Maka tidaklah heran jika Kanzius mencoba alat RFG-nya untuk tujuan desalinitasi air laut.

Pada test pertamanya, dia melihat efek samping yang mengejutkan. Ketika dia arahkan RFG-nya pada tabung yang berisi air laut, air itupun seperti mendidih. Kanzius lalu melakukan test kembali. Saat ini dengan kertas tisue yang terbakar dan menyentuhkannya ke dalam air laut yang sedang di tembak oleh RFG. Dia sangat terkejut, air laut dalam tabung terbakar dan tetap menyala sementara RFG dinyalakan.

Awalnya berita tentang eksperiment ini dianggap suatu kebohongan, tapi setelah para ahli kimia dari Penn State University melakukan percobaan ini, ternyata hal ini memang benar. RFG dapat membakar air laut. Nyala api dapat mencapai 3000 derajat Fanrenheit dan terbakar selama RFG dinyalakan.

Lalu bagaimanakah air laut dapat terbakar? Dan kenapa jika puntung rokok di lemparkan ke dalam laut tidak menyebabkan bumi meledak?

Ini semua berhubungan dengan hidrogen. Dalam keadaan normal, air laut mempunyai komposisi Natrium Klorida (garam) dan Hidrogen, oksigen (air) yang stabil. Gelombang radio dari RFG milik Kanzius mengacaukan kestabilan itu, memutuskan ikatan kimia yang terdapat dalam air laut. Hal ini melepaskan molekul hidrogen yang mudah menguap, dan panas yang keluar dari RFG memicu dan membakarnya dengan cepat.

Jadi akankah di masa depan nanti mobil atau motor memakai air laut daripada bensin?

Kalau teknologi ini benar-benar bisa terealisasi, dunia sudah tidak perlu khawatir lagi dengan krisis energi.

Bravo ilmu pengetahuan..!!!

Oleh       : Wahyu Riyadi

sumber   : http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=166

ChevronThe Future of Opportunities

Who is Chevron?
Headquartered in San Ramon – California USA and conducting business in 180 countries, Chevron is engaged in every aspect of the oil and natural gas industry, including exploration and production; refining, marketing and transportation; chemicals manufacturing and sales; and power generation.

In Indonesia, Chevron is working in partnership with BPMIGAS (Executive Agency for Upstream Oil and Gas Business Activities) for oil and gas business and Pertamina for geothermal business. It has long been  recognized as a significant oil and gas producer and geothermal and power provider.
To sustain profitable growth and build the organizational capability, Chevron in Indonesia is now searching for recent graduates and 4+ years related experienced Indonesian nationals who possess relevant  educational background, technical, and behavior competencies to join the company in  a number of opportunities.
Experienced:
S1 and Above
1. (ES-EXP/ES) Earth Scientist (Geophysics or Geology background)
2. (PE-EXP/PE) Petroleum Engineer (Petroleum Engineering background)
3. (DC-EXP/CE) Completion Engineer (Petroleum, Mechanical, and Chemical Engineering background)
4. (FE-EXP/FE) Facilities Engineer (Mechanical, Electrical, Chemical,  Civil or Instrument & Control background)
5. (OPS-EXP/MP) Maintenance Planner (Mechanical Eng. background)
6. (OPS-EXP/SIC) Supervisor Inspection & Certification (All Engineering background)
7. (OPS-EXP/FIS) QA Facility Inspection Specialist (All Engineering background)
8. (IT-EXP/BCP) IT Business Continuity & Planning Coordinator (Engineering or Information Management background)
9. (HES-EXP/SE) Safety Engineer (All Engineering background)
10. (HES-EXP/ENV) Environmental Engineer (All Engineering background)
11. (HES-EXP/ESO) Sr. Environmental Safety Officer/ESO (Mechanical,  Electrical, K3/Process Safety Design background)
12. (HES-EXP/IH) Industrial Hygienist (K3/Occupotional Health & Safety)
13. (SCM-EXP/PRO) Group Leader Procurement Operations (All background)
14. (SCM-EXP/FM) Group Leader Facility Management (All background)
15. (SCM-EXP/WH) Group Leader Warehouse (All background)

