South East Asian Global Innovation Challenge (SEA-GIC) 2015 adalah sebuah kompetisi bergengsi Se-Asia Tenggara yang akan dilaksanakan di Universiy Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, Malaysia. Tahun 2015 ini, SEA-GIC mengambil tema "Sustainable Approaches for Global Water Security". Setalah melalui seleksi Lokal Indonesia, maka diputuskan ada enam kelompok yang lolos ke babak final tingkat regional Asia Tenggara, ke-6 finalis itu adalah: 1. TB/UPI: "Determination of the source of groundwater pollution through scientific collaboration" Oleh Pratama
2. UI: "Solar-Bio Desalination System" Oleh Chandra D. Prakoso
3. UNAIR: "Banana leaves as the main compositiion of graphene for sea water nanofilter" Oleh Nadia Pramazicha
4. UNIBRAW: "Banana Ecofilter" Oleh Dwi Lerian
5. UII: "Laundry Waste Recycling technology for potable water" Oleh: Naila Jannah
6. UII: "Current issue on contaminated water in Indonesia" Oleh M. Solehudin
Ke-6 Finalis ini berhak bertanding di babak berikutnya yang dilaksanakan di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada Hari Sabtu, 7 November 2015 waktu setempat. Yang membanggakan dari capaian ini adalah, dua dari enam finalis yang lolos adalah dari Universitas Islam Indonesia dan satu-satu nya perguruan tinggi Swasta yang lolos mengkuti ajang SEA-GIC 2015. Dua Kelompok dar UII adalah Mahasiswa Prodi Kimia, Kelompok pertama terdiri 3 orang, sebagai ketua Naila Jannah, Rasnalia Widyan dan Alvi Sebagai Anggota yang mengusung judul makalah: "Laundry Waste Recycling technology for potable water". Sedangkan Kelompok Kedua berjumlah tiga orang mahasiswa yang diketua oleh M. Sholehudin dan sebagai anggota Arif Latif dan Resti Zama yang mengambil tema makalah: "Current issue on contaminated water in Indonesia".


Dalam Sambutannya, Kaprodi Kimia, Dr. Is Fatimah mengungkapkan rasa senang dan bangga atas capaian ini. "Walaupun saudara baru lolos sebagai finalis, namun saya sudah menganggap saudara adalah juara. Saudara adalah dua dari enam kelompok yang mewakili Indonesia di ajang tingkat Regional Asia Tenggara" tambahnya.
Direktur Kemahasiswa, Beni Suratno, M.Eng, Soft., dalam Sambutannya sangat mengapresiasi capaian yang diraih oleh mahasiswa Prodi Kimia diajang SEA-GIC 2015. "saya berharap ini menjadi pemicu prestasi di taun yang akan datang, kalo tahun ini 2 kelompok, tahun depan bisa dipersiapkan lebih matang lagi, sehingga yg lolos akan lebih banyak bisa 3, 4 ataupun 5 kelompok yang lolos menjadi finalis ajang ini". tambahnya. Beliau juga menyampaikan Direktorat Kemahasiswaan UII akan mendukung penuh mahasiswa yang mengikuti ajang-ajang seperti ini, dan berharap kepada mahasiswa yang lolos tahun ini, untuk bisa mengkader adik kelasnya agar dapat melanjutkan kesuksesan yang diraih saat ini.
Adapun Dekan Fakultas MIPA, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., dalam melepas delagasi mahasiswa mengikuti SEA-GIC 2015 berpesan agar mahasiswa yang berangkat bisa menjaga kehormatan diri dan juga institusi UII, menjaga nama baik UII di ajang tersebut. Sukses.




Alumni merupakan aspek terpenting dalam perkembangan institusi pendidikan. Keeratan keluarga alumni pada sebuah perguruan tinggi akan dapat memudahkan para alumni lainnya untuk memperoleh berbagai fasilitas dan kemudahan dalam upaya mendapatkan pekerjaan, mengembangkan usaha dan lainnya. Artinya para alumni dapat membuat sebuah group yang dapat memberikan kemudahan bagi kawan kawan alumni yang masih yunior dan bersaing dengan alumni perguruan tinggi lain. Ada perasaan kekeluargaan yang sangat besar antara para alumni tersebut, yang memungkinkan para alumni bisa dengan mudah mendapatkan dan menggapai impiannya.

