Sekitar 2-3 hari lagi Ramadhan akan menyapa kita, bersyukur kepada Alloh jika kita dipertemukan kembali dengan bulan Mulia dan ISTIMEWA ini. "Kesempatan tidak akan datang dua kali" begitulah pepatah berbicara, maka seyogyanya kita pun memaknai kesempatan kita bertemu Ramadhan tahun ini dengan pepatah tersebut, sehingga implikasinya jelas akan positif, kita akan memaksimalkan keempatan yang ada untuk meraih sebanyak-banyaknya berkah yang Alloh tebarkan dibulan ISTIMEWA ini.Ramadhan Bulan ISTIMEWA.
Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dalam Islam. Bulan yang penuh hikmah yang menguji kekuatan iman setiap manusia terhadap Allah yang Maha Esa. Sebagai seorang Islam, kedatangan bulan Ramadhan seharusnya disambut dengan penuh kesyukuran dan keazaman untuk tingkatkan tahap keimanan dan kecintaan kita kepada agama. Di bulan yang mulia dan penuh barakah ini juga manusia dibebaskan dari gangguan dan godaan syaitan. Iman dan nafsu bertarung dalam satu nyawa dan jasad.
Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan:
Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. Itu sebuah program super penting dengan momen paling istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan.
Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:
1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)
Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa.”
Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.
2. Syahrul Mubarak
Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya.
Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 malam periode pertama penuh rahmat Allah, 10 berikutnya diisi dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan Rasulullah saw.
3. Syahru Nuzulil Qur’an
Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah dalam rangkaian ayat puasa,
Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar.
4. Syahrus Shiyam
Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu. Maka sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci Allah).
5. Syahrul Qiyam
Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail.
6. Syahrus Sabr (bulan sabar)
Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.
Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.
7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)
Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan.
Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum pada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang yang berpuasa.
8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min
Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini.

Tiga Mahasiswa, Iman Sahroni (Ilmu Kimia 2010), Zulfa Zuhrufa (Ilmu Kimia 2011) dan Dyah Yekti Indrajati (Ilmu Kimia 2011), mengukir prestasi di MTQ UII 2012 yang dilaksanakan 15-16 Juni 2012, bertempat di hall utama Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII. mereka bertiga meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Al Qur'an (LKTQ). Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Teknik Baru ‘Elektro-Hadida’ Untuk Pengolah Limbah Batik Sebagai Teknologi Penghambat Krisis Alam dan Peradaban” mampu membawa Sya’roni beserta tim menyisihkan kompetitor-kompetitornya.
Prodi Kimia Universitas Pakuan, Bogor, berkesempatan untuk berkunjung ke Prodi Ilmu Kimia UII. Tepat pada hari Selasa, 5 Juni 2012 dimulai pukul 13.00 di ruang sidang 2. lt.3. rombongan sebanyak 9 orang Staff Dosen tetap Prodi Kimia UNPAk, Bogor, diterima langsung oleh Kaprodi Ilmu Kimia, Bapak Riyanto, Ph.D. dan Sekretaris Prodi Ilmu Kimia Bapak Tatang Shabur Julianto, M.Si. Hadir juga pada acara tersebuyt staf Dosen Prodi Ilmu Kimia diantaranya Ibu Dr. Noor Fitri, M.Si., Bapak Dwiarso Rubiyanto, M.Si. dalam rangka menyambut tamu dari Bogor tersebut. Selain dosen ada juga staf Prodi Bapak Sigit Mudjiarto, Laboran Bapak Cecep Sa'bana Rahmatillha, S.Si. dan Yusuf Habibi, S.Si. setelah forum perkenalan, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.



Sebanyak 30 Mahasiswa dan 3 orang Dosen pendamping dari Jurusan Tadris Kimia IAIN Wali Songo, Semarang berkunjung ke Prodi Ilmu Kimia UII pada Hari Selasa, 5 Juni 2012. Hadir pada kesempatan tersebut Riyanto, Ph.D. Selaku KaProdi Ilmu Kimia, Didampingi langsung oleh SekProdi Ilmu Kimia Tatang Shabur Julianto, M.Si. Hadir pula dewan dosen Dwiarso Rubiyanto, M.Si., Bu Krisna Merdekawati, M.Pd. yang sekaligus ikut menyambut Kedatangan tamu dari Semarang tersebut. Kunjungan tersebut adalah bagian dari rangkaian Studi Banding Jurusan Tadris Kimia IAIN Wali Songo ke Prodi Ilmu Kimia FMIPA UII.


Satu lagi prestasi yang ditorehkan oleh Prodi Ilmu Kimia, baru-baru ini salah satu dosen tetap Prodi Ilmu Kimia, Prof. Dr. Hardjono Satrohamidjojo mendapatkan kesempatan untuk melakukan Penelitian Bersama dalam Bidang Minyak Atsiri dengan University Kebangsaan Malaysia, yang didanai sepenuhnya oleh pemerintah negara Jiran tersebut. Prof. Hardjono, begitulah sapaan kami kepada beliau, berkolaborasi dengan salah satu dosen di UKM untuk penelitian dengan tema Sintesis Senyawa Aktif dalam Minyak Atsiri.
Bulan Mei 2012, menjadi bulan yang berbahagia bagi Prodi Ilmu Kimia Fakultas MIPA UII, ketika Koordinator Kopertis Wilayah V Propinsi D.I. Yogyakarta mengumumkan daftar nama Akademisi Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah V Tahun 2012, melalui surat edaran Kopertis Wilayah V menetapkan Riyanto, M.Si. Ph.D. sebagai Ketua Program Studi Berprestasi dan Cecep Sa’bana Rahmatilah, S.Si. sebagai Laboran Berprestasi.
TANDA YANG LANGKA Para ilmuwan menggunakan radioaktif 249Bk sebagai materi pembuka, terlihat melalui kaca terlindungi di ruangan, guna menghasilkan elemen 117.


