Prestasi membanggakan diraih oleh Delegasi Mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UII di Ajang Regional Asia Tenggara yang bertajuk South East Asian Global Innovation Challenge (SEA-GIC) 2015 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM)., yang berlangsung, Sabtu, 7 November 2015 yang lalu. Mengirimkan dua tim delagasi, tim pertama diketuai oleh oleh Naila Jannah serta Rasnalia Widyan dan Alvi Sebagai Anggota, sedangkan tim kedua diketuai oleh M. Sholehudin dan beranggotakan Arif Latif dan Resti. Kedua tim didampingi Seorang Dosen Pembimbing yaitu Bapak Rudy Syah Putra, Ph.D. Setelah melakukan berbagai persiapan dan menjalani satu demi satu stap perlombaan di ajang itu, Alhamdulillah Delegasi Mahasiswa Prodi Kimia menjadi juara Umum dengan menyabet dua juara sekaligus, yaitu Tim Satu berhasil meraih juara pertama kategori penyajian Poster dan Kategori Tim Terfavorit, dan Tim dua Menjadi Juara Kedua dalam penyajian Presentasi. Raihan ini mengantarkan Delegasi UII menjadi Juara Umum di ajang SEA-GIC 2015.
Senada dengan Bapak Rudy, Kaprodi Kimia, Dr. Is Fatimah, sangat mengapresiasi raihan mahasiswa kimia dia ajang SEA-GIC 2015, "Hal ini membuktikan bahwa pemikiran dan penelitian Dosen dan Mahasiswa Prodi Kimia, sudah mendapatkan pengakuan di tingkat regional Asia Tenggara. Ini akan meningkatkan Kualitas Prodi Kimia menuju "International Recognation" di tahun 2020. Insya Alloh" tambahnya.
Semoga menjadi penyemangat untuk mahasiswa lainya. amin.

South East Asian Global Innovation Challenge (SEA-GIC) 2015 adalah sebuah kompetisi bergengsi Se-Asia Tenggara yang akan dilaksanakan di Universiy Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, Malaysia. Tahun 2015 ini, SEA-GIC mengambil tema "Sustainable Approaches for Global Water Security". Setalah melalui seleksi Lokal Indonesia, maka diputuskan ada enam kelompok yang lolos ke babak final tingkat regional Asia Tenggara, ke-6 finalis itu adalah: 




Alumni merupakan aspek terpenting dalam perkembangan institusi pendidikan. Keeratan keluarga alumni pada sebuah perguruan tinggi akan dapat memudahkan para alumni lainnya untuk memperoleh berbagai fasilitas dan kemudahan dalam upaya mendapatkan pekerjaan, mengembangkan usaha dan lainnya. Artinya para alumni dapat membuat sebuah group yang dapat memberikan kemudahan bagi kawan kawan alumni yang masih yunior dan bersaing dengan alumni perguruan tinggi lain. Ada perasaan kekeluargaan yang sangat besar antara para alumni tersebut, yang memungkinkan para alumni bisa dengan mudah mendapatkan dan menggapai impiannya.

Salah satu unsur penting dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan keberadaan suatu produk ataupun jasa di mata masyarakat pengguna adalah dilakukannya upaya pengenalan dan sosialisasi melalui berbagai ragam model promosi. Media promosi bisa dilakukan melalui selebaran informasi, melalui media masa baik cetak maupun elektronika. Selain media promosi tersebut, dewasa ini promosi suatu usaha baik jasa maupun produk telah dilakukan melalui jaringan internet. Hal ini disebabkan bahwa promosi melalui jaringan internet dipandang sangat efektif, dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat luas yang hampir tak terbatas, baik tempat, ruang maupun waktu. Tidak terkecuali berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sosialisasi program studi yang dimilikinya kepada masyarakat luas telah memanfaatkan media promosi melalui jaringan internet. Program Studi Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia, yang mulai didirikan sejak tahun 1996 hingga sekarang dalam perjalanannya telah mengalami pasang surut dari sisi animo masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat bagi perguruan tinggi merupakan suatu kewajiban sejajar dengan pendidikan/pengajaran dan penelitian. Dalam istilah lain dikatakan sebagai tri dharma perguruan tinggi yang mencakup aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebuah perguruan tinggi yang baik harus mensinkronkan ketiga aspek tersebut. Dasar pemikiran ini dilandasi oleh keinginan yang besar agar sebuah perguruan tingggi tidak hanya memproduksi manusia ber-ilmu dan berpikir secara konseptual tetapi tidak memiliki kepekaan sosial atau kepedulian lingkungan ditengah-tengah kehidupannya. Karenanya konsep menara gading bagi perguruan tinggi hasus dihilangkan. Hal ini dilandasi oleh konsep bahwa manusia itu di samping sebagai yang memiliki kemampuan intelektual/akademik juga sekaligus sebagai makhluk sosial dan karenanya secara niscaya ia harus memperhatikan lingkungan kehidupannya. Manusia harus ramah dengan lingkungan dan peduli terhadap sesama. 

Praktikum merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran di Pragram Studi Kimia FMIPA UII. Sebagai sarana pembuktian konsep keilmuan di dalam kelas, mahasiswa melakukan observasi real dan empirik di Laboratorium. Terkait hal tersebut maka Program Studi Kimia berupaya agar setiap matakuliah praktikum terfasilitasi dengan baik. Termasuk Matakuliah Praktikum Matakuliah Instrumental 2 yang di dalam nya membahas instrumentasi kimia lanjut, diantaranya NMR, XRD, TGA-DTA, SEM, Gas Absortion Analisis dan lain. Walaupun kesemua instrumentasi kimia tersebut belum dimiliki oleh Program Studi Kimia, Program Studi Kimia memiliki MoU dan Kerjasama untuk mengkases Instrumentasi Kimia tersebut di beberapa Instansi diantaranya UGM, UNS, ITS, ITB, Balai Kulit dan Plastik, Konservasi Borobudur dan lain-lain.
Bertempat di Gedung Moch. Hatta, Perpus Pusat UII Lantai 2, Ruang Audiovisual, Program Studi Kimia FMIPA UII menyelenggarakan Kegiatan Workshop Kimia Instrumental 2 untuk mahasiswa kimia yang dilaksanakan pada hari Senin, 19 Oktober 2015 sejak pukul 09.00-12.30 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut Dosen pengampu MK Praktikum Kimia Instrumental, Ibu Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. dan beberapa asisten pengampu praktikum yang mengampu praktikum tersebut.


Bersama Universitas Islam Indonesia (UII) kembali dipercaya sebagai penyelenggara Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina tahun 2015 tingkat Perguruan Tinggi untuk wilayah DIY. Penyelenggaraan ini merupakan kali kedelapan sejak pertama kali digelar pada tahun 2008 yang lalu. Acara berlangsung di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus UII Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta, pada Kamis (15/10).

Tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Konsumsi BBM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indonesia yang dulunya dikenal sebagai negara produsen minyak kini justru beralih menjadi negara pengimpor minyak. Solusi untuk mengatasi hal ini yakni dengan mengenalkan bahan bakar alternatif.