D3
1. (Ops-EXP/SO) Senior Operator/Operator (Mechanical, Electrical, Instrumentation background)
2. (Ops-EXP/TE) Senior Technician/Technician (Mechanical, Electrical, Instrumentation background)
3. (Ops-ExP/PDM) Predictive Maintenance Technician/Analyst (Mechanical Engineering background)
4. (OPS-EXP/MAC) Senior Machinist (Industrial Mechanical)
5. (DC-EXP/TA) Drilling Technical Assistant (Computer, Mechanical, Mining, Petroleum, Chemical, or Electrical Engineering background)
6. (ES-EXP/TA) Geoscience Technical Assistant (Computer, Mechanical,  Mining, Petroleum, Chemical, or Electrical Engineering background)
7. (PE-EXP/TA) Reservoir Tech. Assistant (Computer, Mechanical, Mining, Petroleum, Chemical, or Electrical Engineering background)
8. (LAB-EXP/LA) Laboratory Analyst (Geology Engineering background)
9. Experienced General Qualification:
   a. Strong & Related 4 years experienced.
   b. Good command of English.
   c. Willing to relocate to Chevron Operations (Sumatera/ East Kalimantan/Salak/Darajat)
Recent Graduate:
D3
1. (FDT-FG/SMO) Field Development Training-Sumatera Operation This training apprenticeship program is designed to equip trainees with related knowledge and skills needed to perform jobs in oil & gas field operations through classroom training and on-the-job assignment.
2. FDT General Qualification:
3. Diploma Degree/D3 (SMU/S1 will not be considered).
4. Major: Mechanical, Chemical, Electrical (Electronic,  Instrumentation; power), or Instrumentation.
   a. GPA minimum: 2.75
   b. Years of graduation: 2005 – August 2008
   c. Good command of English
   d. Willing to relocate to Chevron Operations

For detail qualification please see http://chevron.experd.com
How to apply:
Step 1:
Register to: http://chevron.experd.com/
Step 2:
Complete the registration form, and activate your account after received an activation email.
Step 3:
Login using your account and apply to one position which fit the most  with your qualifications before August 4, 2008
Selection Test:
 a. All applications are appreciated and will be treated confidentially.
 b. Only qualified, short-listed applicants will be invited for further process.
 c. Aptitude test for recent graduated will be conducted at Sumatra and Java.
 d. For more opportunity please see : http://chevron.experd.com

 

Prodi Kimia Sukses Menyelenggarakan Olimpiade se-wilayah III Cirebon
Pada hari Sabtu, 10 Mei 2008 Program Studi Ilmu Kimia bekerja sama dengan MAN Model Ciwaringin Cirebon Jawa Barat menyelenggarakan acara olimpiade kimia bagi pelajar tingkat Madrasah Aliyah (MA) se wilayah III Cirebon.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan di lingkungan madrasah aliyah khususnya yang ada di wilayah III Cirebon.   Peserta yang mengikuti olimpiade kimia berasal dari Kabupaten dan kota yang ada di wilahah III seperti kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Indramayu dan Kodya Cirebon. 
Pada kegiatan tersebut jurusan Ilmu Kimia bertindak sebagai pembuat soal dan sekaligus juri olimpiade sedangkan untuk masalah teknis pelaksanaan diserahkan sepenuhnya kepada MAN Model Ciwaringin yang sekaligus sebagai tuan rumah.

Laboratorium Penelitian Kimia merupakan bagian dari unit Laboratorium Ilmu Kimia FMIPA UII. Laboratorium ini difungsikan sebagai layanan penelitian bagi mahasiswa tingkat akhir, dosen, ataupun civitas akademika di luar UII untuk mellukan research di bidang Ilmu Kimia. Juga Laboratorum ini digunakan juga untuk praktikum tingkat lanjut, seperti Praktikum Biokimia, Praktikum Kimia Organik, Praktikum Fitoikimia, Praktikum Kimia Instrumental 1 dan Praktikum Minyak Atsiri. Untuk memfasiitasi fungsi tersebut Laboratorium Penelitian Kimia dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti:

1. Alat-alat Gelas yang lengkap.

2. Bahan Kimia yang Lengkap.

3. Evaporator.

4. Polarimeter.

5. Reflaktometer.

6. Spektrofotometer UV-Vis Single Beam Genesys.

7. Spektrofotometer UV-Vis Double Beam Hitachi.

8. Lemari Asam.

9. Metrohm CV.

10. Reaktor Minyak Atsiri Skala Laboratorium.

11. Oven.

12. Furnace.

13. Sentrifuger.

14. Timbangan Analitik.