Salah satu unsur penting dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan keberadaan suatu produk ataupun jasa di mata masyarakat pengguna adalah dilakukannya upaya pengenalan dan sosialisasi melalui berbagai ragam model promosi. Media promosi bisa dilakukan melalui selebaran informasi, melalui media masa baik cetak maupun elektronika. Selain media promosi tersebut, dewasa ini promosi suatu usaha baik jasa maupun produk telah dilakukan melalui jaringan internet. Hal ini disebabkan bahwa promosi melalui jaringan internet dipandang sangat efektif, dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat luas yang hampir tak terbatas, baik tempat, ruang maupun waktu. Tidak terkecuali berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sosialisasi program studi yang dimilikinya kepada masyarakat luas telah memanfaatkan media promosi melalui jaringan internet. Program Studi Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia, yang mulai didirikan sejak tahun 1996 hingga sekarang dalam perjalanannya telah mengalami pasang surut dari sisi animo masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat bagi perguruan tinggi merupakan suatu kewajiban sejajar dengan pendidikan/pengajaran dan penelitian. Dalam istilah lain dikatakan sebagai tri dharma perguruan tinggi yang mencakup aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebuah perguruan tinggi yang baik harus mensinkronkan ketiga aspek tersebut. Dasar pemikiran ini dilandasi oleh keinginan yang besar agar sebuah perguruan tingggi tidak hanya memproduksi manusia ber-ilmu dan berpikir secara konseptual tetapi tidak memiliki kepekaan sosial atau kepedulian lingkungan ditengah-tengah kehidupannya. Karenanya konsep menara gading bagi perguruan tinggi hasus dihilangkan. Hal ini dilandasi oleh konsep bahwa manusia itu di samping sebagai yang memiliki kemampuan intelektual/akademik juga sekaligus sebagai makhluk sosial dan karenanya secara niscaya ia harus memperhatikan lingkungan kehidupannya. Manusia harus ramah dengan lingkungan dan peduli terhadap sesama. 

Praktikum merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran di Pragram Studi Kimia FMIPA UII. Sebagai sarana pembuktian konsep keilmuan di dalam kelas, mahasiswa melakukan observasi real dan empirik di Laboratorium. Terkait hal tersebut maka Program Studi Kimia berupaya agar setiap matakuliah praktikum terfasilitasi dengan baik. Termasuk Matakuliah Praktikum Matakuliah Instrumental 2 yang di dalam nya membahas instrumentasi kimia lanjut, diantaranya NMR, XRD, TGA-DTA, SEM, Gas Absortion Analisis dan lain. Walaupun kesemua instrumentasi kimia tersebut belum dimiliki oleh Program Studi Kimia, Program Studi Kimia memiliki MoU dan Kerjasama untuk mengkases Instrumentasi Kimia tersebut di beberapa Instansi diantaranya UGM, UNS, ITS, ITB, Balai Kulit dan Plastik, Konservasi Borobudur dan lain-lain.
Bertempat di Gedung Moch. Hatta, Perpus Pusat UII Lantai 2, Ruang Audiovisual, Program Studi Kimia FMIPA UII menyelenggarakan Kegiatan Workshop Kimia Instrumental 2 untuk mahasiswa kimia yang dilaksanakan pada hari Senin, 19 Oktober 2015 sejak pukul 09.00-12.30 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut Dosen pengampu MK Praktikum Kimia Instrumental, Ibu Reni Banowati Istiningrum, M.Sc. dan beberapa asisten pengampu praktikum yang mengampu praktikum tersebut.


Bersama Universitas Islam Indonesia (UII) kembali dipercaya sebagai penyelenggara Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina tahun 2015 tingkat Perguruan Tinggi untuk wilayah DIY. Penyelenggaraan ini merupakan kali kedelapan sejak pertama kali digelar pada tahun 2008 yang lalu. Acara berlangsung di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus UII Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta, pada Kamis (15/10).

Tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Konsumsi BBM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indonesia yang dulunya dikenal sebagai negara produsen minyak kini justru beralih menjadi negara pengimpor minyak. Solusi untuk mengatasi hal ini yakni dengan mengenalkan bahan bakar alternatif.
Penciptaan Akademik Atmosfer dalam sebuah institusi pendidikan menjadi keniscayaan untuk menghasilkan kualitas lulusan/alumni yang baik. hal ini tercantum dalam isian borang Standar V, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Hal ini sangat disadari oleh Program Studi Kimia FMIPA UII, maka dalam rangka meningkatkan akademik atmosfer antara Dosen dan Mahasiswa serta suluruh civitas akademika Program Studi Kimia FMIPA UII, dilaksanakanlah acara bertajuk SADAMIKA: Sarasehan Dosen dan Mahasiswa Kimia tahun 2015.






